Jumat, 08 Mei 2020

  • End of Day Rabu, ICBI Melemah –0,34%. Performa negatif seluruh indeks return obligasi Indonesia bertahan hingga hari ini dengan ICBI turun –0,34%. 40 seri dari 43 seri SUN FR yang beredar ditutup melemah dan mencatat penurunan rata-rata sebesar –36,21bps. Yield SBN dan obligasi korporasi bergerak Rata-rata yield tenor menengah-panjang naik di sekitar +7,00bps. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder meningkat dengan total volume Rp18,33tn (+56,78%) dan total frekuensi 1.262 transaksi (+20,42%). Ditengah belum adanya sentimen lanjutan yang dominan, tertekannya pasar kali ini diduga lebih merupakan respon pasar terhadap melambatnya perekonomian Indonesia di Q1-2020. Bahkan Gubernur BI memproyeksikan bahwa ekonomi Indonesia di tahun ini hanya akan tumbuh di sekitar 2,3%. Meski demikian, Rupiah di pasar Spot justru terpantau menguat yakni ke level Rp15.013/US$. Belum adanya sentimen lanjutan yang dominan ditengah concern pasar terhadap riils beberapa data ekonomi penting di global mapun dalam negeri menyebabkan pasar berlanjut bergerak melemah. Namun, pasar juga berpotensi menguat meski terbatas sejalan dengan mulai masuknya asing ke pasar SBN pada tanggal 4 dan 5 Mei kemarin dengan total nilai Rp1,17tn.
  • Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2020 sebesar 127,9 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan posisi akhir Maret 2020 sebesar 121,0 miliar dolar AS. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,8 bulan impor atau 7,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Peningkatan cadangan devisa pada April 2020, terutama dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah. Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik.

EKONOMI GLOBAL

  • Setelah laporan klaim pengangguran AS yang lebih buruk dari ekspektasi semalam,dolar AS alami pelemahan akibat meningkatnya kekhawatiran dan spekulasi Data Non-Farm Payroll AS malam nanti akan lebih buruk dari ekspektasi. Jam 19:30 WIB, AS dijadwalkan akan merilis rangkaian data tenaga kerja bulanan, diantaranya data utama penggerak pasar, Non-Farm Employment Change, yang diekspektasikan menyusut. Setelah jumlah klaim pengangguran yang meningkat semalam, akibat pembatasan sosial di AS untuk menanggulangi wabah Korona, pasar melakukan spekulasi data NFP mungkin akan dilaporkan lebih buruk dari ekspektasi, melemahkan dolar AS lebih jauh di pagi hari Jumat (8/5).

Potensi Pergerakan

EMAS
Harga emas berpotensi naik menguji resisten $1725 – $1730 bila data tenaga kerja AS lebih buruk dari estimasi. Level support pada kisaran $1700 – $1710

MINYAK
Bila pelemahan dolar AS berlanjut dan optimisme aksi borong minyak mentah oleh Tiongkok masih ditanggapioleh pasar, harga minyak berpeluang naik menguji resisten $25.00 – $25.50. Level support pada kisaran $22.00 – $22.55.

EURUSD
EURUSD berpeluang naik menguji resisten 1.0890 – 1.0930 bila pelemahan dolar AS berlanjut. Bila pidato Gubernur ECB jam 18:00 WIB bernada dovish, EURUSD berpeluang turun menguji support pada kisaran 1.0730 – 1.0765.

GBPUSD
GBPUSD berpeluang naik menguji resisten 1.2425 – 1.2475 bila pelemahan dolar AS berlanjut. Level support pada kisaran 1.2300 – 1.2350.

USDJPY
USDJPY berpeluang turun menguji support 105.60 – 106.00 bila minat pada aset aman yen Jepang masih bertahan di tengah pelemahan dolar AS jelang laporan NFP. Resisten pada kisaran 106.65 – 106.90.

AUDUSD
Setelah outlook hawkish dari RBA pagi tadi, AUDUSD berpeluang naik menguji resisten 0.6560 – 0.6600. Level support pada kisaran 0.6450 – 0.6480

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.