Jumat, 19 Maret 2021

  • INDOBeX Government Clean Price +0.07% ke level 117.43. FR86 (5Y) +5 bps menjadi 98.35 (5.880%), FR87 (10Y) +5 bps menjadi 98.40 (6.723%), FR88 (15Y) stabil pada 97.25 (6.536%), dan FR83 (20Y) stabil pada 100.85 (7.415%). Frekuensi perdagangan INDOGB tercatat 1,478x (prev. 1,657x) dipimpin oleh FR87, sementara volume perdagangan tercatat Rp15.94tn (prev. Rp10.82tn) dipimpin oleh FR87. Frekuensi perdagangan INDOIS tercatat 23x (prev. 32x) dipimpin oleh PBS02, sementara volume perdagangan tercatat Rp239.6bn (prev. Rp880.61bn) dipimpin oleh PBS26. INDOBeX Corporate Clean Price +0.01% pada level 111.16. Frekuensi perdagangan tercatat sebesar 125x (prev. 121x) dipimpin SMFP03CN6. Adapun volume perdagangan tercatat sebesar Rp1.49tn (prev. Rp1.16tn) dipimpin oleh SMFP03CN6. JCI +1.12% (-0.51% mtd atau +2.82% ytd) ke level 6,347.83. Investor asing mencatatkan net buy di pasar reguler -+Rp680.91bn (+Rp6.90tn ytd). Sementara itu, USD/IDR terdepresiasi -0.51% ke level 14,349.
  • Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Maret 2021 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25%. Keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dari meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global, di tengah prakiraan inflasi yang tetap rendah. Untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional lebih lanjut, Bank Indonesia lebih mengoptimalkan kebijakan makroprudensial akomodatif, akselerasi pendalaman pasar uang, dukungan kebijakan internasional, serta digitalisasi sistem pembayaran. Perbaikan perekonomian domestik diprakirakan berlanjut, didorong oleh pemulihan ekonomi global, implementasi vaksinasi, dan sinergi kebijakan nasional. Perkembangan sejumlah indikator pada Februari 2021 mengindikasikan perbaikan yang terus berlangsung, di tengah mobilitas masyarakat yang meningkat terbatas sejalan dengan masih diberlakukannya pembatasan di sejumlah wilayah. Kinerja ekspor terus meningkat, terutama komoditas manufaktur seperti besi baja, bijih logam, kimia organik, dan mesin listrik, seiring dengan kenaikan permintaan dari negara mitra dagang utama dan perbaikan ekonomi global. Secara spasial, peningkatan kinerja ekspor terjadi di sejumlah wilayah yaitu seperti Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua), Jawa, Sumatera. Selain itu, ekspektasi konsumen, penjualan eceran, dan PMI manufaktur juga menunjukkan perbaikan. Akselerasi program vaksin nasional dan disiplin dalam penerapan protokol Covid-19 diharapkan dapat mendukung proses pemulihan ekonomi domestik. Selain itu, untuk mendorong permintaan domestik lebih lanjut, sinergi kebijakan ekonomi nasional terus diperkuat. Sinergi kebijakan mencakup lima aspek yaitu: (i) pembukaan sektor-sektor produktif dan aman, (ii) akselerasi stimulus fiskal, (iii) penyaluran kredit perbankan dari sisi permintaan dan penawaran, (iv) berlanjutnya stimulus moneter dan makroprudensial, serta (v) percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan, khususnya terkait pengembangan UMKM. Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 diprakirakan akan meningkat pada kisaran 4,3-5,3%.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Kamis (18/03) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat ke level 6,347.83 naik 1.12% atau 70.6 poin. Sebanyak 239 saham berakhir menguat, sedangkan 236 saham melemah, dan 167 saham stagnan. Volume transaksi Kamis (18/03) mencapai 17.41 miliar saham dengan nilai Rp 10.88 triliun. Adapun investor asing mencatatkan beli bersih atau net buy mencapai Rp 674.68 miliar.

BONDS

  • Mayoritas harga obligasi pemerintah berdenominasi Rupiah melemah pada perdagangan Kamis (18/03) dengan range peningkatan yield obligasi benchmark 1 bps – 3 bps. Koreksi di pasar obligasi terus terjadi walaupun Bank Sentral AS dan Bank Indonesia telah menyatakan akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya di level rendah. Hal tersebut dikarenakan adanya proyeksi The Fed terkait pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan potensi inflasi AS yang meningkat sehingga berdampak pada peningkatan yield US Treasury dan memicu potensi outflow di emerging market.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada hari Kamis (18/03), Rupiah dibuka di level 14,380/14,400 dengan kejadian pertama di 14,420 dan kurs acuan JISDOR di level 14,459 (prior : 14,412). Rupiah diperdagangkan pada range 14,400-14,445. Pergerakan Rupiah dan SBN masih dipengaruhi oleh hasil dari Federal Open Committe Meeting (FOMC) dan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang sama – sama mempertahankan suku bunga acuan di level rendah. The Fed menegaskan bahwa kebijakan easy money policy seperti suku bunga rendah dan aksi penambahan likuiditas akan tetap berlanjut demi pasar tenaga kerja dan ekonomi yang lebih baik. Sejalan dengan The Fed, Bank Indonesia juga akan mempertahankan kebijakan moneter longgar dan mengoptimalkan kebijakan makroprudensial.
  • Pada Federal Open Committe Meeting (FOMC) terkini The Fed memprediksikan ekonomi AS akan meningkat 6.5% dengan inflasi berpotensi menyentuh angka 2.2% dengan adanya peningkatan belanja konsumsi personal dan perbaikan aktivitas masyarakat. Namun peningkatan inflasi tersebut dianggap sebagai lonjakan sementara, sehingga The Fed akan tetap mempertahankan easy money policy dan melakukan aksi penambahan likuiditas di market demi pasar tenaga kerja dan ekonomi AS yang lebih baik. Adanya perkembangan vaksin dan dukungan fiskal juga diharapkan dapat mempercepat perbaikan ekonomi AS. Sentimen positif dari AS diperkuat dengan adanya rilis data indeks manufaktur Federal Reserve Philadelphia yang menunjukkan angka 51.8 melampaui konsensus.
  • Dollar AS nampak kembali menguat di awal sesi Jumat (19/3) tertopang naiknya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS (yield), dengan yield 10 tahun AS mencatat level tertinggi 1.74%, rekor tertinggi sejak Januari 2020. Pasar menantikan kebijakan suku bunga acuan Jepang di pagi hari ini (waktu tentative), yang akan menjadi penggerak untuk mata uang yen Jepang dan indeks Nikkei.
    Peluang Pergerakan

Emas
Harga emas berakhir lebih rendah pada hari Kamis sebesar $8.74 di level $1736.30 karena terbebani oleh sentimen penguatan dolar AS yang ditopang oleh tingginya tingkat imbal hasil obligasi AS. Di sesi Asia(19/3), harga e,mas berpeluang dijual menguji support $1725 bila penguatan dollar AS masih berlanjut pagi ini. Jika naik ke atas level $1738, harga emas berpeluang dibeli menguji resisten $1741. Potensi rentang harga di sesi Asia: $1725 – $1741.

Minyak Mentah

Outlook kekhawatiran lemahnya permintaan bahan bakar dan penguatan dolar AS telah memicu penurunan harga minyak pada perdagangan hari Kamis sebesar $4.82 di level $59.61. Di sesi Asia(19/3), harga minyak berpotensi dijual menguji support $58.20 selama harga bertahan di bawah level $60.60. Jika naik ke atas level tersebut, harga minyak berpeluang dibeli menguji resisten $61.20. Potensi rentang harga di sesi Asia: $58.20 – $61.20.

EURUSD
Dominasi penguatan dolar AS dan serta melemahnya data Trade Balance zona euro telah menekan turun EURUSD sebesar 64pip di level 1.1914 pada akhir perdagangan hari Kamis.   Di sesi Asia (19/3),EURUSD berpeluang dijual menguji support 1.1880 bila sentimen penguatan dollar AS berlanjut pagi ini. Jika naik ke atas level 1.1935, EURUSD berpeluang dibeli menguji resisten 1.1955. Potensi rentang harga di sesi Asia: 1.1880 – 1.1955.

GBPUSD
GBPUSD berakhir turun sebesar 35pip di level 1.3927 pada hari Kamis karena tertekan oleh dolar AS yang menguat di tengah  kenaikan tingkat imbal hasil obligasi AS.   Di sesi Asia (19/3), GBPUSD berpotensi dijual menguji support 1.3875 selama dollar AS masih berlanjut menguat pagi ini. Jika naik ke atas level 1.3935, GBPUSD berpeluang dibeli menguji resisten 1.3955. Potensi rentang harga di sesi Asia: 1.3875 – 1.3955.

USDJPY
USDJPY berakhir naik sebesar 5 pip di level 108.88 karena dipicu oleh tingginya tingkat imbal hasil obligasi AS yang menopang  penguatan dolar AS. Di sesi Asia (19/3), USDJPY berpotensi dibeli menguji resisten 109.30 bila kebijakan BOJ yang akan diumumkan hari ini bernada dovish. Jika turun ke bawah level 108.80, USDJPY berpeluang dijual menguji support 4108.60. Potensi rentang harga di sesi Asia: 108.60 – 109.30.

AUDUSD
Abaikan positifnya data tenaga kerja Australia, AUDUSD berakhir melemah sebesar 33pip di level 0.7760 karena dominasi penguatan dolar AS yang ditopang tingginya tingkat obligasi AS. Di sesi Asia (19/3), AUDUSD berpotensi dijual menguji support 0.7700 setelah laporan penjualan ritel Australia yang lebih rendah dari ekspektasi. Jika naik ke atas level 0.7770, AUDUSD berpeluang dibeli menguji resisten 0.7795. Potensi rentang harga di sesi Asia: 0.7700 – 0.77950.

NIKKEI
Tertekannya minat pada aset berisiko setelah kenakan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS yang telah menopang dollar AS menguat, telah menekan turun indeks Nikkei sebesar 85poin di level 29750. Di sesi Asia (19/3), Indeks Nikkei berpeluang dijual menguji support 29620 bila kebijakan BOJ hari ini bernada dovish. Jika naik ke atas level 30000, dan BOJ mendukung stimulus untuk menopang ekonomi, indeks Nikkei berpeluang dibeli menguji resisten 30100. Potensi rentang harga di sesi Asia: 29620 – 30100.

HANG SENG

Indeks Hang Seng turun 30 pip ke level 29154 di sesi Kamis, setelah naiknya tingkat imbal  hasil obligasi pemerintah AS mengangkat dollar AS menguat dan menekan minat pasar terhadap aset berisiko. Di sesi Asia (19/3), Indeks Hang Seng berpotensi dijual menguji support 28850 selama harga bertahan di bawah level 28240. Jika naik ke atas level tersebut, indeks Hang Seng berpeluang dibeli menguji resisten 29335. Potensi rentang harga di sesi Asia: 28850 – 29335.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa TengahPerhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.