Jumat, 16 Oktober 2020

  • Harga Obligasi Naik, Seluruh Indeks Return Menguat.  Seluruh indeks return obligasi konvensional maupun sukuk kompak ditutup menguat. Mayoritas harga SUN seri Fixed Rate berlanjut rally dengan rata-rata kenaikan sebesar +24,89bps. Kurva yield PHEI-IGSYC berpola bullish. Rata-rata yield seluruh tenor (1-30tahun) turun –2,76bps dengan penurunan terbesar terjadi di tenor pendek. Transaksi di pasar sekunder meningkat. Total volume naik +12,80% menjadi Rp19,18tn dan total frekuensi naik sebesar +27,10% menjadi 1.529 transaksi. Melanjutkan tren sesi siangnya, pasar obligasi Indonesia ditutup semakin menguat hingga penutupan perdagangan Kamis.  Faktor pendorong kinerja pasar lebih disebabkan oleh respon positif pasar terhadap beberapa sentimen dari dalam negeri yakni terkait komitmen pengadaan vaksin dari Pemerintah untuk rakyat Indonesia dan kinerja ekspor impor yang lebih baik dari konsensus. Selain itu, apresiasi kurs spot Rupiah ke level Rp14.690/US$ atau merupakan yang terkuat dalam sebulan terakhir turut menopang penguatan pasar obligasi domestik. Pasar obligasi berpotensi meneruskan tren positifnya pada akhir pekan ini. Euforia terhadap sentimen positif domestik diperkirakan masih menjadi tenaga penguatan pasar. Namun demikian, bayang-bayang profit taking paska penguatan 6 hari beruntun, potensi lockdown beberapa negara Eropa, dan ketidakjelasan stimulus lanjutan AS diperkirakan dapat meredam penguatan pasar.
  • Bank Indonesia meraih penghargaan The Best Macroeconomic Regulator in Asia Pacific dari The Asian Bankers. Penghargaan diberikan atas keberhasilan dalam menjaga stabilitas makroekonomi Indonesia di tengah kondisi ketidakpastian yang tinggi akibat pandemi COVID-19. Penyerahan penghargaan dilaksanakan secara virtual pada Kamis, 15 Oktober 2020 dalam acara Leadership Achievement Award 2020. The Asian Bankers memandang Bank Indonesia telah menunjukkan keunggulan dalam mengelola kinerja makroekonomi. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan keputusan adalah: i) Kinerja makroekonomi pada 2019 yang baik tercermin antara lain dari pertumbuhan ekonomi yang kuat dan inflasi yang terjaga rendah dan stabil dalam rentang sasaran inflasi selama 5 (lima) tahun berturut-turut; ii) Prospek perekonomian yang menguat pada 2021 didukung perbaikan ekonomi global dan dampak positif stimulus moneter dan fiskal; iii) Sinergi kebijakan yang dilakukan secara nasional dengan Pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KKSK) untuk menjaga stabilitas dan mendukung pemulihan ekonomi; iv) Implementasi kebijakan Bank Indonesia melalui bauran kebijakan akomodatif untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional; dan v) Penerapan protokol kesehatan utk mencegah penyebaran COVID-19 oleh Bank Indonesia guna memastikan keberlangsungan tugas dan kelancaran pelayanan publik. Menerima penghargaan tersebut, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo, menyatakan, penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan dunia internasional terhadap terjaganya kinerja ekonomi Indonesia dan kuatnya sinergi kebijakan antar-otoritas dalam menjaga stabilitas dan memulihkan ekonomi Nasional. Penghargaan yang diterima ini juga akan meningkatkan kepercayaan pelaku ekonomi terhadap langkah-langkah kebijakan yang ditempuh bersama dalam memulihkan ekonomi pascapandemi COVID-19, serta prospek ekonomi Indonesia yang makin baik. The Best Macroeconomic Regulator in Asia Pacific award merupakan penghargaan kepada Bank Sentral yang unggul dalam menjalankan perannya menjaga stabilitas makroekonomi. Award tersebut diselenggarakan oleh The Asian Banker sebagai salah satu penyedia banking intelligence terkemuka sejak 1996 dan telah melakukan penilaian secara regular atas pencapaian bank sentral dan regulator jasa keuangan di kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika. Dalam beberapa tahun terakhir, penghargaan sejenis pernah diterima oleh beberapa bank sentral, yaitu Bank of Japan, Bangko Sentral ng Pilipinas dan State Bank of Vietnam.
  • Neraca perdagangan Indonesia September 2020 kembali mencatat surplus sebesar 2,44 miliar dolar AS. Perkembangan ini melanjutkan surplus bulan sebelumnya sebesar 2,35 miliar dolar AS sehingga neraca perdagangan Indonesia pada triwulan III 2020 mencatat surplus 8,03 miliar dolar AS. Surplus ini meningkat signifikan dibandingkan dengan surplus pada triwulan sebelumnya sebesar 2,89 miliar dolar AS. Bank Indonesia memandang surplus neraca perdagangan tersebut berkontribusi positif dalam menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia. Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal, termasuk prospek kinerja neraca perdagangan. Surplus neraca perdagangan September 2020 terutama dipengaruhi oleh kembali surplusnya neraca perdagangan nonmigas. Neraca perdagangan nonmigas September 2020 mencatat surplus 2,91 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan dengan surplus pada bulan sebelumya sebesar 2,70 miliar dolar AS. Perkembangan ini dipengaruhi peningkatan ekspor nonmigas, terutama pada komoditas besi dan baja, lemak dan minyak hewan/nabati, serta kendaraan dan bagiannya. Sementara itu, impor nonmigas khususnya pada kelompok bahan baku dan barang modal mengalami peningkatan, sejalan aktivitas ekonomi yang berangsur membaik. Adapun neraca perdagangan migas masih mengalami defisit yakni 0,47 miliar dolar AS, dipengaruhi oleh peningkatan impor migas, khususnya hasil minyak, yang lebih besar dibandingkan dengan peningkatan ekspor migas.

EKONOMI GLOBAL

  • Saham Asia berada di bawah tekanan pada hari Jumat (16/10/2020) karena investor mencari tempat berlindung yang aman, seperti dolar AS, khawatir bahwa kebangkitan kasus virus korona dan kurangnya stimulus fiskal AS tambahan akan membuat ekonomi dunia pincang. Tawaran Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis (15/10/2020) untuk meningkatkan ukuran paket stimulus fiskal agar memenangkan dukungan dari Partai Republik dan Demokrat membantu mempersempit kerugian Wall Street, meskipun banyak investor masih percaya kesepakatan tidak mungkin terjadi sebelum pemilihan 3 November. Investor Australia dan Selandia Baru cenderung wait and see pada hari Jumat, terutama setelah ekuitas Selandia Baru naik 6% selama Oktober, kata  penasihat investasi di Hamilton Hindin Greene di Christchurch. Di Wall Street, Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 0,07%, S&P 500 (SPX) 0,15% dan Nasdaq Composite (IXIC) turun 0,47%. Kenaikan tak terduga dalam angka klaim pengangguran mingguan AS menambah kekhawatiran tentang ekonomi dunia yang meleset, terutama dalam menghadapi lonjakan kasus COVID-19 di Eropa. Permintaan safe haven karena tanda-tanda ekonomi AS yang terhenti mendorong indeks dolar 0,398% lebih tinggi setelah menyentuh tertinggi dua minggu di 93,91, sementara yen Jepang menguat 0,08% versus greenback di 105,38 per dolar.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas membukukan kenaikan   $7.05  pada saat penutupan perdagangan hari Kamis di level $ 1908.5 mengabaikan sentimen menguatnya dolar AS karena ketidakpastian stimulus AS. Harga emas berpotensi melanjutkan kenaikan menguji level resisten $1920 karena lonjakan kasus covid19 di seluruh dunia. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia $1897 – $1920.

MINYAK

Abaikan sentimen turunnya cadangan minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan dalam laporan EIA, harga minyak  berakhir melemah  $0.19 di level $40.92  pada hari Kamis.  Harga minyak berpeluang bergerak naik menguji level resisten di $41.50 karena didukung oleh penurunan dalam cadangan minyak AS.  Rentang perdagangan potensial di sesi Asia $40.20 – $41.50.

EURUSD

Ditekan oleh dominasi sentimen penguatan dolar AS dan kekhawatiran akan lonjakan kasus pandemi Covid-19 di Eropa telah memicu penurunan EURUSD di hari Kamis, berakhir melemah 40  pips di level   1.1707.  EURUSD berpeluang melanjutkan penurunan menguji level support di 1.1660 karena terbebani oleh kenaikan kasus covid19 di Eropa yang memicu kekhawatiran pemulihan ekonomi zona eropa. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 1.1660 – 1.2740.

GBPUSD

Terimbas oleh kebijakan lockdown di London dan menguatnya dolar AS telah memberikan sentimen negatif untuk pergerakan GBPUSD di hari Kamis, ditutup melemah 108 pips di level 1.2904. Sentimen rapuhnya pemulihan ekonomi Inggris di tengah kenaikan kasus baru Covid19 dan outlook penguatan dolar AS berpeluang menekan GBPUSD untuk menguji level support 1.2835. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 1.2385 – 1.2955.

USDJPY

Dominannya sentimen penguatan dolar AS dan pesimisnya data aktivtas industri Jepang telah mendorong naik USDJPY di hari Kamis, berakhir menguat 28 pips di level 105.45.  Selama tidak mampu menembus level resisten 105.60 USDJPY berpeluang melanjutkan penurunan menguji level support 105.00. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 105.00 – 105.80.  

AUDUSD

Abaikan optimisnya data tenaga kerja Australia, AUDUSD tetap melemah di hari Kamis, ditutup turun 69 pips di level 0.7094 karena sentimen menguatnya dolar AS dan turunnya harga komoditas. Outlook menguatnya dolar AS dan melemahnya harga komoditas tembaga berpeluang menekan AUDUSD menguji level support 0.7020.  Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 0.7020 – 0.7155.  

NIKKEI

Terbebani sentimen hindar aset berisiko karena kenaikan kasus Covid-19 global dan ketidakpastian stimulus AS telah menekan turun indeks Nikkei di hari Kamis, berakhir melemah  45 poin di level 23495. Indeks Nikkei berpeluang melanjutkan penurunan menguji level support 23245 karena tertekan oleh kekhawatiran pemulihan ekonomi seiring meningkatnya kasus baru Covid19. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia   23245 – 23675.  

HANGSENG

Sentimen hindar aset berisiko dan ketegangan AS-Tiongkok setelah AS dilaporkan berusaha memasukan afiliasi Ant Group ke dalam daftar hitam telah menekan turun indeks Hang Seng di hari Kamis, ditutup turun  321 poin di level 24165.  Selama bergerak di bawah resisten 24300 indeks Hang Seng berpeluang bergerak turun menguji level support 23785. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 23785 – 24460.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.