Jumat, 07 Mei 2021

  • Mayoritas Harga SBN Naik, Pasar Obligasi Bullish. Seluruh indeks return obligasi konvensional maupun sukuk bergerak menguat. Harga SBN seri-seri fixed rate naik dengan rata-rata perubahan harga pada 46 serinya sebesar +13,83bps. Sedangkan rata-rata harga sukuk negara naik +5,99bps. Yield obligasi negara dominan bullish dengan rata-rata perubahan seluruh tenor (1-30tahun) turun –2,18bps. Penurunan yield dicatatkan tenor pendek dan panjang. Total volume di pasar sekunder meningkat menjadi Rp21,54tn (+47,57%) sedangkan total frekuensi naik menjadi 1.657 transaksi (+2,22%). Ditengah belum adanya sentimen lanjutan, positifnya kinerja pasar obligasi Indonesia diperkirakan lebih terpicu oleh penguatan nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar. Pada perdagangan Kamis, kurs spot Rupiah ditutup menguat signifikan 116poin ke level Rp14.319/US$ atau menjadi level terkuat dalam 2 bulan terakhir. Sementara itu dari global, faktor penahan kinerja pasar diperkirakan masih disebabkan oleh kekhawatiran pasar terhadap dampak penyebaran Covid-19 gelombang kedua yang kembali meluas di sejumlah negara. Today’s Outlook Pada perdagangan akhir pekan, pergerakan pasar obligasi Indonesia berpotensi meneruskan penguatan. Sentimen domestik diprediksi menjadi penopang gerak pasar yakni diantaranya tren penguatan mata uang Rupiah serta rilis cadangan devisa periode April yang diproyeksi kembali mencetak all time high ke level US$139 miliar.
  • Tren penurunan restrukturisasi kredit hingga Maret 2021 menjadi indikasi pulihnya produktivitas bisnis dan dapat mendorong perekonomian Indonesia. Hal ini seiring dengan stabilitas sektor keuangan yang semakin terjaga di tengah pandemi. Outstanding restrukturisasi kredit dan jumlah debitur restrukturisasi perbankan tercatat turun per akhir Maret 2021 dibandingkan dengan posisi Desember 2020. Pada Desember 2020 lalu, jumlah restrukturisasi kredit mencapai Rp. 830 triliun sedangkan pada Maret 2021 sebesar Rp. 808 triliun. Hal ini memberikan indikator positif pada pemulihan ekonomi di Indonesia.

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Pada perdagangan Kamis (06/05) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 5,970, turun 5.67 poin atau -0.095%% dibanding hari sebelumnya. Sebanyak 222 saham menguat, 269 saham melemah dan 149 saham nilainya tidak berubah. Total volume perdagangan mencapai 14.57 miliar saham dengan total transaksi sebesar Rp. 8.8 Triliun.

BONDS

  • Harga obligasi berdenominasi Rupiah mengalami penguatan pada perdagangan Kamis (06/05). Harga SUN seri acuan ditutup naik pada kisaran 5 – 50 bps, dimana yield SUN bertenor 10 tahun (FR0087) turun 2 bps ke level 6.41%. Volume transaksi SBN secara outright tercatat sebesar Rp. 20.6 triliun, meningkat dari volume transaksi Rabu (05/05) yang sebesar Rp. 13.8 triliun, serta sedikit lebih tinggi dari rata-rata transaksi harian secara year to date yang sebesar Rp. 20.5 triliun.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada hari Kamis (06/05), Rupiah dibuka di level 14,410/14,430 dengan kurs acuan JISDOR di level 14,364 (prior : 14,439). Rupiah ditutup menguat pada level 14,319 dan harga SBN diperdagangkan menguat pada seluruh tenor seri acuan. Penguatan Rupiah dan harga SBN tersebut dipengaruhi oleh penegasan The Fed untuk mempertahankan suku bunga rendah serta turunnya jumlah restrukturisasi kredit di Indonesia memberikan sentimen positif bagi perkembangan pemulihan ekonomi Indonesia. Pada hari Kamis, mayoritas mata uang di kawasan Asia bergerak menguat terhadap Dolar AS seperti Peso Filipina menguat 0.14%, Rupee India menguat 0.07% dan Won Korea menguat 0.05%.
  • The Fed kembali menegaskan akan tetap mempertahankan suku bunga di level rendah sehingga Rupiah menguat pada perdagangan Kamis (06/05). Sebelum adanya penegasan dari sikap Bank Sentral Amerika Serikat ini, Rupiah sempat melemah karena terdapat isu bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga. The Fed baru akan menaikkan suku bunga apabila data pengangguran menurun, angka penciptaan lapangan kerja tumbuh secara maksimal, dan inflasi secara konsisten berada di atas 2% dalam 6 bulan. Penguatan Rupiah dapat berlanjut apabila investor menilai Indonesia mampu mengendalikan penyebaran covid-19 dan distribusi vaksin terus dilakukan.

Peluang Pergerakan

EMAS 

Harga emas berakhir naik tajam sebesar $28.01 di level $1814.76 pada hari Kamis karena pelemahan dolar AS dan turunnya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS, dan kabar melambatnya vaksinasi Covid-19 di AS memicu minat pada aset aman logam emas. Emas berpeluang dibeli lebih lanjut pagi ini (7/5), menargetkan resisten di $1822 jika masih berlanjutnya sentimen pelemahan dollar AS dan turunnya tingkat imbal hasil obligasi AS. Namun, jika terkoreksi turun hingga menembus ke bawah level $1809, berpeluang dijual membidik support di $1807. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $1807 – $1822

MINYAK

Harga minyak ditutup turun $0.45 di level $64.83 pada hari Kamis di tengah kekhawatiran pasar terhadap memburuknya kasus Covid-19 di India, negara importir minyak terbesar ketiga di dunia, abaikan berita Arab Saudi yang melakukan pemangkasan harga. Minyak berpotensi dijual lebih lanjut pagi ini (7/5), membidik support di $64.30 karena kekhawatiran melambatnya permintaan karena memburuknya kasus Covid-19 di India. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level $65.20, berpeluang dibeli mengincar resisten di $65.40. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $64.30 – $65.40.

EURUSD

Ditopang optimisnya data Factory Order Jerman dan Retail Sales zona Euro serta tertekannya pergerakan dollar AS telah memicu kenaikan EURUSD di hari Kamis, ditutup menguat 59 pip di level 1.2063.EURUSD berpeluang dibeli lebih lanjut pagi ini (7/5), mengincar resisten di 1.2100 di tengah outlook pelemahan dollar AS. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah level 1.2035, berpeluang dijual membidik support di 1.2020. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.2020 – 1.2100.

GBPUSD

GBPUSD berakhir turun 14 pip di level 1.3891 pada hari Kamis di tengah kekecewaan pasar terhadap kebijakan BOE yang memangkas pembelian obligasi mingguan serta kegugupan pasar terhadap hasil pemilu Skotlandia. GBPUSD berpotensi dibeli pagi ini (7/8), menguji resisten di 1.3950 di tengah outlook pelemahan dollar AS. Namun, jika pasar mencemaskan hasil pemilu Skotlandia, maka GBPUSD berpeluang dijual menargetkan support di 1.3850. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.3850 – 1.3950.

USDJPY

Seiring melemahnya dolar AS dan turunnya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS, USDJPY berakhir turun 11 pip ke level penutupan hari Kamis di 109.07 USDJPY berpeluang dijual lebih lanjut pagi ini (7/5), menargetkan support di 108.60 seiring optimisnya data Average Cash Earnings dan Monetary Base Jepang. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 109.25, berpeluang dibeli menargetkan resisten di 109.40. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 108.60 – 109.40.

AUDUSD

AUDUSD berakhir naik 38 pip ke level 0.7784  di akhir perdagangan hari Kamis, ditopang lemahnya dolar AS dan kenaikan harga komoditas logam tembaga. AUDUSD berpeluang dibeli lebih lanjut pagi ini (7/5), membidik resisten di 0.7820 jika pernyataan moneter dari RBA pukul 8:30 WIB cenderung hawkish/optimis. Namun jika hasilnya dovish/pesimis, AUDUSD berpeluang dijual menguji support di 0.7740. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 0.7740 – 0.7820.

NIKKEI

Dipicu oleh aksi bargain hunting dan menguatnya Wall Street telah mendorong naik indeks Nikkei pada hari Kamis, berakhir menguat 320 poin di level 29375. Indeks Nikkei berpotensi dijual pagi ini (7/5), menguji support di 29100 jika pasar terbebani sentimen penguatan yen Jepang serta kekhawatiran terhadap memburuknya kasus Covid-19 di Jepang. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 29370, berpeluang dibeli menargetkan resisten di 29400. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 29100 – 29400.

HANGSENG

Ditopang sentimen permintaan aset berisiko yang tercermin positifnya pergerakan Wall Street telah memicu kenaikan indeks Hang Seng di hari Kamis, ditutup menguat 33 pip di level 28408. Indeks Hang Seng berpotensi dijual pagi ini (7/5), menguji support di 28200 jika data ekonomi Tiongkok seperti Caixin Services PMI yang dirilis pukul 8:45 WIB dan Trade Balance untuk waktu yang tentatif hasilnya pesimis. Jika hasilnya optimis berpeluang memicu aksi beli menargetkan resisten di 28600. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 28200 – 28600.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.