Jumat, 17 April 2020

  • Imbal Hasil SBN Naik, Kinerja Pasar Obligasi Negatif. Seluruh indeks return obligasi konvensional maupun sukuk mencatatkan performa negatif pada perdagangan Kamis. Mayoritas obligasi negara seri fixed rate mencatat koreksi harga dengan rata-rata penurunan sebesar –34,47bps. Yield obligasi negara dan korporasi juga dominan berpola bearish dengan kenaikan imbal hasil terjadi pada kelompok tenor pendek dan panjang. Aktivitas perdagangan turun. Sisi frekuensi turun sebesar –28,87% menjadi 909 transaksi. Sementara itu total volume turun sebesar –4,83% menjadi Rp15,22tn. Isu ancaman resesi yang semakin nyata dari beberapa negara seperti Jerman, Prancis, hingga US akibat dampak Covid-19 yang tak kunjung mereda menjadi faktor yang men-trigger negatifnya kinerja pasar obligasi. Sri Mulyani juga menyatakan potensi resesi ekonomi Indonesia akan terjadi jika pandemic ini berkepanjangan. Pada perdagangan Kamis, kurs Spot Rupiah melemah 65poin ke level Rp15.640/US$ dan IHSG anjlok sebesar –3,14% ke level 4.480,61. Pergerakan pasar obligasi Indonesia berpotensi masih melemah hingga perdagangan akhir pekan ini. Faktor yang men-drive pasar diperkirakan masih dipicu oleh tingginya antisipasi risiko pelaku pasar terhadap corona effect di sektor perekonomian. Pada Jumat ini, pasar juga akan concern pada rilis GDP China Q1-2020 yang diprediksi tumbuh negatif sebesar –6,2%.
  • Neraca perdagangan Indonesia Maret 2020 surplus 743,4 juta dolar AS. Surplus tersebut terutama didukung oleh surplus neraca perdagangan nonmigas sejalan dengan tetap positifnya kinerja ekspor nonmigas di tengah meningkatnya impor nonmigas. Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas stabil dibandingkan dengan defisit pada bulan sebelumnya, dipengaruhi penurunan impor migas yang sedikit lebih dalam dibandingkan dengan penurunan ekspor migas. Dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan Indonesia pada triwulan I 2020 surplus 2,62 miliar dolar AS, membaik signifikan dibandingkan dengan neraca perdagangan pada triwulan IV 2019 yang defisit 1,28 miliar dolar AS. Neraca perdagangan nonmigas Maret 2020 tetap surplus yakni 1,68 miliar dolar AS, meskipun menurun dibandingkan dengan surplus bulan sebelumnya sebesar 3,46 miliar dolar AS. Perkembangan tersebut ditopang oleh masih baiknya kinerja ekspor nonmigas, terutama produk pertanian seperti pakan ternak, perikanan, dan hasil olahan makanan lain, di tengah meningkatnya kinerja impor nonmigas terutama terkait impor konsumsi dan bahan baku. Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas pada Maret 2020 sebesar 0,93 miliar dolar AS, tidak banyak berbeda dibandingkan dengan defisit pada bulan sebelumnya sebesar 0,94 miliar dolar AS. Stabilnya defisit tersebut didukung oleh penurunan impor migas terutama dalam bentuk hasil minyak, sejalan dengan perlambatan aktivitas ekonomi global. Bank Indonesia memandang surplus neraca perdagangan pada Maret 2020 berkontribusi positif dalam memperkuat ketahanan eksternal perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian kondisi global yang meningkat seiring penyebaran COVID-19. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal, termasuk prospek kinerja neraca perdagangan.
  • Survei Perbankan Bank Indonesia mengindikasikan pertumbuhan triwulanan kredit baru melambat pada triwulan I-2020. Hal itu tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) permintaan kredit baru pada triwulan I-2020 sebesar 23,7%, lebih rendah dibandingkan dengan 70,6% pada triwulan sebelumnya dan 57,8% pada triwulan I-2019. Berdasarkan jenis penggunaan, melambatnya pertumbuhan permintaan kredit baru bersumber dari seluruh jenis kredit, dengan penurunan terbesar pada jenis kredit konsumsi. Kebijakan penyaluran kredit pada triwulan II-2020 diprakirakan lebih longgar. Prakiraan tersebut terindikasi dari Indeks Lending Standard (ILS) sebesar 9,1%, lebih rendah dibandingkan dengan 10,9% pada triwulan sebelumnya. Pelonggaran standar penyaluran kredit terutama akan dilakukan untuk jenis kredit modal kerja dan kredit UMKM. Adapun aspek kebijakan penyaluran kredit yang akan diperlonggar yaitu suku bunga kredit, biaya persetujuan kredit, jangka waktu kredit, dan plafon kredit. Hasil survei mengindikasikan pertumbuhan kredit yang menurun untuk keseluruhan tahun 2020. Responden memprakirakan pertumbuhan kredit pada 2020 sebesar 5,5% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan realisasi kredit pada 2019 sebesar 6,1% dan prakiraan pada survei periode sebelumnya sebesar 9,4%.

EKONOMI GLOBAL

 

  • Dolar AS nampak melemah di awal sesi Jumat (17/4) setelah rencana pemcabutan pembatasan ekonomi di AS oleh Presiden Trump. Aset-aset berisiko mencatat penguatan di pagi hari ini di tengah pelemahan dolar setelah Presiden AS, Donald Trump kembali mengumumkan rencana pencabutan pembatasan sosial di AS di awal bulan Mei, walau kemungkinan pencabutan pembatasan sosial New York akan di tunda hingga 15 Mei. Hal ini memicu sebagian pelaku pasar melepas aset likuid dolar AS untuk menempatkan posisi pada aset-aset berisiko.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang turun menguji support $1680 – $1700 bila minat pasar pada aset berisiko terus meningkat. Level resisten pada kisaran $1720 – $1740.

MINYAK

Harga minyak berpotensi turun menguji support $19.00 – $19.20 bila kekhawatiran cadangan minyak mentah yang lebih tinggi dari pemangkasan produksi OPEC+ berlanjut. Level Resisten pada kisaran $21.00 – $21.50.

EURUSD

EURUSD berpeluang naik menguji 1.0900 – 1.0925 bila pelemahan dolar AS berlanjut. Level support pada kisaran 1.0775 – 1.0825.

GBPUSD

GBPUSD berpeluang naik di tengah pelemahan dolar AS, menguji resisten 1.2525 – 1.2600. Level support 1.2400 – 1.2450.

USDJPY

USDJPY berpotensi turun menguji support 107.20 – 107.50 bila pelemahan dolar AS berlanjut. Resisten pada kisaran 108.20 – 1108.50.

AUDUSD

AUDUSD berpotensi naik menguji resisten 0.6400 – 0.6450 bila melemahnya dolar AS berlanjut. Level support pada kisaran 0.6300 – 0.6335.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Jumat 17/04/2020 pukul 10.07 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.