Jumat, 08 Januari 2021

  • Pasar Obligasi Indonesia Sideways, ICBI Turun Tipis. Seluruh indeks return obligasi domestik baik konvensional maupun sukuk ditutup dalam rentang yang tipis yakni pada rentang –0,08% hingga +0,04%. Harga SBN seri-seri fixed rate bergerak variatif dengan ratarata turun sebesar –1,22bps. Harga seri-seri sukuk negara juga bergerak tipis dengan rata-rata naik +0,08bps. Kurva yield PHEI-IGSYC mixed. Rata-rata yield tenor 1-30 tahun turun –0,49bps dengan penurunan hanya terjadi pada kelompok tenor panjang. Total volume transaksi di pasar sekunder meningkat +74,16% menjadi Rp26,59tn dan total frekuensi naik +200,09% menjadi 3.235 transaksi. Pasar obligasi bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Kamis ini. Pergerakan pasar diperkirakan lebih dipengaruhi faktor trading pelaku pasar. Meningkatnya risiko perlambatan pemulihan ekonomi Indonesia paska akan diterapkannya pengetatan aktivitas di sebagian wilayah Jawa dan Bali selama 2 pekan masih membayangi gerak pasar. Sementara itu dari global, pasar juga tengah concern pada memanasnya tensi politik di AS. Pada perdagangan Kamis, kurs spot Rupiah ditutup melemah ke level Rp13.910/US$. Pola sideways diperkirakan masih akan mewarnai gerak pasar obligasi domestik pada perdagangan akhir pekan. Pelaku pasar diprediksi akan wait and see pada beberapa data ekonomi penting dari global dan domestik yakni rilis data-data ketenagakerjaan Amerika hingga cadangan devisa Indonesia yang diproyeksikan menurun.   

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Kamis (07/01) ditutup menguat sebesar 1.45% di level 6,153 dengan volume transaksi sebesar Rp 21.80 Triliun dan investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 750 Milyar. Tercatat 279 saham menguat, 187 saham melemah dan 169 saham tidak mengalami perubahan harga dibandingkan closing hari sebelumnya.

BONDS

  • Harga obligasi di pasar surat utang Indonesia ditutup melemah pada perdagangan Kamis (07/01) sebagai respon dari melonjaknya kasus baru Covid-19 ke titik tertinggi selama 2 hari berturut-turut. Mayoritas SUN seri acuan mengalami aksi jual yang dilakukan investor, membuat yield SUN bertenor 10 tahun (FR0087) naik 7 bps ke level 6,01%. Volume transaksi SBN secara outright tercatat sebesar Rp 25 triliun, naik cukup signifikan dari volume transaksi pada Rabu (06/01) yang sebesar Rp 12.6 triliun, namun masih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-ratatransaksi harian sepanjang tahun 2020yang sebesar Rp 18.2triliun.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada Hari Kamis (07/01), Rupiah ditutup melemah terhadap Dolar AS di level 13,910 (prior : 13,895) dengan kurs acuan JISDOR di level 13,938 (prior : 13,926). Rupiah diperdagangkan pada range 13,920 – 13,960. Harga obligasi di pasar surat utang Indonesia bergerak melemah pada perdagangan Kamis (07/01) setelah Indonesia kembali memecahkan rekor tertinggi kasus harian Covid-19 selama 2 hari berturut-turut. Akan tetapi, kekhawatiran investor tersebut tertolong oleh telah resminya kongres Amerika Serikat mengesahkan Joe Biden sebagai Presiden yang diikuti dominasi Partai Demokrat di Senat AS pasca kemenangan di Georgia sehingga memunculkan harapan baru untuk Emerging Market.
  • Kongres Amerika Serikat secara resmi mengesahkan Joe Biden sebagai Presiden AS. Penegasan itu datang setelah DPR dan Senat AS dalam dua suara terpisah menolak upaya Partai Republik untuk menentang kemenangan electoral college Biden di Arizona dan Pennsylvania. Walaupun tidak setuju dengan hasil pemilu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan akan ada transisi yang teratur ketika Presiden terpilih Joe Biden menggantikan posisinya dalam waktu kurang dari 2 minggu ke depan. Hal tersebut cukup meredakan kekhawatiran investor selepas bentrokan yang terjadi di Capitol Hill pada Rabu (6/1/2021)malam.

Peluang Pergerakan

EMAS

Menguatnya dolar AS dan Wall Street karena data ekonomi AS yang optimis telah menekan turun pergerakan harga emas di hari Kamis, berakhir melemah  $5.15 di level $ 1913.42. Penguatan dollar AS ini juga terpicu oleh kenaikan tingkat imbal hasil obligasi Amerika Serikat yang tembus ke atas 1%. Pagi ini (8/1), harga emas berpotensi dibeli menargetkan level resisten $1927 selama harga tidak mampu menembus level support $1908. Ekspektasi stimulus fiskal AS yang lebih besar karena Partai Demokrat menguasai Senat bisa menjadi katalis penguatan harga emas. Penurunan lebih dalam dari level support ini, harga emas berpeluang dijual menguji level support selanjutnya di $1901. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia $1901 – $1927.

MINYAK

Harga minyak mentah WTI menguat di hari Kamis, berakhir naik $0.42 di level $50.91 di tengah outlook pengurangan produksi minyak oleh Arab Saudi dan tren penurunan inventori minyak mentah AS. Di sesi Asia (8/1), harga minyak berpotensi melanjutkan kenaikan menguji level resisten $51.75 selama harga mampu bertahan di atas level support $50.60. Namun bila harga menembus ke bawah level support tersebut, harga minyak berpeluang dijual menguji level support selanjutnya $50.10. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia $50.10 – $51.75.

EURUSD

Terbebani pesimisnya data inflasi konsumen dan penjualan retail zona euro serta penguatan dolar AS telah membebani pergerakan EURUSD di hari Kamis, ditutup turun 57 pip di level 1.2268. Penguatan dollar AS ini terpicu oleh kenaikan tingkat imbal hasil obligasi Amerika Serikat yang tembus ke atas 1%. Potensi jual terhadap EURUSD masih bisa berlanjut di sesi Asia (8/1) menguji level support 1.2220 selama harga tidak mampu menembus level resisten 1.2285. Namun bila harga bergerak naik lebih tinggi dari level resisten tersebut, EURUSD berpotensi dibeli menguji resisten 1.2325. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 1.2220 – 1.2325.

GBPUSD

GBPUSD ditutup turun 43 pip di level 1.3563 pada hari Kamis, terbebani oleh sentimen melonjaknya kasus Covid-19 di Inggris dan menguatnya dolar AS karena ditopang data ekonomi AS yang optimis. Penguatan dollar AS ini terpicu oleh kenaikan tingkat imbal hasil obligasi Amerika Serikat yang tembus ke atas 1%.  Aksi jual terhadap GBPUSD berpotensi berlanjut di sesi Asia (8/1) menargetkan level support 1.3515 selama harga tidak mampu menembus resisten 1.3585. Kenaikan lebih tinggi dari level resisten ini berpotensi memicu aksi beli GBPUSD menguji resisten selanjutnya 1.3610. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 1.3585 – 1.3610.

USDJPY

Dipicu sentimen menguatnya dolar AS karena didukung oleh  data ekonomi AS yang optimis dan kekhawatiran terhadap lonjakan kasus Covid-19 di Jepang telah menopang kenaikan USDJPY di sesi perdagangan hari Kamis, ditutup menguat 77 pip di level 103.81. Penguatan dollar AS ini juga terpicu oleh kenaikan tingkat imbal hasil obligasi Amerika Serikat yang tembus ke atas 1%. Selama harga mampu bertahan di atas level support 103.65, USDJPY berpotensi dibeli pada sesi Asia (8/1) menargetkan level resisten 104.10. Namun potensi kenaikan ini bisa terhenti bila harga menembus ke bawah level support tersebut dan berpotensi memicu aksi jual USDJPY menguji level support selanjutnya 103.45. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 103.45 – 104.10.

AUDUSD

AUDUSD ditutup turun 40 pip di level 0.7765 pada hari Kamis karena sentimen menguatnya dolar AS seiring rilis data ekonomi AS yang optimis. Penguatan dollar AS ini juga terpicu oleh kenaikan tingkat imbal hasil obligasi Amerika Serikat yang tembus ke atas 1%. Pagi ini (8/1), AUDUSD berpotensi dijual menguji level support 0.7725 selama harga tidak mampu untuk menembus level resisten 0.7785. Sebaliknya, kenaikan lebih tinggi dari level resisten ini, AUDUSD berpotensi dibeli menguji level resisten di 0.7815. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 0.7725 – 0.7815.

NIKKEI

Indeks Nikkei di hari Kamis, ditutup menguat 315 poin di level  27615. Kenaikan ini didukung oleh ekspektasi stimulus fiskal AS yang lebih besar karena Partai Demokrat AS juga menguasai Senat. Potensi kenaikan Indeks Nikkei di sesi Asia (8/1) bisa berlanjut menguji level resisten 28075 selama harga konsisten di atas level support 27515. Namun bila harga bergerak lebih rendah dari level support tersebut, Indeks Nikkei berpeluang dijual menguji support 27275. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 27275 – 28075.

HANG SENG

Indeks Hang Seng berakhir melemah 275 poin di level 27534 pada hari Kamis, dipicu kekhawatiran pasar terhadap memburuknya ketegangan AS-Tiongkok setelah New York Stock Exchange berbalik arah untuk mengeluarkan saham tiga perusahaan telekomunikasi Tiongkok dari perdagangan di bursa saham AS dan laporan media yang mengatakan bahwa pejabat AS mempertimbangkan melarang rakyat AS berinvestasi di Alibaba dan Tencent. Di sisi lain, ekspektasi stimulus fiskal AS yang lebih besar karena Partai Demokrat AS juga menguasai Senat bisa mendorong kenaikan indeks. Kenaikan indeks saham Wallstreet ke rekor tertinggi baru semalam juga bisa memberikan sentimen positif ke pergerakan indeks saham Asia. Pagi ini (8/1) Indeks Hang Seng berpotensi dibeli menguji level resisten di 27835 selama harga tidak mampu menembus level support di 27320. Sebaliknya, penembusan ke bawah level support ini berpeluang memicu aksi jual Indeks Hang Seng menguji level support selanjutnya 27130. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 27130 – 27835.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.