Jumat, 10 Juli 2020

  • Faktor Domestik Topang Penguatan Pasar Obligasi.  Seluruh indeks return obligasi Indonesia menguat pada perdagangan Kamis. Harga SUN didominasi penguatan dimana dari 43 seri FR yang beredar, hanya 3 seri yang melemah dan sisanya mencatat kenaikan harga dengan rata-rata +18,20bps. Kurva yield SBN berpola bullish. Rata-rata yield tenor 1-30 tahun turun –3,11bps. Penurunan rata-rata yield terbesar terjadi pada kelompok tenor pendek Total volume transaksi meningkat menjadi Rp17,46tn (+35,74%). Begitu juga total frekuensi yang naik menjadi 1.094 transaksi (+5,91%). Penguatan pasar obligasi Indonesia diperkirakan lebih dipicu oleh respon positif pasar terhadap sinergi kebijakan lanjutan antara Pemerintah dan Bank Indonesia berupa skema “burden sharing”. Salah satu poinnya adalah beban pembiayaan public goods akan ditanggung seluruhnya oleh BI melalui pembelian SBN. Berlanjutnya penguatan Rupiah selama 4 hari beruntun ke level Rp14.395/US$ turut menambah penguatan pasar. Tren positif pasar obligasi domestik diperkirakan masih berlanjut seiring dengan euforia pasar terhadap kesepakatan kerjasama Pemerintah-BI. Namun demikian, penguatan juga berpotensi mereda akibat beberapa risiko khususnya terkait penyebaran kasus harian Covid-19 Indonesia yang kembali mencetak rekor tertinggi mencapai 2.600an kasus. Dari eksternal, konflik geopolitik AS-China serta wait & see data tenaga kerja AS turut membayangi pergerakan pasar.
  • Mencermati perkembangan COVID-19 terkini, Bank Indonesia (BI) memperpanjang kebijakan penyesuaian jadwal kegiatan operasional dan layanan publik, dari yang sebelumnya berakhir 15 Juli 2020 menjadi 31 Juli 2020. Dengan demikian jadwal kegiatan operasional dimaksud terhitung setelah tanggal 15 Juli 2020 hingga 31 Juli 2020 tetap mengacu kepada siaran pers BI No.22/24/DKom tanggal 24 Maret 2020. Mendukung upaya pencegahan penyebaran COVID-19, perpanjangan kebijakan memerhatikan aspek kemanusiaan dan kesehatan masyarakat, serta hasil koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan dan pelaku industri keuangan. Secara berkala, kebijakan ini akan dievaluasi dengan mempertimbangkan perkembangan pandemi COVID-19 di Indonesia. Dalam masa prakondisi kenormalan baru, kebijakan operasional BI akan mempertimbangkan upaya peningkatan kegiatan produktif secara bertahap dengan senantiasa memerhatikan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. BI mengimbau industri keuangan termasuk Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) untuk tetap mendorong gaya hidup baru (new lifestyle) di masa PSBB transisi ini antara lain dengan menerapkan protokol kesehatan dan pencegahan COVID-19 baik terkait pribadi maupun dalam rangka pelaksanaan tugas.

EKONOMI GLOBAL

  • Harga emas mencatat kenaikan ke level tertinggi $1804.55 di awal sesi Jumat (10/7), setelah kemarin terkoreksi melemah setelah gagal menguji level $1820 salam 2 hari terakhir. Harga emas sempat mencatat penguatan sejak awal pekan, di tengah pelemahan dolar AS dan laporan peningkatan pasien baru wabah Korona di dunia, terutama di AS. Tetapi dengan meningkatnya minat pelaku pasar terhadap aset berisiko, karena outlook pemulihan ekonomi masih nampak positif, harga emas, sebagai aset aman juga mendapat minat beli, yang menopang kenaikan ke level tertinggi 8 tahun terakhir pada level $1818.12 di hari Rabu lalu. Kemarin harga emas kembali naik tetapi gagal mencatat harga tertinggi baru dan berbalik melemah, sebagai aksi take profit, kembali ke bawah level $1800. Tetapi ditutup kembali di atas level tersebut dan menjadi fokus level support saat ini. Dolar AS juga mencatat penguatan di sesi Kamis, setelah laporan klaim pengangguran AS mencatat penyusutan, di tengah peningkatan pasien wabah Korona. Minat pasar terhadap dolar AS sebagai aset likuid juga masih nampak bertahan walau tertekan melemah sejak awal pekan. Malam nanti Fokus pasar pada data PPI AS pada jam 19:30 WIB.

Peluang Pergerakan

EMAS
Harga emas ditutup turun$5.52 semalam, tetapi masih berpeluang naik menguji level $1806 – $1812 bila bertahan di atas level $1800. Sebaliknya bila turun di bawah level tersebut mungkin menguji support $1786 -$1792.

Minyak
Harga minyak turun $1.29 semalam, dan masih berpeluang turun menguji support $38.75 – $39.25 di tengah kurangnya minat pasar terhadap aset berisiko karena data peningkatan pasien baru wabah Korona yang meningkat setiap harinya, terutama di AS, memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi AS. Level resisten pada kisaran $40.00 – $40.50.

EURUSD
Setelah mencatat pelemahan 45pips kemarin di tengah kembali diminatinya dolar AS sebagai aset likuid, EURUSD berpeluang turun menguji support 1.1215 – 1.1260. Level resisten pada kisaran 1.1315 – 1.1355.

GBPUSD
Hanya mencatat pelemahan 3 pips kemarin, GBPUSD tertopang harapan stimulus pemerintah Inggris untuk menopang ekonominya, walau dolar AS mencatat penguatan kemarin. GBPUSD masih berpotensi turun menguji support 1.2500 – 1.2565. Level Resisten pada kisaran 1.2640 – 1.2575.

USDJPY
Mencatat penurunan 5 pips kemarin di tengah penguatan dolar AS dan sikap hati-hati pasar yang menopang aset aman seperti yen Jepang. USDJPY masih berpeluang turun menguji support 106.80 – 107.00. Level Resisten pada kisaran 107.50 – 107.80.

AUDUSD
Turun 17 pips dari penutupan sebelumnya, AUDUSD tertekan oleh penguatan dolar AS kemarin, dan masih berpeluang turun menguji 0.6880 -0.6920. Level Resisten pada kisaran 0.6975 – 0.7000.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.