Jumat, 18 Desember 2019

  • Pada perdagangan kemarin, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) turun –0,32% ke level 271,2007. Begitu pula dengan INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) yang turun –0,34% ke level 265,8485 dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) yang turun sebesar –0,15% ke level 297,5407. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak Rata-rata yield tenor 1-30tahun naik sebesar +4,65bps. Rata-rata yield kelompok tenor pendek (<5tahun) naik paling tinggi sebesar +6,93bps. Sementara itu rata-rata yield tenor menengah (5-7tahun) dan panjang (>7tahun) naik masing-masing sebesar +5,40bps dan +4,16bps. INDOBeXG-Effective Yield end of day perdagangan kemarin berada di level 7,1492 (+0,0662poin). Harga kelompok SUN benchmark melemah dengan rata-rata sebesar –42,68bps. Pelemahan harga SUN acuan terbesar dicatatkan seri FR0068 yakni –56,70bps. Sementara itu koreksi harga terendah dicatat seri FR0077 sebesar –9,20bps. Secara keseluruhan, harga SUN seri FR dan ORI dominan terkoreksi dengan rata-rata pada seluruh seri turun sebesar –32,55bps. Dengan demikian INDOBeXG-Clean Price kemarin melemah –0,37% ke level 113,6666. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder terpantau meningkat dari sisi volume perdagangan yakni sebesar +34,88% menjadi Rp18,42tn. Sementara itu total frekuensi turun –60,29% menjadi 1.400 transaksi. Penurunan frekuensi lebih dipicu oleh transaksi obligasi Negara tenor pendek yang mencatatkan akumulasi penurunan sebesar 2.262 transaksi dalam sehari. Seri ORI016 menjadi SBN teraktif dengan 412 transaksi (volume Rp404miliar) sedangkan untuk total volume terbesar diraih FR0082 senilai Rp2,43tn. Pada obligasi korporasi, frekuensi teraktif sebanyak 40 transaksi diraih seri KAII02A, sementara volume transaksi terbesar senilai Rp400miliar dicatatkan seri MORA01B. Kinerja pasar obligasi dalam negeri berlanjut dalam tren negatif. Ditengah sinyal positif perkembangan hubungan dagang US-China, tertekannya kondisi pasar pada perdagangan kemarin diperkirakan lebih terdorong oleh kembali meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap kondisi Brexit. Berdasarkan informasi yang dilansir CNBC International, paska hasil pemilu yang memenangkan Partai Konservatif, PM Inggris Boris Johnson berencana merevisi UU Brexit agar tidak ada lagi perpanjangan deadline melebihi 30 Januari 2020. Hal tersebut kembali meningkatkan kecemasan pasar terhadap potensi No Deal Brexit. Berbeda dengan pasar obligasi, kinerja pasar saham kemarin menguat +0,53% ke level 6.244,35. Pasar obligasi dalam negeri berpotensi masih bergerak melemah dalam rentang terbatas pada perdagangan Rabu ini. Kondisi tersebut diperkirakan karena masih minimnya sentimen positif lanjutan yang sanggup mengubah arah pasar. Pada pembukaan pagi ini, kurs spot Rupiah dibuka melemah ke level Rp14.000/US$.

EKONOMI GLOBAL

  • Poundsterling berpeluang masih dalam tekanan turun dalam jangka pendek seiring masih adanya kekhawatiran di kalangan trader untuk potensi terjadinya no-deal Brexit pada upaya Perdana Menteri Boris Johnson yang berusaha mencegah perpanjangan waktu kerja sama dengan Uni Eropa setelah Desember 2020. Fokus lainnya untuk trader poundsterling pada hari ini juga akan tertuju ke data inflasi konsumen Inggris yang dirilis pukul 16:30 WIB. Mata uang lainnya yang mungkin akan mendapatkan volatilitas yang besar hari ini kemungkinan akan terjadi pada euro, dengan banyaknya katalis seperti data indeks harga produsen Jerman pukul 14:00 WIB, pidato presiden ECb Christine Lagarde pukul 15:30 WIB, data iklim bisnis Jerman pukul 16:00 WIB dan inflasi konsumen zona Euro pukul 17:00 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi akan bergerak naik dalam jangka pendek karena sentimen ketidakpastian kesepakatan dagang AS-Tiongkok dan potensi no-deal Brexit akan memicu permintaan aset safe haven untuk menguji level resisten di $1485 – $1485. Jika bergerak turun, level support terlihat di $1470 – $1465.

MINYAK

Kenaikan cadangan minyak mentah AS yang datanya dilaporkan oleh American Petroleum Institute semalam berpotensi akan menjadi beban untuk pergerakan harga minyak dalam jangka pendek untuk menguji level support di $60.10 – $59.60. Harga minyak berpotensi untuk bergerak naik, menguji resisten di $60.90 – $61.40 jika data cadangan minyak yang dirilis oleh Energy Information Administration pukul 22:30 WIB menunjukkan penurunan cadangan.

EURUSD

EURUSD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek untuk menguji support di 1.1120 – 1.1080 karena kekhawatiran hard Brexit, serta sentimen hindar aset berisiko. EURUSD berpeluang bergerak naik menguji resisten di 1.1180 – 1.1220 jika sejumlah data ekonomi dari Jerman dan zona Euro serta pidato presiden ECB bernada hawkish.

GBPUSD

GBPUSD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek karena sentimen kekhawatiran akan potensi hard Brexit untuk menguji level support di 1.3080 – 1.3030. GBPUSD berpeluang tertopang naik untuk menguji level resisten di 1.3160 – 1.3210 jika data inflasi konsumen Inggris yang dirilis pukul 16:30 WIB hasilnya lebih tinggi dari estimasi.

USDJPY

USDJPY berpeluang naik dalam jangka pendek karena pesimisnya data neraca perdagangan Jepang untuk menguji level resisten di 109.80 – 110.20. Namun, jika dominannya sentimen hindar aset berisiko dibalik ketidakpastian kesepakatan dagang AS-Tiongkok dan outlook hard Brexit maka USDJPY berpotensi untuk bergerak turun menguji support di 109.20 – 108.80.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang turun dalam jangka pendek karena outlook belum jelasnya kesepakatan dagang AS-Tiongkok untuk menguji level support di 0.6820 – 0.6780. Jika bergerak naik, level resisten terlihat di 0.6880 – 0.6920.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Rabu 18/12/2019 pukul 09.53 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.