Jumat, 14 Agustus 2020

  • Pelemahan Harga Obligasi Berlanjut Hingga Akhir End of Day. Indeks return obligasi Indonesia tipe konvensional ditutup melemah terbatas pada perdagangan Kamis. Koreksi harga berlanjut mewarnai mayoritas seri SUN tipe fixed rate namun dengan penurunan rata-rata lebih rendah dari sesi siang yakni sebesar –8,12bps (vs –12,82bps). Kurva yield PHEI-IGSYC bergerak mixed dengan tekanan naik terjadi pada yield tenor 4-tahun hingga 18-tahun. Aktivitas transaksi obligasi di pasar sekunder kembali meningkat. Total volume naik +7,89% menjadi Rp19,01tn dan total frekuensi naik +21,61% menjadi 2.110 transaksi. Senada dengan sesi siang, pelemahan harga yang terjadi lebih karena aksi profit taking ditengah minimnya sentimen lanjutan. Yang mana juga tercermin dari pola mixed kurva yield PHEI-IGSYC. Hari ini pasar juga dibayangi konflik geopolitik China dan India yang semakin memanas. Kurs spot Bloomberg sore ini ditutup melemah ke level Rp14.775/US$ dari Rp14.760/US$. Pasar obligasi diprediksi bergerak terbatas pada perdagangan Jumat. Aksi trading diperkirakan masih akan menjadi penggerak pasar. Tren pelemahan Rupiah serta memanasnya hubungan China dan India dapat menjadi faktor yang menahan laju penguatan harga obligasi. Namun membaiknya data tenaga kerja di AS akan menjadi katalis positif. Hari ini pasar juga diwarnai wait and see data Current Account Indonesia Q2-2020 yang rencana awal rilis kemarin.
  • Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia mengindikasikan berlanjutnya perlambatan kenaikan harga properti residensial di pasar primer. Hal ini tercermin dari kenaikan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) triwulan II 2020 sebesar 1,59% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan 1,68% (yoy) pada triwulan sebelumnya. Perkembangan ini disebabkan oleh perlambatan kenaikan harga pada properti residensial tipe kecil. Perlambatan IHPR diprakirakan akan berlanjut pada triwulan III 2020 dengan pertumbuhan sebesar 1,19% (yoy). Volume penjualan properti residensial pada triwulan II 2020 masih tercatat menurun. Hasil survei mengindikasikan bahwa penjualan properti residensial mengalami kontraksi 25,60% (yoy), meski tidak sedalam kontraksi 43,19% (yoy) pada triwulan sebelumnya. Penurunan penjualan properti residensial pada triwulan II 2020 terjadi pada seluruh tipe rumah. Hasil survei menunjukkan bahwa pembiayaan pembangunan properti residensial oleh pengembang terutama bersumber dari nonperbankan. Hal itu tercermin pada pembiayaan pembangunan yang bersumber dari dana internal pengembang yang mencapai 67,67% dari total kebutuhan modal. Sementara di sisi konsumen, pembelian properti residensial menggunakan fasilitas KPR sebagai sumber pembiayaan utama. Pangsa konsumen yang menggunakan fasilitas KPR dalam pembelian properti residensial adalah sebesar 78,41%.

EKONOMI GLOBAL

  • Dolar AS melemah pada  perdagangan hari  Kamis (13/8/2020), di tengah memudarnya harapan untuk stimulus ekonomi tambahan sementara angka inflasi mengejutkan naik. Ketidakmampuan anggota parlemen AS untuk mencapai konsensus apa pun mengenai paket stimulus Covid-19 terbaru di negara itu turut menjadi beban dolar AS.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas kembali bergerak naik di hari Kamis, berakhir menguat  $36.97  di level $ 1953.69 karena dipicu pelemahan dolar AS, kekhawatiran penyebaran virus korona dan ketegangan antara AS dengan Tiongkok, hari ini harga emas berpotensi menguat menguji level resisten 1970 – 1980 selama mampu terus bergerak di atas level 1940 – 1930.

MINYAK

Harga minyak ditutup turun $0.01   di level $42.54  pada hari Kamis, hari ini harga minyak berpotensi bergerak turun menguji level support 41.80 – 41.50 karena pasar yang mencerna laporan bulanan terbaru dari IEA yang menunjukkan permintaan minyak global akan turun lebih besar dari proyeksi sebelumnya untuk tahun 2020 dan 2021. level resisten  harga minyak berada pada level 42.85 – 43.20.

EURUSD

EURUSD bergerak naik di hari Kamis,  dtutup menguat  29 pips di level 1.1814 karena dolar AS yang melemah. Hari ini EURUSD berpotensi melanjutkan kenaikan menguji level resisten 1.1830 – 1.1860 selama terus mampu bertahan di atas level support 1.1765 – 1.1735.

GBPUSD

GBPUSD  berakhir naik 34 pips di level 1.3066  karena dominannya sentimen pelemahan dolar AS. GBPUSD berpotensi melanjutkan kenaikan menguji level resisten 1.3080 – 1.3105. Level Support GBPUSD berada pada level 1.3020 – 1.3000.

USDJPY

USDJPY  berakhir turun sebesar 2 pips di level 106.92 pada hari Kamis, hari ini USDJPY berpotensi bergerak naik menguji level resisten 107.30 – 107.50 karena melemahnya dolar AS dan optimisnya data Jepang.  Level support USDJPY berada pada level 106.75 – 106.50.

AUDUSD

AUDUSD di hari Kamis ditutup melemah sebesar 13 pips di level 0.7149. AUDUSD berpotensi bergerak turun menguji support 0.7100 – 0.7080. karena data ekonomi Tiongkok dirilis lebih rendah dari perkiraan. Level resisten AUDUSD berada pada level 0.7160 – 0.7185.

Nikkei

Indeks Nikkei berakhir naik 5  poin di level 23200 karena Terbantu oleh sentimen optimisnya data PPI Jepang, Hari ini indeks Nikkei berpeluang lanjutkan kenaikan menguji level resisten 23430 – 23560 selama mampu bertahan di atas level 23100 – 22980.

Hang Seng

Indeks Hang Seng berakhir melemah 246  poin di level 25095. Hari ini indeks Nikkei berpotensi melemah menguji level support 22840 – 24680 karena data Tiongkok yang dirilis lebih rendah dari perkiraan. Level resisten indeks Hang Seng berada pada level 25450 – 25500.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.