Jumat, 10 September 2021

  • Pasar Obligasi Indonesia Sideways. Senada dengan sesi siangnya, kinerja pasar obligasi Indonesia meneruskan tren terbatas. Kondisi tersebut terlihat dari tipisnya perubahan indeks return, harga, serta yield SBN. Seluruh indeks return obligasi Indonesia ditutup melemah pada rentang –0,03% hingga –0,04%. Harga SUN seri fixed rate bergerak mixed dengan rata-rata perubahan sebesar –2,84bps. Sedangkan, rerata harga sukuk negara turun –5,52bps. Yield obligasi negara dominan bearish dengan rata-rata yield pada seluruh tenor (1-30tahun) naik +0,33bps. Kenaikan yield terjadi pada kelompok tenor pendek dan menengah. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder meningkat tipis dari sisi total volume yakni +0,92% menjadi sebesar Rp16,71tn. Sementara itu total frekuensi turun tipis –2,41% menjadi 1.455 transaksi. Pasar kembali hanya digerakkan oleh faktor trading investor karena belum munculnya sentimen dominan lanjutan di pasar ditengah antisipasi tapering The Fed. Perdagangan Rabu, kurs spot Rupiah terpantau stagnan di level Rp14.253/US$. Sementara kinerja IHSG naik +0,70% ke level 6.068,22. Today’s Outlook Pada perdagangan akhir pekan, pola terbatas masih akan mewarnai gerak pasar obligasi Indonesia. Pasar diprediksi akan wait and see melihat dinamika perkembangan dari Amerika hingga pelaksanaan FOMC Meeting dua pekan lagi. Sementara itu dari domestik juga terpantau belum akan ada sentimen penggerak untuk perdagangan Jumat.
  • Hasil Survei Penjualan Eceran (SPE)1 mengindikasikan kinerja penjualan eceran secara bulanan membaik pada Juli 2021. Seiring hal tersebut, responden memprakirakan kinerja penjualan eceran terus membaik pada Agustus 2021, tercermin dari IPR Agustus 2021 yang diprakirakan sebesar 196,5, atau secara bulanan tumbuh 4,3% (mtm). Perbaikan tersebut ditopang oleh hampir semua kelompok, terutama Kelompok Suku Cadang dan Aksesoris, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, dan Bahan Bakar Kendaraan Bermotor. Responden menyampaikan prakiraan peningkatan tersebut sejalan dengan mobilitas yang mulai membaik seiring dengan relaksasi pembatasan aktivitas masyarakat dan permintaan domestik yang meningkat. Membaiknya kinerja penjualan eceran pada Juli 2021 tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Juli yang tercatat 188,5 atau tumbuh -5,0%, membaik dengan kontraksi yang lebih kecil dari bulan  sebelumnya -12,8% (mtm). Perbaikan tersebut terutama bersumber dari Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau. Responden menyampaikan permintaan untuk kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau diprakirakan masih cukup baik didukung berbagai strategi seperti penjualan secara online/pesan antar yang meningkat, di tengah kebijakan pembatasan mobilitas.  Secara tahunan, penjualan eceran pada Agustus 2021 diprakirakan membaik meski masih dalam fase kontraksi (-0,1%, yoy). Hal ini ditopang oleh perbaikan kinerja di hampir semua kelompok, terutama Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor serta Makanan, Minuman dan Tembakau yang tercatat positif. Sementara itu, kinerja penjualan eceran secara tahunan pada Juli 2021 mengalami kontraksi 2,9% (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 2,5% (yoy), terutama dipengaruhi oleh Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, serta Barang Budaya dan Rekreasi.   Dari sisi harga, responden memprakirakan tekanan inflasi pada Oktober 2021 dan Januari 2022 diprakirakan meningkat. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) pada Oktober 2021 sebesar 123,0, lebih tinggi dari bulan sebelumnya. Sementara itu, IEH Januari 2022 sebesar 134,2, lebih tinggi dari IEH pada bulan sebelumnya sebesar 129,3. Responden menyatakan hal tersebut dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan baku.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pertumbuhan ekonomi Jepang pada 2Q21 secara kuartalan (annualized) tumbuh sebesar +1,9% (cons: 1,6%, prior: 1,3%), diatas estimasi konsensus. Pengeluaran pemerintah, investasi bisnis dan konsumsi swasta menjadi pendorong utama pertumbuhan ditengah melonjaknya kasus virus Covid-19 di Jepang. Bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) memutuskan untuk melakukan tapering-off atau pengurangan program pembelian obligasi yang akan dimulai pada bulan ini. RBA mengatakan akan memangkas pembelian obligasi menjadi sebesar A$4 miliar per minggu (dari sebelumnya A$5 miliar per minggu dan berlanjut pada tingkat ini hingga setidaknya pertengahan Februari tahun depan.

Peluang Pergerakan

EMAS 

Harga emas berakhir naik $5.01 di level $1794.05 pada hari Kamis karena dipicu oleh terkoreksinya kinerja dollar AS yang disebabkan turunnya tingkat imbal hasil obligasi bertenor 30 tahun. Emas berpeluang dijual pagi ini (10/9), membidik support di $1788 jika dollar AS rebound dalam mempertimbangkan pernyataan empat pejabat Fed  yang mendukung rencana pemangkasan pembelian obligasi bank sentral AS di tahun ini. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level $1800, berpeluang dibeli menargetkan resisten di $1802. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $1788  – $1802.

MINYAK 

Harga minyak berakhir turun $1.51 di level $67.87 pada hari Kamis seiring pasar yang merespon laporan bahwa Tiongkok mengeluarkan rencana untuk melepaskan cadangan minyak negara serta penurunan cadangan minyak mentah AS yang lebih rendah dari perkiraan dalam laporan EIA. Aksi jual minyak berpeluang berlanjut pagi ini (10/9), menguji support di $67.40 di tengah kekhawatiran melimpahnya suplai minyak global dibalik rencana pelepasan cadangan minyak negara Tiongkok. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level $68.25, berpeluang dibeli menargetkan resisten di $68.40. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $67.40 – $68.40.

EURUSD 

Ditopang sentimen pelemahan dollar AS karena turunnya tingkat imbal hasil obligasi AS bertenor 30 tahun serta pernyataan bank sentral Eropa yang akan memangkas pembelian obligasi darurat dalam beberapa kuartal kedepan telah menopang kenaikan EURUSD di hari Kamis, berakhir naik 9 pip di level 1.1821. EURUSD berpotensi dijual pagi ini (10/9), menguji support di 1.1780 jika dollar AS rebound di tengah pernyataan yang cenderung hawkish dari empat pejabat Fed. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 1.1845, berpeluang dibeli mengincar resisten di 1.1860. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.1780 – 1.1860.

GBPUSD 

Pelemahan dolar AS yang disebabkan turunnya tingkat imbal hasil obligasi AS serta pasar yang mempertimbangkan pernyataan Gubernur BOE Bailey yang cenderung hawkish  telah  menopang GBPUSD naik sebesar 66 pip ke level 1.3833 di hari Kamis. GBPUSD berpeluang dijual pagi ini (10/9), menguji support di 1.3790 jika dollar AS rebound dalam mencerna pernyataan empat pejabat Fed yang cenderung hawkish. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 1.3865, berpeluang dibeli menargetkan resisten di 1.3880. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.3790 – 1.3880.

USDJPY 

USDJPY berakhir turun 54 pip ke level 109.65 pada hari Kamis seiring pelemahan pada dolar AS yang disebabkan turunnya tingkat imbal hasil obligasi AS. USDJPY berpotensi dibeli pagi ini (10/9), mengincar resisten di 110.20 di tengah outlook reboundnya dollar AS karena pernyataan empat pejabat Fed yang cenderung hawkish. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah level 109.45, berpeluang dijual membidik support di 109.30. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 109.30 – 110.20

AUDUSD 

Kenaikan harga logam tembaga dan turunnya dolar AS berkontribusi pada penguatan AUDUSD sebesar 1 pip pada hari Kamis, di tutup di level 0.7362. AUDUSD berpeluang dijual pagi ini (10/9), mengincar support di 0.7330 di tengah outlook menguatnya dollar AS. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 0.7400, berpeluang dibeli menargetkan resisten di 0.7420. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 0.7330 – 0.7420.

NIKKEI 

Indeks Nikkei berakhir naik 175 poin di level 29905 pada hari Kamis di tengah harapan pasar terhadap pemerintahan baru di Jepang yang dapat memicu pemulihan ekonomi dengan langkah-langkah yang baik untuk mengatasi krisis akibat virus Covid-19. Aksi beli Nikkei berpeluang berlanjut pagi ini (10/9), mengincar resisten di 30100 di tengah rencana pemerintah Jepang yang akan melonggarkan pembatasan perjalanan dan acara besar seiring sebagian besar penduduk telah di vaksinasi. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah level 29850, berpeluang dijual menguji support di 29800. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 29800 – 30100.

HANGSENG 

Pemeriksaan pada 2 perusahaan teknologi besar Tiongkok, Tencent dan Netease kemarin menyebabkan keraguan pasar terhadap saham Hong Kong. Bursa Hang Seng ditutup melemah 312 poin ke level 25790 pada hari Kamis. Hang Seng berpeluang dijual pagi ini (10/9), menguji support di 25600 di tengah sentimen kekhawatiran pasar terhadap regulasi baru untuk saham teknologi. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 25950, berpeluang dibeli menargetkan resisten di 26000. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 25600 – 26000.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.