Jumat, 15 November 2019

  • Ketiga indeks return obligasi tipe konvensional ditutup menguat tipis pada perdagangan kemarin. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) naik +0,02% ke level 272,8729; INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) naik +0,02% ke level 267,8405; dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) naik +0,03% ke level 296,3421. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak mixed dengan rata-rata yield tenor 1-30 tahun naik +1,90bps. Kenaikan yield dialami kelompok tenor pendek (<5tahun) dan panjang (>7tahun) masing-masing sebesar +0,39bps dan +2,54bps. Sedangkan rata-rata yield tenor menengah (5-7tahun) turun –0,96bps. Dengan demikian INDOBeXG-Effective Yield naik tipis +0,0009poin ke level 6,9286.Harga seri benchmark bergerak variatif dengan rata-rata naik sebesar +6,06bps. Penurunan harga SUN terjadi pada FR0078 dan FR0079 sebesar –3,23bps dan –3,82bps. Sedangkan kenaikan harga terjadi pada FR0068 dan FR0077 sebesar +9,08bps dan +22,21bps. Secara keseluruhan, harga SUN seri FR dan ORI juga bergerak variatif dengan rata-rata turun sebesar –2,19bps. Oleh karenanya INDOBeXG-Clean Price terpantau turun tipis yakni –0,005% ke level 115,3235. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder berlangsung kurang semarak. Total frekuensi turun –20,05% menjadi 658 transaksi dan total volume turun –14,51% menjadi Rp10,71tn. Transaksi SUN benchmark juga terpantau belum semarak dengan total volume sebesar Rp2,87tn (-1,90%) dalam 68 transaksi (-40,87%). FR0076 bertahan menjadi SBN yang teraktif dengan 118 transaksi sedangkan FR0082 mencatat volume terbesar yakni senilai Rp2,99tn. Pada transaksi obligasi korporasi, BCAF03ACN1 menjadi seri teraktif ditransaksikan yakni sebanyak 15 kali, dan sekaligus mencatatkan total volume terbesar Rp411miliar. Pada sesi perdagangan Kamis kemarin, kinerja pasar obligasi domestik terpantau terbatas. Sideways-nya gerak pasar kemarin tercermin dari tipisnya perubahan imbal hasil obligasi negara yang hanya berubah dalam rentang –1,19bps hingga +3,26bps. Alhasil kondisi tersebut turut mendorong tipisnya perubahan indeks return obligasi konvensional serta syariah. Selain itu, berlanjutnya tren penurunan aktivitas perdagangan di pasar sekunder baik dari sisi volume maupun frekuensi turut mengindikasikan adanya sikap wait and see pelaku pasar terhadap sentimen yang dirilis menjelang akhir pekan seperti perkembangan hubungan dagang AS-China, rilis data terbaru industrial production China, hingga data ekspor impor Indonesia periode Oktober yang diproyeksi masih melambat. Dari sisi persepsi risiko, indikator risiko investor global terhadap pasar domestik yang terlihat dari CDS Indonesia tenor 5-tahun naik +0,62bps ke level 73,73. Pasar obligasi domestik diprediksi masih bergerak terbatas pada perdagangan Jumat ini. Masih belum jelasnya rencana pertemuan lanjutan dari AS-China serta wait & see pasar terhadap kinerja ekspor impor diperkirakan masih menjadi concern yang akan menahan minat investor untuk lebih aktif bertransaksi

EKONOMI GLOBAL

  • Ketua Dewan Gubernur Federal Reserve Jerome Powell, mengatakan dalam kesaksian tertulis pada hari Rabu bahwa ekonomi A.S. berada dalam kondisi baik, tetapi The Fed mengawasi risiko yang lebih luas. Dia juga mengindikasikan bahwa bank sentral tidak mungkin mempertahankan suku bunga, setelah melonggarkan kebijakan moneter tiga kali tahun ini. Selain itu pasar juga akan terus memperhatikan perkembangan dagang AS-Tiongkok. Zona Euro akan Final CPI pada jam 17:00 WIB dan Data Retail Sales AS pada jam 20:30 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang bergerak naik menguji level resisten di 1472 – 1477 karena di dukung oleh ketidakpastian kesepakatan perang dagang AS-Tiongkok. Namun Komentar The Fed bahwa ekonomi A.S. berada di jalurnya berpeluang menekan harga emas menguji level support di 1463 – 1458.

MINYAK

Harga minyak berpotensi bergerak turun menguji level support di 56.40 – 56.00 karena persediaan minyak AS naik lebih dari yang diharapkan. Resisten harga minyak berada pada kisaran 57.30 – 57.80.

EURUSD

EURUSD berpeluang bergerak naik menguji level resisten di 1.1055 – 1.1085 karena tertopang oleh Dolar AS mengalami kesulitan di tengah ketidakpastian seputar hubungan perdagangan AS-Tiongkok. Support EURUSD berada pada kisaran 1.0990 – 1.0970.

GBPUSD

Harapan untuk kesepakatan Brexit bertahan menjelang pemilihan umum Inggris berpeluang menopoang kenaikan GBPUSD menguji level resisten di 1.2910 – 1.2940. Support GBPUSD barada pada kisaran 1.2845 – 1.2820.

USDJPY

USDJPY berpotensi bergerak turun menguji level support di 108.20 – 108.00 jika data Revised Industrial Production Jepang dirilis lebih baik dari perkiraan. Resisten USDJPY berada pada kisaran 108.75 – 108.95.

AUDUSD.

AUDUSD berpeluang bergerak turun menguji level 0.6770 – 0.6750 karena tertekan oleh ketidakpastian kesepakatan perdagangan antara AS-Tiongkok. Resisten AUDUSD berada pada kisaran 0.6820 – 0.6840.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Jumat 15/11/2019 pukul 10.05WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.