Jumat, 11 Oktober 2019

  • Pasar obligasi Indonesia menguat tipis pada perdagangan kemarin. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) naik +0,006% ke level 267,5404; INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) juga naik sebesar +0,003% ke level 262,4630 serta INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) naik sebesar +0,032% ke level 291,7413. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) juga terlihat berubah tipis dengan rata-rata yield pada tenor 1-30 tahun naik sebesar +0,05bps. Pergerakan rata-rata yield pada masing-masing kelompok tenor tercatat sebesar: pendek (<5tahun) turun –0,94bps; menengah (5-7tahun) turun –0,03bps; dan panjang (>7tahun) naik +0,23bps. Kinerja INDOBeXG-Effective Yield terpantau naik tipis +0,0006poin ke level 7,1718. Harga kelompok seri SUN benchmark dominan melemah dengan rata-rata turun sebesar –12,06bps. Penguatan harga hanya dicatatkan FR0078 yakni sebesar +1,07bps sedangkan ketiga seri lainnya kompak mencatatkan pelemahan harga pada rentang –2,50bps hingga –24,50bps. Secara keseluruhan, harga SUN seri FR dan ORI bergerak variatif dengan rata-rata perubahan harga turun –2,48bps. INDOBeXG-Clean Price kemarin ditutup melemah –0,02% ke level 113,7880. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder kemarin menurun. Total frekuensi turun menjadi 718 kali transaksi (-19,42%) sedangkan total volume menjadi sebesar Rp9,11tn (-35,63%). Penurunan tersebut lebih disebabkan oleh obligasi Negara tenor panjang dimana frekuensinya turun 62 transaksi dan volumenya turun Rp2,09tn dalam sehari. FR0075 menjadi SBN teraktif dengan 86 transaksi sedangkan FR0078 mencatatkan total volume terbesar senilai Rp1,50tn. Dari korporasi, seri PPLN03BCN5 menjadi yang teraktif dengan 14 transaksi sedangkan seri ISAT03BCN2 mencatat volume terbesar senilai Rp567miliar. Senada dengan sesi siangnya, pasar obligasi Indonesia masih bergerak terbatas hingga sesi penutupan perdagangan Kamis kemarin. Kondisi tersebut terlihat dari tipisnya perubahan harga obligasi negara seri-seri fixed rate dan ORI sehingga turut memicu tipisnya pergerakan imbal hasil yang hanya berubah pada rentang +1,57bps hingga –1,69bps. Alhasil, kinerja indeks return obligasi konvensional maupun syariah turut bergerak tipis dimana hanya berubah pada rentang +0,002% hingga +0,032%. Terbatasnya pergerakan pasar yang disertai dengan penurunan aktivitas perdagangan di pasar sekunder diperkirakan masih terdorong oleh faktor wait and see investor terkait pertemuan tingkat tinggi negosiasi dagang AS-China yang sedang berlangsung di Washington hingga Jumat ini. Selain itu pasar juga menantikan bagaimana rilis indikator inflasi dan tingkat pengangguran AS yang menjadi tolak ukur kebijakan The Fed Senada dengan pergerakan pasar surat utang domestik, kinerja saham yang tercermin dari IHSG juga bergerak tipis dengan mencatatkan penurunan sebesar –0,09% ke level 6.023/64. Pada perdagangan akhir pekan ini, pasar obligasi domestik berpotensi menguat namun masih dalam skala terbatas. Faktor positif diperkirakan berasal dari lancarnya negosiasi dagang hari pertama antara AS-China, namun pasar diperkirakan masih menunggu bagaimana hasil akhir dari pertemuan tersebut yang rencananya akan selesai pada Jumat sore nanti. Pada pagi ini, kurs spot Rupiah dibuka menguat ke level Rp14.130/US$.
  • Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mengindikasikan kegiatan usaha pada triwulan III 2019 tetap tumbuh positif, meskipun melambat dibandingkan dengan kegiatan usaha pada triwulan sebelumnya. Hal ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 13,39%, lebih rendah dari 19,17% pada triwulan sebelumnya. Pertumbuhan kegiatan usaha tetap positif, antara lain ditopang sektor konstruksi yang tumbuh meningkat. Sementara itu, perlambatan kegiatan usaha terutama terjadi pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan dan perikanan, khususnya pada subsektor pertanian tanaman bahan makanan yang dipengaruhi oleh faktor musim kemarau yang berkepanjangan. Sejalan dengan perkembangan kegiatan usaha tersebut, rata-rata kapasitas produksi pada triwulan III 2019 yang lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata pada triwulan sebelumnya. Tingkat penggunaan kapasitas produksi dari rata-rata 77,18% pada triwulan sebelumnya menjadi sebesar 75,42%. Sementara itu, tingkat penggunaan tenaga kerja juga lebih rendah, tercermin dari nilai SBT tenaga kerja sebesar 2,47% pada triwulan sebelumnya menjadi sebesar 1,40%. Dari sisi keuangan, kondisi likuiditas dan rentabilitas dunia usaha serta akses kredit masih cukup baik meskipun relatif menurun dibandingkan triwulan sebelumnya. Responden memprakirakan kegiatan usaha tetap tumbuh positif, meskipun tidak setinggi periode sebelumnya. Hal ini terindikasi dari SBT prakiraan kegiatan usaha pada triwulan IV 2019 sebesar 9,13%. Pertumbuhan kegiatan usaha yang tetap positif diprakirakan ditopang terutama oleh sektor konstruksi dan sebagian besar sektor tersier. Optimisme terhadap kegiatan usaha ke depan juga tercermin dari prakiraan investasi dan penggunaan tenaga kerja yang meningkat pada triwulan IV 2019.

EKONOMI GLOBAL

  • Hasil pertemuan negosiasi dagang AS – Tiongkok hari pertama kemarin dipandang pasar cukup baik dan mungkin dapat mencapai sebagian kesepakatan yang dibahas. Dengan pelaku pasar masih menantikan penghapusan tarif import yang akan diberlakukan tanggal 15 Oktober mendatang, dapat diselesaikan agar menjadi peluang pembahasan kesepakatan selanjutnya. Dikabarkan Pihak negosiator Tiongkok sudah menyetujui pembelian daging babi dalam jumlah besar dari AS, dan Presiden Trump berniat melakukan temu muka dengan katua delegasi Tiongkok malam nanti setelah penyelesaian negosiasi di AS. Tetapi belum ada pembahasan tentang pencabutan tarif import, yang bila tidak diselesaikan akan memicu pandangan negatif dari pasar. Selain itu rangkaian data global lainnya yang berpeluang menggerakkan harga di pasar diantaranya, Data Indeks harga Konsumen bulan September Jerman berpotensi mengangkat EURUSD bila hasil yang dirilis lebih baik dari ekspektasi. Zona Euro akan melakukan pertemuan ECOFIN hari ini, yang berpeluang membahas kondisi ekonomi Zona Euro dan Brexit, bila pembahasan bernada positif, berpeluang topang EURUSD naik. Data tenaga kerja Kanada menjadi penggerak USDCAD, dengan potensi turun bila dirilis lebih baik dari estimasi. Data Sentimen konsumer dari University of Michigan AS menjadi penggerak harga emas, potensi turun bila hasil yang dilaporkan lebih tinggi dari ekspektasi pasar. Tidak lupa pidato dari anggota FOMC Eric Rosengren lewat engah malam nanti dapat menggerakkan harga emas naik bila bernada dovish.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi bergerak turun dalam jangka pendek menguji level support di $1485 – $1487 di tengah optimisme pasar terhadap hasil negosiasi dagang AS – Tiongkok hari pertama. Resisten harga emas berada pada level $1498 – $1503.

MINYAK

Berlanjutnya kericuhan di TImur Tengah dan Optimisme negosiasi dagang AS – Tiongkok berpotensi angkat harga minyak untuk jangka pendek , menguji level resisten $54.00 – $54.50. Support harga minyak pada kisaran $52.50 – $53.00.

EURUSD

Optimisnya pasar terhadap hasil negosiasi dagang AS – Tiongkok berpeluang angkat EURUSD naik menguji resisten 1.1040 – 1.1080. Level Support pada kisaran 1.0940 – 1.0970.

GBPUSD

Kabar positif bahwa kemungkinan akan tercap[ainya kesepakatan Brexit sebelum tanggal 31 Oktober mendatang mendukung potensi penguatan GBPUSD dalam jangka pendek menguji resisten 1.2500 – 1.2550, Level Support pada kisaran 1.2350 – 1.2390.

USDJPY

Kuatnya dolar AS atas optimisme pasar terhadap hasil sementara negosiasi dagang AS – Tiongkok berpotensi dukung USDJPY naik untuk jangka pendek menguji resisten 108.20 – 108.50. Support 107.35 – 107.60.

AUDUSD

Harapan lancarnya negosiasi dagang AS – Tiongkok membantu penguatan ASUUSD dalam jangka pendek menguji resisten 0.6780 – 0.6800. level support pada kisaran 0.6700 – 0.6750.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.