Jumat, 13 September 2019

  

  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) berbalik menguat sebesar +0,12% ke level 265,8723 pada akhir sesi end of day INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) juga terpantau naik masing-masing ke level 260,9352 (+0,13%) dan ke level 289,0047 (+0,06%). Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak bullish. Rata-rata yield pada tenor 1-30 tahun turun sebesar –1,56bps. Adapun penurunan rata-rata yield pada masing-masing kelompok tenor tercatat sebesar: pendek (<5tahun) -1,05bps; menengah (5-7tahun) -0,18bps; dan panjang (>7tahun) -1,83bps. INDOBeXG-Effective Yield Kamis kemarin turun –0,0163poin ke level 7,1815. Harga seluruh seri SUN benchmark bergerak rebound. Penguatan harga SUN acuan terjadi di rentang +7,86bps hingga +32,78bps dan mencatatkan rata-rata sebesar +24,16bps. Secara keseluruhan, harga SUN seri FR juga dominan menguat dengan rata-rata harga naik +11,96bps. Sedangkan rata-rata harga seri ORI turun –0,92bps. INDOBeXG-Clean Price kemarin menguat +0,11% ke level 113,7820. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder masih terpantau sepi. Total volume turun –21,97% menjadi sebesar Rp10,87tn, dan total frekuensi turun –2,09% menjadi 751 transaksi. Transaksi SUN benchmark kemarin juga terpantau belum semarak dengan total volume Rp1,70tn (-65,16%) dalam 107 transaksi. Seri FR0082 mencatat total volume transaksi terbesar dengan total nilai Rp1,44tn; sedangkan frekuensi teraktif dicatatkan FR0075 sebanyak 171 kali. Pada obligasi korporasi, total volume terbesar dan frekuensi teraktif dicatatkan 1 seri yang sama yakni SIMORA01BCN1 dalam 12 transaksi dan total volume Rp510miliar. Pasar obligasi domestik menunjukkan performa positif pada perdagangan kemarin. Harga 32 seri SUN FR menguat pada rentang +0,24bps hingga +57,50bps. Tingkat imbal hasil SBN juga dominan bullish. Dari 30 tenor, hanya 4 tenor yang terpantau naik selebihnya turun di antara –0,002bps hingga –3,38bps. Rebound-nya mayoritas harga FR disebabkan oleh semakin meredanya tensi perang dagang AS-China setelah kedua negara memutuskan untuk menunda penerapan tarif baru. Penundaan tersebut turut berdampak pada penguatan Rupiah di pasar spot hingga +66,0poin yang semakin menambah amunisi bagi performa pasar SUN. Namun demikian, aktivitas pasar sekunder obligasi masih belum semarak terpicu oleh wait and see hasil rapat Bank Sentral Eropa (ECB). Performa positif pasar obligasi diprediksi akan berlanjut hingga akhir pekan ini. Diketahui, meskipun ECB mempertahankan suku bunga acuannya di level 0,00%, namun ECB memutuskan untuk mengaktifkan kembali program Quantitative Easing-nya. Berbeda halnya dengan pasar SUN, IHSG terpantau ditutup melemah –0,62% di level 6.342,17. Rally harga diprediksi berlanjut pada perdagangan hari ini. Keputusan ECB untuk mengaktifkan kembali program stimulus, Quantitative Easing, senilai 20 miliar Euro/bulan yang akan aktif per 1 November diperkirakan akan semakin memberikan daya tarik bagi investor obligasi. Seperti yang dilansir dari Reuters, QE kali ini akan dilakukan tanpa batas waktu selama masih dibutuhkan guna memberikan stimulus perekonomian zona Euro.

EKONOMI GLOBAL

  • Euro mampu bertahan stabil terhadap dolar pada hari Jumat (13/9) meskipun Bank Sentral Eropa melanjutkan pembelian utang pemerintah dari November untuk mendukung ekonomi yang lesu. Optimisme pada negosiasi dagang AS-Tiongkok terus mendorong imbal hasil Treasury lebih tinggi dan berpotensi membebani mata uang safe-haven. Selanjutnya pasar akan tertuju pada Federal Reserve AS yang diperkirakan akan memangkas suku bunga minggu depan sementara pelonggaran ECB menekan Bank of Japan untuk mengikutinya. Movers lainnya adalah Data Core Retail Sales AS Dan Prelim UoM Consumer Sentiment yang mulai dirilis pukul 19:30 WIB akan menjadi katalis bagi pergerakan harga emas.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi bergerak naik dalam jangka pendek menguji level resisten di 1505 – 1510 karena tertopang oleh ECB yang umumkan program pembelian obligasi baru yang masif dan memangkas suku bunga acuan sebesar 10 basis poin menjadi -0.5%. Namun optimisme dagang AS-Tiongkok berpeluang menekan harga emas menguji level 1490 – – 1485.

MINYAK

Harga minyak berpotensi bergerak turun menguji level support di 53.95 – 53.40 seiring OPEC yang tidak membicarakan proyeksi pemangkasan produksi lebih lanjut pada pertemuan di Abu Dhabi (12/9), serta kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global juga turut mengurangi perminataan minyak. Resisten harga minyak berada pada level 56.20 – 56.80.

EURUSD

Pasar yang telah mengantisipasi pemangkasan suku bunga European Central Bank (ECB) pada pertemuan hari Kamis (12/9) berpotensi berbalik menopang kenaikan EURUSD menguji level resisten 1.1110 – 1.1140. Namun jika harga bergerak turun EURUSD berpotensi menguji level support di 1.0985 – 1.0960.

GBPUSD

Laporan bahwa bahwa Uni Eropa siap untuk memberikan perpanjangan Brexit lain ke Inggris untuk mencegah negara meninggalkan EU tanpa kesepakatan, berpeluang menopang GBPUSD menguji level resisten di 1.2385 – 1.2400. Support GBPUSD berada pada kisaran 1.2280 – 1.2260.

USDJPY

Optimisme pada negosiasi AS-Tiongkok telah menopang minat pelaku pasar terhadap aset beresiko, USDJPY bergerak naik menguji level resisten di 108.40 – 108.65. Jika bergerak turun USDJPY berpotensi menguji level support di 107.80 – 107.50.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek menguji level support di 0.6840 – 0.6820. Namun mencairnya hubungan dagang AS-Tiongkok berpeluang menopang AUDUSD menguji level resisten di 0.6895 – 0.6920.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Jumat 13/09/2019 pukul 10.11WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.