Jumat, 11 September 2020

  • Koreksi Harga Berlanjut, ICBI Ditutup Melemah –0,13%. Indeks return obligasi Indonesia, ICBI dan INDOBeXG-TR, sore ini ditutup semakin melemah dibanding kemarin. Rata-rata harga SUN seri fixed rate turun –16,91bps dari sebelumnya turun –4,72bps di sesi siang.  Kurva yield PHEI-IGSYC berpola bearish. Kenaikan yield terjadi pada rentang +1,73bps hingga +6,36bps. Total volume transaksi turun –18,11% menjadi Rp19,64tn dan total frekuensi turun –13,44% menjadi 1.269 transaksi.  Terkoreksinya harga seri obligasi sore ini disebabkan oleh diterapkannya kembali PSBB di Jakarta mulai 14 September mendatang. Kebijakan tersebut kembali diambil lantaran lonjakan kasus Covid-19 yang terus meningkat. Bahkan hari ini, kasus baru di Indonesia mencapai 3.861 kasus dengan Jakarta sebagai penyumbang terbesar yakni 1.274 kasus. Rupiah di pasar spot langsung melemah ke level Rp14.855/ US$ dan semakin menambah tekanan bagi pasar obligasi. IHSG bahkan turun hingga –5,01% ke level 4.891,46. Koreksi harga diperkirakan akan berlanjut hingga hari terakhir perdagangan pekan ini. Kasus Covid-19 yag terus berada dalam tren meningkat terutama di Jakarta pada akhirnya memaksa pemerintah untuk menerapkan kembali PSBB di Jakarta dan semakin mendorong ekspektasi pasar terhadap ancaman resesi. Terlebih lagi Rupiah juga turut melemah yang diperkirakan karena investor kembali memegang instrumen safe have assets.

EKONOMI GLOBAL

  • Outlook Optimis dari European Central Bank yang mempertahankan kebijakan moneternya semalam nampak lebih baik dari kondisi ekonomi AS dengan tingkat klaim pengangguran mingguan yang tetap tinggi. Tetapi ketegangan Inggris dan Zona Euro terkait RUU baru yang akan mengubah kesepakatan awal Brexit, serta kebakaran hutan di pesisir barat AS memicu aksi beli dolar AS kembali sebagai aset likuid.

Peluang Pergerakan

Emas

Harga emas ditutup turun $0.37 setelah kebakaran hutan di pantai barat AS, memicu kembali minat beli dolar AS sebagai aset likuid. Berakhir pada level $1946.39.  Bila dolar AS masih terus diminati pasar dan harga menembus ke bawah level $1940, harga emas berpeluang turun menguji support $1935. Potensi rentang harga di sesi Asia: $1935 – $1953.

Minyak

Outlook melambatnya permintaan minyak mentah dan bertambahnya cadangan minyak AS telah menekan harga minyak pada hari Kamis. Turun sebesar $0.78 di level $37.00. Sentimen oversupply dan rendahnya permintaan minyak mentah berpotensi menekan harga minyak turun menguji support $36.40. Potensi rentang harga di sesi Asia: $36.40 – $37.90.

EURUSD
Ditopang oleh outlook optimis ECB yang tidak mengubah suku bunganya di tengah kembali menguatnya dolar AS, EURUSD berakhir naik sebesar 9 pips di level 1.1814 pada perdagangan hari Kamis.  EURUSD berpotensi naik menguji resisten 1.1865 bila optimisme outlook ECB berlanjut dan harga naik ke atas level 1.1845. Data Final CPI Jerman jam 13:00 WIB berpeluang menjadi penggerak pasar. Potensi rentang harga di sesi Asia: 1.1790 – 1.1865.

GBPUSD

Dipicu kekhawatiran akan runtuhnya perjanjian Brexit dan ancaman Ultimatum Uni Eropa terhadap Inggris, GBPUSD turun tajam sebesar 190 pips di level 1.2809 pada akhir perdagangan hari Kamis.
Kekhawatiran runtuhnya kesepakatan Brexit berpotensi menekan GBPUSD turun menguji support 1.2760. Laporan ekonomi Inggris jam 13:00 WIB berpeluang menjadi penggerak harga. Potensi rentang harga di sesi Asia: 1.2760 – 1.2855.

USDJPY
Masih diminati sebagai aset aman di tengah kenaikan saham teknologi, USDJPY berakhir turun sebesar 6 pips di level 106.13 pada hari Kamis.  Masih diminatinya yen Jepang sebagai aset aman paling stabil berpotensi menekan USDJPY turun menguji support 105.80 bila harga turun di bawah level 106.00. Potensi rentang harga di sesi Asia: 105.80 – 106.50.

AUDUSD
Berbalik menguatnya dolar AS di sesi Kamis malam telah menekan AUDUSD turun  sebesar  24 pips ke level 0.7258. AUDUSD berpotensi naik menguji resisten 0.7295 bila harga bertahan di atas 0.7245 dan harga logam tembaga kembali menguat. Potensi rentang harga di sesi Asia: 0.7225 – 0.7295.

Indeks Nikkei

Kenaikan pada saham-saham sektor teknologi di AS masih belum mampu menopang indeks Nikkei, ditutup turun 65 point ke level 22945 di akhir sesi Kamis.  Dibuka gap atas pada pagi hari ini, Indeks Nikkei berpotensi naik menguji resisten 23115 bila harga bertahan di atas level 22975. Potensi rentang harga di sesi Asia: 22890 – 23115.

Indeks Hang Seng 

Masih terfokus pada ketegangan AS – Tiongkok dan kekhawatiran terhambatnya pemulihan ekonomi dunia, menekan kembali indeks Hang Seng turun sebesar 396 point ke level 24228 di akhir sesi Kamis.
Indeks Hang Seng berpeluang turun menguji support 24000 jika sentimen ketegangan AS – Tiongkok masih menjadi kendala sentimen pelaku pasar hari ini. Potensi rentang harga di sesi Asia: 24000 – 24415 .

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.