Jumat, 09 April 2021

  • INDOBeX Government Clean Price +0.05% ke level 119.02. FR86 (5Y) stabil pada 99.55 (5.604%), FR87 (10Y) -30 bps menjadi 100.30 (6.457%), FR88 (15Y) +50 bps menjadi 98.25 (6.431%), dan FR83 (20Y) +25 bps menjadi 102.75 (7.230%).  Frekuensi perdagangan INDOGB tercatat 1,188x (prev. 1,376x) dipimpin oleh FR88, sementara volume perdagangan tercatat Rp12.1tn (prev. Rp17.3tn) dipimpin oleh FR82. Frekuensi perdagangan INDOIS tercatat 45x (prev. 67x) dipimpin oleh PBS05, sementara volume perdagangan tercatat Rp1.2tn (prev. Rp1.1tn) dipimpin oleh PBS14. Berdasarkan government securities fund flow data 07-Apr (mencerminkan perdagangan 05-Apr), Bank mencatatkan net buy +Rp11.84tn (+Rp156.69tn ytd – c. 38.44%) dan investor asing +Rp1.34tn (-Rp24.62tn ytd – c. 22.89%), sementara Bank Indonesia net sell –Rp13.49tn (+Rp42.69tn ytd – c. 10.09%).  INDOBeX Corporate Clean Price +0.03% ke level 112.12. Frekuensi perdagangan tercatat sebesar 157x (prev. 153x) dipimpin PTHK01ACN3. Adapun volume perdagangan tercatat sebesar Rp1.5tn (prev. Rp784.2bn) dipimpin TBIG04ACN3. PEFINDO afirmasi peringkat “idAAA” dengan outlook “stable” untuk Sarana Multigriya Finansial (SMF) dan Obligasi Berkelanjutan III tahun 2015, Obligasi Berkelanjutan IV tahun 2017, Obligasi Berkelanjutan V tahun 2019, dan Medium-Term Notes (MTN) IX tahun 2020. PEFINDO juga afirmasi peringkat “idAAA (sy)” untuk Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I tahun 2019 dan MTNX tahun 2020 (Mudharabah Syariah) Perusahaan. Peringkat tersebut mencerminkan dukungan SMF yang sangat kuat dari pemerintah Indonesia, kualitas aset yang baik, dan profil permodalan dan likuiditas yang sangat kuat. Namun, peringkat tersebut masih dibatasi oleh pertumbuhan produk sekuritisasi KPR yang lambat. PEFINDO memandang pandemi COVID-19 hanya berdampak terbatas pada sektor pembiayaan rumah, mengingat tingkat kepentingan perumahan bagi masyarakat secara umum dan tingginya jumlah backlog perumahan di Indonesia. JCI +0.58% (+0.42% mtd atau -1.12% ytd) ke level 6,071.72. Investor asing mencatatkan net sell di pasar reguler -Rp439.63bn (+Rp2.39tn ytd). Sementara itu, USD/IDR terapresiasi +0.22% ke level 14,596.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (08/04) menguat 0.58% ke level 6,071.72. Terdapat 299 saham yang mengalami kenaikan dan 181 saham mengalami penurunan. Selain itu, terdapat 165 saham yang nilainya tidak berubah.

BONDS

  • Tren penguatan harga pada obligasi berdenominasi Rupiah masih berlanjut pada perdagangan hari Kamis (08/04). Harga SUN seri acuan mengalami kenaikan hingga 75 bps, yield SUN bertenor 10 tahun (FR0087) turun 7 bps ke level 6.43%. Volume transaksi SBN secara outright tercatat sebesar Rp. 13.2 Triliun, menurun dari volume transaksi Rabu (07/04) yang sebesar Rp. 19.9 Triliun, serta lebih rendah dari rata-rata transaksi harian secara year-to-date sebesar Rp. 21.8 Triliun.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada hari Kamis (08/04) Rupiah ditutup melemah ke level 14,535 dan harga SBN diperdagangkan menguat pada seri benchmark tenor 10, 15 dan 20 tahun. Pelemahan Rupiah dipengaruhi oleh adanya probabilitas The Fed menaikkan suku bunga pada Desember 2021, sedangkan harga SBN menguat karena adanya sentimen terhadap keputusan The Fed untuk tetap mempertahankan kebijakan pembelian obligasi dan penyerapan penuh tenaga kerja. Pada hari Kamis, mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi terhadap Dolar AS seperti Yen Jepang menguat 0.35%, Baht Thailand melemah 0.21%, dan Yuan Cina melemah 0.12%.
  • Rupiah ditutup melemah setelah pelaku pasar melihat kemungkinan Bank Sentral AS (The Fed) akan menaikkan suku bunga akhir tahun ini. Berdasarkan data FedWatch milik CME Group, pelaku pasar melihat adanya probabilitas sebesar 10.4% The Fed akan menaikkan suku bunga pada Desember 2021. Jika data ekonomi AS terus menunjukkan perbaikan, tidak menutup kemungkinan probabilitas tersebut akan semakin meningkat. The Fed merubah proyeksi pertumbuhan ekonomi AS tahun 2021 menjadi 6.5% dari prediksi sebelumnya 4.2%. Selain itu, The Fed memproyeksikan tingkat pengangguran di akhir tahun 2021 sebesar 4.5% dan inflasi berada di 2.2%.
  • Dolar AS nampak naik di awal sesi Jumat (9/4), setelah kembali melemah kemarin, akibat laporan klaim pengangguran AS yang meningkat, memicu peluang stimulus jangka panjang dari The Federal Reserve AS. Di tengah stimulus moneter dan fiskal yang besar untuk memulihkan ekonomi AS, dolar AS tertekan akibat kekhawatiran hutang jangka panjang negara tersebut. Tetapi harapan pemulihan ekonomi yang lebih cepat daripada negara besar lainnya di dunia, membantu pelaku pasar mempertahankan minat pada dolar AS. Laporan CPI & PPI tahunan Tiongkok dirilis lebih baik dari ekspektasi pada jam 08:30 WIB, dapat berimbas pada indeks Hang Seng dan mata uang dolar Australia, dimana Tiongkok merupakan konsumen terbesar produk ekspor Australia. Pasar juga menantikan laporan Trade Balance dan Industrial Production Jerman jam 13:00 WIB.

Peluang Pergerakan

Emas

Aksi jual dolar AS di tengah naiknya klaim pengangguran AS telah memicu kenaikan harga emas sebesar $17.91 di level $17553.31 pada akhir perdagangan hari Kamis.  Di sesi Asia (9/4), harga emas masih berpotensi dibeli menguji resisten $1760 selama harga bertahan di atas level $1750. Jika turun ke bawah level tersebut, harga emas berpeluang dijual menguji support $1746. Potensi rentang harga di sesi Asia: $1746 – $1760.

Minyak Mentah

Ditopang oleh optimisme permintaan bahan bakar yang meningkat di tengah harapan pemulihan ekonomi global telah menopang kenaikan harga minyak sebesar $0.23 di level $59.78 pada akhir sesi Kamis.  Di sesi Asia (9/4), harga minyak berpotensi dibeli menguji resisten $60.35 selama harga bertahan di atas level $59.30. Jika turun ke bawah level tersebut, harga minyak berpotensi dijual menguji support $59.00. Potensi rentang harga di sesi Asia: $59.00 – $60.35.

EURUSD

Lemahnya dolar AS karena data klaim pengangguran AS yang alami kenaikan telah memicu kenaikan EURUSD sebesar 45pip di level 1.1915 pada perdagangan hari Kamis.  Di sesi Asia (9/4), EURUSD berpotensi dibeli menguji resisten 1.1945 bila data ekonomi Industrial production dan Trade balance Jerman jam 13:00 WIB dirilis lebih baik dari harapan. Jika turun ke bawah level 1.1900, EURUSD berpeluang dijual menguji support 1.1880. Potensi rentang harga di sesi Asia: 1.1880 – 1.1945.

GBPUSD

Di tengah Regulator medis Inggris pada hari Rabu mengeluarkan larangan sementara pada vaksin AstraZeneca untuk kelompok usia di bawah 30 tahun dan pelemahan dollar AS akibat data klaim pengangguran yang tinggi telah memicu penurunan GBPUSD sebesar 4 pip di level 1.3733 pada akhir perdagangan sesi Kamis. Di sesi Asia (9/4), GBPUSD berpotensi dibeli menguji resisten 1.3780 bila sentimen lemahnya dolar AS berlanjut dan kembalinya optimisme terhadap vaksin AstraZeneca hari ini. Jika turun ke bawah 1.3715, GBPUSD berpeluang dijual menguji support 1.3700. Potensi rentang harga di sesi Asia: 1.3700 – 1.3780.

USDJPY

Dipicu oleh aksi jual dolar AS di tengah tingginya klaim pengangguran AS telah memicu penurunan USDJPY di hari Kamis sebesar 57pip di level 109.25. Di sesi Asia (9/4), USDJPY berpotensi dijual menguji support 109.00 selama harga bertahan di bawah level 109.40. Jika naik ke atas level tersebut, USDJPY berpotensi dibeli menguji resisten 109.60. Potensi rentang harga di sesi Asia: 109.00 – 109.60.

AUDUSD

Tingginya harga komiditas bijih besi dan tembaga serta lemahnya dolar AS telah memicu kenaikan telah memicu kenaikan AUDUSD  sebesar 42pip di level 0.7652 pada akhir perdagangan hari Kamis. Di sesi Asia (9/4), AUDUSD berpotensi dibeli menguji resisten 0.7680 bila review stabilitas finansial RBA serta data CPI & PPI Tiongkok jam 08:30 WIB bernada positif. Jika turun ke bawah level 0.7635. AUDUSD berpeluang dijual menguji support 0.7620.Potensi rentang harga di sesi Asia: 0.7620 – 0.7680.

Nikkei

Didukung Current Account dan Consumer Confidence yang lebih baik dari perkiraan dan pelemahan dollar AS yang menopang bursa Wall Street, indeks Nikkei  berakhir turun sebesar 45poin di level 29375 di akhir sesi Kamis. Di sesi Asia (9/4),indeks Nikkei berpotensi dibeli menguji resisten 30200 selama harga bertahan di atas level 29860. Jika turun ke bawah level tersebut, indeks Nikkei berpeluang dijual menguji support 29735. Potensi rentang harga di sesi Asia: 29735 – 30200.

Hang Seng

Indeks Hang Seng berakhir menguat sebesar 640poin di level 28970 karena tertopang oleh  positifnya pergerakan pasar saham di Wall Street. Di sesi Asia (9/4), Indeks Hang Seng berpotensi dibeli menguji resisten 29270 bila data CPI & PPI Tiongkok jam 08:30 WIB dirilis di atas ekspektasi. Jika turun ke bawah level 29930, indeks Hang Seng berpotensi dijual menguji support  28830. Potensi rentang harga di sesi Asia: 28830 – 29270.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa TengahPerhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.