Jumat, 11 Desember 2020

  • Yield PHEI Bullish, ICBI Menguat +0,15%. Seluruh indeks return obligasi domestik tipe konvensional maupun sukuk kompak menguat. Harga SUN seri Fixed Rate dominan naik dengan rata-rata pada seluruh seri naik +15,19bps. Adapun rata-rata harga sukuk negara tercatat naik +10,07bps. Kurva yield PHEI-IGSYC berpola bullish. Penurunan yield terjadi pada seluruh tenor obligasi negara (1-30tahun) dengan rata-rata perubahan yield turun –1,62bps. Total volume transaksi obligasi di pasar sekunder meningkat +43,70% menjadi Rp28,90tn dan total frekuensi naik +115,58% menjadi 3.404 transaksi. Kinerja pasar obligasi Indonesia ditutup semakin menguat pada perdagangan Kamis. Katalis positif berasal dari domestik dan juga global. Dari domestik, faktor pendorong diperkirakan berasal dari respon positif pasar atas penguatan Indeks Kepercayaan Konsumen yang signifikan dari level 79 di Oktober menjadi 92 di November serta pergerakan kurs Rupiah yang menguat ke level Rp14.105/US$. Sementara dari global, optimisme pasar terhadap potensi keberhasilan penggunaan vaksin Covid Pfizer di Inggris diprediksi turut menambah tenaga penguatan pasar. Pada perdagangan akhir pekan, pasar obligasi Indonesia diperkirakan masih sanggup melanjutkan tren bullish. Namun demikian, pasar juga akan dihadapkan pada isu-isu yang dapat menahan laju penguatan pasar seperti potensi profit taking dan berita negatif dari AS yakni masih buntunya perkembangan stimulus lanjutan fiskal AS hingga laju penyebaran virus Covid yang masih belum tertahan.
  • Kinerja penjualan eceran secara bulanan terindikasi tumbuh membaik pada November 2020. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) November 2020 yang tumbuh sebesar -0,4% (mtm), lebih tinggi dari pertumbuhan bulan Oktober 2020 sebesar -5,3% (mtm). Perbaikan kinerja tersebut didorong oleh penjualan sejumlah kelompok barang, seperti Suku Cadang dan Aksesoris serta subkelompok Sandang yang tumbuh positif sejalan kebutuhan yang meningkat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan tahun baru. Secara tahunan, kinerja penjualan eceran pada November 2020 diprakirakan kontraksi -15,7% (yoy), sedikit lebih dalam dibanding Oktober 2020 sebesar -14,9% (yoy), terutama disebabkan penurunan penjualan kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi. Dari sisi harga, tekanan inflasi pada 3 bulan mendatang (Januari 2021) diprakirakan menurun, sementara pada 6 bulan mendatang (April 2021) meningkat. Indikasi penurunan harga pada Januari 2021 tersebut tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan yang akan datang sebesar 139,8, lebih rendah dibandingkan dengan IEH bulan sebelumnya sebesar 142,5. Penurunan harga didukung oleh pasokan barang yang tercukupi, kelancaran distribusi serta normalisasi harga pascaHBKN natal. Sementara itu, IEH 6 bulan yang akan datang sebesar 163,9, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 160,0 karena kenaikan harga bahan baku disertai masuknya bulan Ramadan dan menjelang HBKN Idulfitri. 
  • Menteri Kesehatan Terawan telah mengeluarkan program vaksinasi Covid-19. Program tersebut akan menyasar 107 juta penduduk Indonesia atau mewakili 67% dari total penduduk usia 18-58 tahun. Dari jumlah tersebut, mayoritas mendapatkan vaksin melalui skema mandiri atau membayar sendiri sebanyak 75 juta orang. Sementara itu, masyarakat yang mendapatkan subsidi vaksin lewat skema program sebanyak 32 juta orang. Dengan adanya program tersebut, diharapkan dapat memberikan sentimen positif terhadap pergerakan Rupiah dan surat utang karena dapat mendukung program percepatan pemulihan ekonomi Indonesia.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Kamis (10/12) ditutup melemah sebesar 0.18% ke level 5,934. Tercatat 268 saham menguat, 204 saham melemah dan 154 saham tidak mengalami perubahan harga dibandingkan closing hari sebelumnya. Volume perdagangan tercatat sebesar Rp. 19.83 Triliun. Adapun investor asing net sell sebesar Rp 70.71M. 

BONDS

  • Pada pedagangan hari Kamis (10/12), harga SBN diperdagangkan menguat dengan SBN seri benchmark tenor 10, 15 dan 20 tahun yang mengalami penguatan terbatas dengan yield yang naik kisaran 1-2bps. Sentimen yang mempengaruhi pelaku pasar yaitu terkait program vaksinasi Indonesia yang diumumkan oleh Menteri Kesehatan Terawan yang rencananya akan menyasar 107 juta penduduk Indonesia ditahap awal. Para pelaku pasar juga optimis terhadap perkembangan vaksinasi di AS yang sudah mendapat rekomendasi dari FDA. 

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada hari Kamis (10/12), Rupiah ditutup menguat ke level 14,105 dengan kurs acuan JISDOR di level 14,130 (prior:14,164). Searah dengan pergerakan Rupiah, harga SBN bergerak menguat terutama pada seri benchmark tenor 10, 15 dan 20 tahun. Pergerakan Rupiah dan SBN tersebut salah satunya di pengaruhi oleh optimism pelaku pasar terkait program vaksinasi di Indonesia yang diumumkan oleh Menteri Kesehatan, adapun program tersebut nantinya memiliki 2 skema yaitu skema mandiri dan skema program. Perkembangan vaksin di AS juga menunjukkan perkembangan yang signifikan karena sudah mendapat rekomendasi dari Lembaga FDA. Pada hari Kamis, mayoritas mata uang dikawasan Asia bergerak melemah terhadap Dolar AS seperti Yen Jepang melemah 0.30%, Dolar Taiwan melemah 0.12%, Won Korea Selatan melemah 0.30% dan Bath Thailand melemah 0.04%. 

Peluang Pergerakan

EMAS
Harga emas berakhir turun $3,03 di level $1836,76 pada hari Kamis, terbebani oleh sentimen progres vaksin covid-19 dan ketidakpastian mengenai stimulus fiskal di AS. Harga emas berpeluang dijual lebih lanjut, menargetkan support di $1830 di tengah sentimen positif  terbaru mengenai vaksin covid-19 dimana Komite Penasehat FDA telah merekomendasikan penggunaan vaksin covid-19 dari Pfizer dan BioNTech untuk penggunaan darurat. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $1830 – $1844.

MINYAK 

Meningkatnya harapan pasar terhadap pemulihan permintaan bahan bakar setelah perilisan vaksin covid-19 telah menopang kenaikan harga minyak di hari Kamis, ditutup menguat $1,25 di level $46,92.

Harga minyak masih berpotensi untuk dibeli, membidik resisten di $47,40 di tengah sinyal positif terbaru yaitu rekomendasi oleh Komite Penasehat FDA untuk penggunaan vaksin covid-19 dari Pfizer dan BioNTech untuk penggunaan darurat yang mendorong ekspektasi untuk kenaikan permintaan bahan bakar. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $46,60 – $47,40.

EURUSD

EURUSD ditutup naik 60 pip ke level 1.2142 di hari Kamis, karena pasar yang merespon kebijakan stimulus terbaru dari bank sentral Eropa yang sesuai ekspektasi pasar. EURUSD berpeluang dibeli lebih lanjut, menargetkan resisten di 1.2180 di tengah sentimen kebijakan stimulus terbaru dari bank sentral Eropa yang yang menghidupkan kembali harapan untuk pemulihan ekonomi zona euro. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.2100 – 1.2180.

GBPUSD 

Pernyataan PM Boris Johnson yang mensinyalkan potensi no-deal Brexit telah memicu pelemahan tajam pada GBPUSD di hari Kamis, berakhir melemah 112 pip di level 1.3293. Aksi jual terhadap GBPUSD berpotensi masih berlanjut, membidik support di 1.3250 di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap outlook no-deal Brexit. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.3250 – 1.3340.

USDJPY 

Sempat menguat ke level 104.57, USDJPY akhirnya ditutup turun sebesar 2 pip di level 104.22 karena sentimen pelemahan dolar AS seiring pesimisnya data klaim tunjangan pengangguran AS. USDJPY berpeluang di jual lebih lanjut, mengincar support di 104.00 di tengah sentimen ketidakpastian stimulus fiskal di AS. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 104.00 – 104.50.

AUDUSD 

Lemahnya dolar AS akibat data klaim tunjangan pengangguran AS yang meningkat dan tingginya harga tembaga telah menopang kenaikan AUDUSD di hari Kamis hingga berakhir menguat 92 pip pada level 0.7535 AUDUSD berpeluang dijual, menargetkan support di 0.7500 jika pasar melakukan aksi profit taking di tengah kekhawatiran ketegangan dagang Australia – Tiongkok dan belum adanya kepastian mengenai stimulus fiskal di  AS. Potensi rentang perdagangan sesi Asia 0.7500 – 0.7570.

NIKKEI 

Indeks Nikkei berakhir naik 110 poin di level 26695  di hari Kamis, ditopang sentimen penggunaan vaksin covid-19 yang memicu harapan untuk pemulihan ekonomi yang lebih cepat. Indeks Nikkei berpotensi dibeli lebih lanjut, membidik resisten di 26800 jika dominannya sentimen progres vaksin covid-19, khususnya setelah Komite Penasehat FDA berikan rekomendasi persetujuan penggunaan vaksin dari Pfizer dan BionNTech. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 26600 – 26800.

HANGSENG 

Meningkatnya harapan pasar terhadap vaksin covid-19 telah menjadi katalis positif untuk pergerakan indeks Hang Seng di hari Kamis, berakhir naik 290 poin di level 26529. Indeks Hang Seng berpeluang dibeli lebih lanjut, mengincar resisten di 26700 di tengah outlook positif mengenai progres vaksin covid-19. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 26320 – 26700. 

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.