Jumat, 13 Maret 2020

  • Persepsi Risiko Naik, Yield Curve PHEI Bearish. Seluruh indeks return obligasi domestik turun pada perdagangan Kamis. Harga obligasi negara seri-seri FR dan ORI kompak terkoreksi dengan rata-rata perubahan sebesar –83,42bps. Yield obligasi negara dan korporasi juga tertekan naik pada seluruh tenornya. Aktivitas perdagangan meningkat dimana total frekuensi menjadi 1.722 transaksi (+29,47%) dan total volume menjadi Rp46,27tn (+83,15%). Faktor penekan kinerja pasar diperkirakan berasal dari peningkatan persepsi risiko pasar terhadap Covid-19 yang statusnya sudah menjadi “pandemi”. Penutupan penerbangan dari Eropa ke US dan lockdown beberapa negara turut menambah kekhawatiran resesi ekonomi.  Indikator risiko CDS Indonesia tenor 5-tahun naik hingga +46,58bps dalam sehari ke level 193,15. Pada perdagangan Jumat, pasar obligasi Indonesia berpotensi masih meneruskan tren negatif. Risiko resesi global yang semakin meningkat seiring belum juga meredanya wabah Corona yang kian meluas ke 116 negara diperkirakan masih men-drive pergerakan pasar SBN. Selain itu, ditutupnya bursa saham AS yang anjlok hampir 10% akan turut menaikkan ekspektasi risiko.
  1. Meningkatkan intensitas triple intervention agar nilai tukar Rupiah bergerak sesuai dengan fundamentalnya dan mengikuti mekanisme pasar. Untuk itu, Bank Indonesia akan mengoptimalkan strategi intervensi di pasar DNDF, pasar spot, dan pasar SBN guna meminimalkan risiko peningkatan volatilitas nilai tukar Rupiah.
  2. Menurunkan rasio Giro Wajib Minimum (GWM) Valuta Asing Bank Umum Konvensional, dari semula 8% menjadi 4%, berlaku mulai 16 Maret 2020. Penurunan rasio GWM Valas tersebut akan meningkatkan likuiditas valas di perbankan sekitar 3,2 miliar dolar AS dan sekaligus mengurangi tekanan di pasar valas.
  3. Menurunkan GWM Rupiah sebesar 50bps yang ditujukan kepada bank-bank yang melakukan kegiatan pembiayaan ekspor-impor, yang dalam pelaksanaannya akan berkoordinasi dengan Pemerintah. Kebijakan ini diharapkan dapat mempermudah kegiatan ekspor-impor melalui biaya yang lebih murah. Kebijakan akan diimplementasikan mulai 1 April 2020 untuk berlaku selama 9 bulan dan sesudahnya dapat dievaluasi kembali.
  4. Memperluas jenis underlying transaksi bagi investor asing sehingga dapat memberikan alternatif dalam rangka lindung nilai atas kepemilikan Rupiah.
  5. Menegaskan kembali bahwa investor global dapat menggunakan bank kustodi global dan domestik dalam melakukan kegiatan investasi di Indonesia.

EKONOMI GLOBAL

  • Sentimen hindar aset berisiko seperti indeks saham berpotensi masih akan berlanjut dalam jangka pendek di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap penyebaran virus Korona serta kecewanya pasar terhadap langkah-langkah moneter yang dilakukan bank sentral utama global. Selain itu dalam kejatuhan indeks saham berpotensi ikut menyeret turun harga emas, di tengah outlook investor melikuidasi kepemilikan mereka untuk menahan posisi margin call di indeks saham. Sentimen lain yang berpeluang memicu pergerakan hari ini adalah kembali munculnya ketegangan di Timur tengah pasca tewasnya dua warga negara Amerika Serikat dan seorang warga negara Inggris dalam sebuah serangan yang terjadi di Irak.

Potensi Pergrerakan

EMAS

Harga emas berpeluang turun dalam jangka pendek jika aksi likuiditas logam mulia oleh para pelaku pasar karena kebutuhan untuk menjaga posisi di indeks saham masih berlanjut untuk menguji level support di $1550 – $1535. Namun, jika pasar kemblai melakukan aksi bargain hunting pasca kejatuhan akhir-akhir ini serta hindar aset berisiko, maka harga emas berpeluang untuk naik menguji resisten di $1585 – $1600.

MINYAK

Ketegangan yang terjadi di Timur Tengah yang menyebabkan tewasnya warga negara Amerika Serikat dan Inggris berpeluang memicu kenaikan harga minyak dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di $32.00 – $33.00. Namun, jika pasar kembali cemaskan outlook kelebihan suplai karena peningkatan produksi oleh para produsen besar, maka harga minyak berpeluang turun untuk menguji level support di $30.40 – $29.00.

EURUSD

Kecewanya pasar terhadap kebijakan terbaru dari European Central Bank yang tidak memangkas suku bunga acuan meskipun luncurkan stimulus yang lebih besar berpotensi memicu penurunan EURUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.1140 – 1.1080. EURUSD berpeluang naik, menguji resisten di 1.1220 – 1.1200 jika dapatkan katalis positif dari perilisan data inflasi Jerman yang optimis pukul 14:00 WIB.

GBPUSD

Aksi hindar aset berisiko, outlook no-deal Brexit serta stimulus pemerintah Inggris yang dipandang kurang menggebrak oleh pasar berpeluang memicu penurunan GBPUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.2500 – 1.2400. Jika bergerak naik, level resisten terlihat di 1.2600 – 1.2700.

USDJPY

USDJPY berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek, menguji level resisten di 105.30 – 106.00 jika pasar menyambut baik rencana Bank of Japan yang menawarkan untuk menyuntikan dana 500 miliar yen ke dalam sistem memalui operasi repo yang tidak terjadwal. Namun, jika pasar kembali hindari aset beisiko karena viru Korona, maka USDJPY berpotensi bergerak turun untuk menguji level support di 104.30 – 105.00.

AUDUSD

Kejatuhan harga komoditas seperti emas dan tembaga serta pasar yang menjauhi aset berisiko bepreluang memicu penurunan AUDUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 0.6230 – 0.6170. Jika bergerak naik, level resisten terlihat di 0.6310 – 0.6380.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Jumat 13/03/2020 pukul 10.07 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.