Jumat, 12 Juni 2020

  • Pasar Obligasi Bullish Pada Perdagangan Kamis.Indeks return obligasi Indonesia baik konvensional maupun sukuk kompak mencatatkan positive return harian. Dari 43 SBN fixed rate yang beredar di pasar, hanya harga 2 seri yang terkoreksi sedangkan sisanya menguat dengan rata-rata perubahan sebesar +40,02bps. Yield SBN berpola bullish dengan rata-rata seluruh tenor (1-30tahun) turun sebesar –4,01bps. Penurunan yield terbesar terjadi pada kelompok tenor menengah. Total volume perdagangan di pasar sekunder turun menjadi Rp16,36tn (-2,79%). Namun total frekuensi naik signifikan dari 993 transaksi menjadi 5.317 transaksi yang salah satunya dipicu oleh SR012 seiring telah berakhirnya masa holding period seri tersebut. Senada dengan sesi siangnya, penguatan kinerja pasar hari ini lebih dipicu oleh faktor trading pelaku pasar dalam memaanfaatkan tren penurunan harga dalam beberapa hari terakhir. Pada hari ini pasar lebih diwarnai oleh sentimen negatif diantaranya pesimisme Gubernur The Fed terhadap pemulihan ekonomi AS hingga pelemahan kurs Rupiah. Pada perdagangan akhir pekan, penguatan pasar obligasi berpotensi mereda. Sentimen yang menahan laju penguatan pasar diperkirakan berasal dari antisipasi pasar atas penyebaran Covid-19 di Indonesia yang terus meningkat, serta rilis kebijakan terbaru The Fed dimana Gubernur The Fed pesimis terkait pemulihan ekonomi dan tidak tercapainya target inflasi dalam jangka pendek. Sebagai informasi, bursa saham Amerika anjlok hampir –7% pada hari kemarin.
  • Survei Konsumen Bank Indonesia pada Mei 2020 mengindikasikan pelemahan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi masih berlanjut. Hal tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Mei 2020 sebesar 77,8, lebih rendah dibandingkan dengan 84,8 pada April 2020. Melemahnya optimisme konsumen terjadi pada seluruh kategori responden, baik menurut tingkat pengeluaran maupun kategori kelompok usia. Secara spasial, keyakinan konsumen menurun di 14 kota yang disurvei, dengan penurunan terdalam di kota Manado, diikuti Mataram dan Ambon. Melemahnya optimisme konsumen terutama disebabkan oleh menurunnya persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini, dengan penurunan terdalam pada indeks ketersediaan lapangan kerja saat ini. Sementara di sisi ekspektasi, konsumen masih relatif optimistis terhadap perkiraan kondisi ekonomi pada 6 bulan mendatang meskipun tidak sekuat perkiraan bulan sebelumnya. Konsumen juga masih cukup optimistis dengan prakiraan ketersediaan lapangan kerja yang membaik dan penghasilan yang meningkat pada 6 bulan mendatang, seiring dengan prakiraan meredanya pandemi COVID-19 di Indonesia.

EKONOMI GLOBAL

  • Pound jatuh tajam terhadap dolar pada hari Kamis, dan risiko berakhirnya kemenangan beruntun tiga minggu karena taruhan terhadap sterling mencapai tertinggi dalam delapan bulan di tengah kekhawatiran Brexit yang sedang berlangsung. Kekhawatiran Brexit yang berkembang telah memburuk sentimen terhadap pound karena risiko UK meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan perdagangan meningkat.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi bergerak turun menguji level 1720 – 1715 karena dolar AS yang pulih karena data dirilis lebih baik dari perkiraan, Namun melemahnya aset beresiko berpotensi menopang kenaikan harga emas menguji level resisten 1735 – 1740.

MINYAK

Kekhawatiran akan meningkatnya kasus coronavirus dan ketidakpastian permintaan di tangah naiknya cadangan minyak AS berpotensi menekan harga minyak menguji level support di 34.00 – 33.50. Level resisten harga minyak berada pada level 36.50 – 37.1

EURUSD

EURUSD berpotensi bergerak turun menguji level support di 1.1250 – 1.1235 karena tertekan oleh sentimen penguatan dolar AS dan melemahnya pasar aset beresiko. level resisten di EURUSD berada pada kisaran 1.1330 – 1.1360.

GBPUSD

GBPUSD berpotensi bergerak turun menguji level support di 1.2505 – 1.2480 karena tertekan oleh Kekhawatiran outlook no-deal Brexit dan spekulasi suku bunga negatif. Level resisten GBPUSD berada di 1.2625 – 1.2655.

USDJPY

USDJPY berpotensi bergerak naik menguji level resisten di 107.20 – 107.55 karena sentimen penguatan dolar AS lebih lanjut. Level support USDJPY berada di level 106.50 – 106. 25.

AUDUSD

AUDUSD berpotensi bergerak turun menguji level support di 0.6770 – 0.6750 karena Kekhawatiran akan ketegangan Australia –  Tiongkok ditambah turunnya harga tembaga. Level resisten AUDUSD berada pada level 0.6860 – 0.6895.  

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa TengahPerhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.