Jumat, 20 November 2020

  • Tren Positif Berlanjut Mewarnai Pasar Obligasi Indonesia. Indeks return obligasi domestik relatif stabil. ICBI dan INDOBeXG-TR naik pada besaran yang sama yakni +0,09%. Harga SUN seri Fixed Rate dominan naik dan mencatat kenaikan rata-rata sebesar +8,72bps atau lebih tinggi dari sesi siang yang naik +2,98bps. Yield obligasi negara dominan bullish dengan rata-rata pada seluruh tenor (1-30tahun) turun sebesar –1,96bps. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder kembali menurun dengan total volume Rp23,96tn (-22,58%) dan total frekuensi 2,321 transaksi (14,29%). Penguatan harga obligasi pada sesi end of day ditopang oleh hasil RDG-BI. Bank Indonesia memutuskan menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25,0bps ke level 3,75% guna mendukung pemulihan ekonomi nasional. Dengan demikian, sejak awal tahun hingga saat ini BI telah menurunkan suku bunga acuannya sebanyak 5x atau sebesar 125,0bps. · Kurs spot Bloomberg hari ini terpantau melemah 85,0poin ke level Rp14.155/US$ sementara IHSG menguat +0,66% di level 5.94,06. Pasar obligasi pada perdagangan Jumat akan lebih digerakkan oleh sentimen dalam negeri. Harga obligasi diprediksi berlanjut rally terpicu penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia. Harga obligasi bahkan berpotensi menguat semakin tinggi di akhir end of day jika kinerja transaksi berjalan Indonesia Q3 terpantau membaik.
  •  Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan BI7-Day Repo Rate sebesar 25bps menjadi 3.75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang dilakukan pada tanggal 18-19 November 2020. Penurunan suku bunga acuan tersebut diiringi dengan penurunan suku bunga deposit facility sebesar 25bps menjadi 3.00% dan lending facility sebesar 25bps menjadi 4.50%. Sepanjang tahun 2020 BI telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 125bps untuk menstimulus aktivitas ekonomi dalam rangka pemulihan ekonomi nasional ditengah pandemi COVID-19. Tingkat inflasi yang diproyeksikan masih tetap rendah menjadi salah satu pertimbangan BI dalam pemangkasan suku bunga acuan tersebut.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Kamis (19/11) ditutup menguat sebesar 0.66% ke level 5,594.06. Tercatat 284 saham menguat, 160 saham melemah dan 172 saham tidak mengalami perubahan harga dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Volume perdagangan tercatat sebesar Rp 13.16 Triliun.

BONDS

  • Pada hari Kamis (19/11) harga obligasi pemerintah seri benchmark diperdagangkan variatif pada range yang terbatas untuk tenor 5,10, dan 15tahun. Penguatan harga cukup tinggi terjadi pada tenor panjang (20tahun) dengan yield turun sebesar 7bps dengan pertimbangan spread terhadap tenor pendek yang masih relatif tinggi. Pemangkasan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia diproyeksikan masih akan memberikan sentimen positif terhadap pasar surat utang Indonesia. Tingkat inflasi Indonesia yang masih rendah menjadikan real yield investasi pada surat berharga domestik masih lebih menarik dibandingkan di negara lain yang memiliki tingkat risiko serupa Indonesia. Namun, perkembangan COVID-19 dan proyeksi terdistribusinya vaksin yang masih belum pasti masih memberikan tekanan terhadap pasar surat utang.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada perdagangan hari Kamis (19/11), Rupiah ditutup melemah dilevel 14,155 (prior:14,070) terhadap USD dengan kurs acuan JISDOR dilevel 14,167 (prior:14,118). Pelemahan tersebut salah satunya dipicu oleh kenaikan kasus COVID-19 secara global yang menyebabkan pemberlakuan lockdown wilayah untuk menekan penyebaran pandemi dibeberapa negara seperti Inggris dan Australia. Indeks Dollar DXY mencatatkan peningkatan menjadi 92.59 (prior:92.32) yang menunjukkan terjadi penguatan USD terhadap mata uang global. Di pasar surat utang, harga obligasi pemerintah seri benchmark tenor 5,10, dan 15tahun bergerak pada range terbatas dengan pergerakan yield pada saat penutupan sebesar 1 basis point dibandingkan hari sebelumnya. Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis points (bps) ke level 3.75% pada Rapat Dewan Gubernur BI bulan November 2020 yang diproyeksikan dapat menjadi sentimen positif ke pasar surat utang.

Peluang Pergerakan

EMAS 

Harga emas berakhir turun $6.08 ke level $1866.25 di hari Kamis, setelah dolar AS menguat karena pesimisme pasar akan berlanjutnya pembahasan stimulus bantuan korona di AS. Harga emas berpeluang untuk di jual lebih lanjut, mengincar support di $1856 jika masih berlangsungnya penguatan dolar AS dibalik meredanya ekspektasi pasar terhadap paket stimulus korona di AS. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $1856 – $1870.

MINYAK 

Ditopang oleh harapan bahwa OPEC+ akan menunda kenaikan produksi seperti yang direncanakan telah membuat harga minyak bergerak naik di hari Kamis, ditutup menguat $0.14 di level $41.76. Harga minyak berpotensi untuk berbalik di jual, membidik support di $41.25 jika pasar mencemaskan outlook melambatnya permintaan bahan bakar setelah jumlah kasus virus korona kembali melonjak. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $41.25 – $42.25.

EURUSD 

EURUSD berakhir menguat 21 pips di level 1.1875 di hari Kamis karena ditopang oleh sentimen optimisnya data neraca berjalan zona euro. EURUSD berpeluang untuk di jual, mengincar support di 1.1830 di tengah sentimen menguatnya dolar AS dan kekhawatiran akan lonjakan kasus virus korona di Eropa. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.1830 – 1.1910.

GBPUSD 

Tertekan oleh rumor yang mengatakan bahwa Uni Eropa bersiap untuk no-deal Brexit serta pesimisnya data ekspektasi pesanan industri Inggris telah memicu penurunan GBPUSD di hari Kamis, ditutup melemah 4 pips di level 1.3263. Aksi jual terhadap GBPUSD berpeluang berlanjut, mengincar support di 1.3200 di tengah kekhawatiran pasar terhadap outlook no-deal Brexit. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.3200 – 1.3300.

USDJPY 

USDJPY ditutup turun 4 pips di level 103.76 di tengah sentimen pemintaan aset haven yen karena kekhawatiran tingginya kasus virus korona global. USDJPY berpeluang untuk berbalik di beli, membidik resisten di 104.20 jika data indeks manufaktur Jepang yang dirilis pukul 7:30 WIB hasilnya pesimis. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 103.40 – 104.20.

AUDUSD

Abaikan data tenaga kerja Australia yang optimis, AUDUSD tetap berakhir turun 23 pips di level 0.7284 di hari Kamis karena sentimen menguatnya dolar AS dan turunnya harga komoditas seperti emas. AUDUSD berpeluang untuk di jual lebih lanjut, mengincar support di 0.7230 jika data penjualan retail Australia yang dirilis pukul 7:30 WIB hasilnya pesimis. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 0.7230 – 0.7310.

NIKKEI

Dipicu sentimen hindar aset berisiko karena tingginya kasus virus korona global dan menguatnya mata uang yen Jepang telah mendorong penurunan indeks Nikkei di hari Kamis, ditutup melemah 90 poin di level 25595. Aksi jual untuk indeks Nikkei berpeluang berlanjut, mengincar support di 25300 jika data indeks manufaktur Jepang yang dirilis pukul 7:30 WIB hasilnya pesimis di tengah sentimen kejatuhan Wall Street semalam. Potensi rentang perdagangan sesi Asai di 25300 – 25600.

HANGSENG 

Tertekan oleh kejatuhan saham di sektor teknologi dan tambang telah menekan turun pergerakan indeks Hang Seng di hari Kamis, berakhir melemah 144 poin di level 26406. Indeks Hang Seng berpeluang di jual lebih lanjut, membidik support di 26200, di tengah sentimen kejatuhan Wall Street dan tingginya kasus Covid-19 global. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 26200 – 26600.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.