Jumat, 07 Agustus 2020

  • Pasar Obligasi Indonesia Lanjutkan Tren Positif. Indeks return obligasi konvensional maupun sukuk ditutup menguat pada perdagangan Kamis. Harga seri-seri SBN fixed rate dominan menguat dengan rata-rata perubahan pada 43 serinya naik +13,14bps. Yield SBN juga bergerak positif dengan penurunan yield terjadi pada seluruh kelompok tenornya. Total volume perdagangan di pasar sekunder turun menjadi Rp18,34tn (-38,02%). Sementara total frekuensi juga turun menjadi 1.257 transaksi (14,02%). Katalis positif dari pasar diperkirakan lebih didorong oleh faktor internal seperti respon positif pelaku pasar terhadap progress pengembangan vaksin Covid di Indonesia, serta rencana stimulus lanjutan dari Pemerintah Indonesia berupa bantuan tunai dan skema pinjaman tanpa bunga. Kondisi serupa juga terjadi pada pasar saham domestik dimana IHSG menguat sebesar +0,999% ke level 5.178,27. Pada perdagangan Kamis, kurs spot Rupiah melemah ke level Rp14.585/US$. Tren bullish pasar obligasi berpotensi masih berlanjut pada perdagangan akhir pekan ini. Selain sentimen dari domestik berupa rencana stimulus lanjutan pemerintah dan peningkatan indeks keyakinan konsumen, sentimen positif diprediksi juga ditopang oleh meningkatnya ekspektasi pemulihan ekonomi global paska kenaikan indikator PMI non-manufaktur US yang melebihi proyeksi konsensus. Namun demikian, penguatan pasar SBN selama 5 hari beruntun berpotensi memunculkan risiko profit taking pelaku pasar.

EKONOMI GLOBAL

  • Dolar AS terlihat masih sangat rapuh pergerakannya di awal perdagangan hari Jumat (7/8) di tengah sentimen perlambatan ekonomi di Amerika Serikat yang disebabkan oleh pandemi virus korona dan ekspektasi untuk adanya stimulus yang besar yang masih di bahas oleh pihak Gedung Putih dengan partai Demokrat AS. Selanjutnya pada hari ini pasar akan mencari katalis dari data ekonomi penting dari AS yaitu Average Hourly Earnings, Non-Farm Employment Change dan Unemployment Rate yang dirilis bersamaan pukul 19:30 WIB. Untuk sektor komoditas,  harga emas masih berpeluang menguat dalam jangka pendek karena sentimen pelemahan dolar AS, ekspektasi stimulus dan tingginya kasus penyebaran virus korona. Sementara itu untuk harga minyak berpeluang menguat dalam jangka pendek jika ditopang sentimen pelemahan dolar AS, namun kenaikan harga minyak berpeluang terbatas mengingat masih adanya kekhawatiran akan perlambatan permintaan bahan bakar. 

Potensi Pergerakan 

EMAS 

Setelah mencetak kenaikan sebesar $25.20 pada penutupan hari Kamis di level $2063.20, harga emas berpeluang untuk melanjutkan kenaikannya dalam jangka pendek di tengah sentimen pelemahan dolar AS, turunnya yield Treasury, ekspektasi stimulus dan kenaikan kasus virus korona untuk menguji level resisten di $2080 – $2100. Namun, jika dolar AS berbalik menguat, khususnya pada perilisan data Average Hourly Earnings, Non-Farm Employment Change dan Unemployment Rate yang dirilis bersamaan pukul 19:30 WIB yang hasilnya optimis, harga emas berpotensi untuk bergerak turun menguji level support di $2060 – $2040. 

MINYAK 

Harga minyak berpeluang untuk rebound dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di $42.70 – $43.50 setelah kemarin berakhir melemah $0.23 di level $41.97 karena sentimen pelemahan dolar AS. Namun, jika pasar kembali mencemaskan melambatnya permintaan bahan bakar karena kenaikan kasus virus korona berpotensi menjadi beban untuk pergerakan harga minyak untuk menguji level support di $41.50 – $40.70. Selanjutnya hari ini pasar akan menantikan perilisan laporan aktivitas rig AS oleh Baker Hughes pukul 00:00 WIB/Sabtu.

EURUSD 

EURUSD  berpeluang mempertahankan kenaikannya dalam jangka pendek setelah kemarin ditutup menguat 13 pips di level 1.1877 di tengah sentimen pelemahan dolar AS untuk menguji level resisten di 1.1910 – 1.1970. Namun, jika sejumlah data ekonomi dari berbagai negara zona euro dirilis pesimis seperti dari Jerman yaitu Industrial Production dan Trade Balance pukul 13:00 WIB, dari Perancis yaitu Industrial Production, Prelim Private Payrolls dan Trade Balance yang dirilis pukul 13:45 WIB dan dari Italia yaitu Trade Balance pukul 15:00 WIB, maka berpotensi memicu penurunan EURUSD untuk menguji level support di 1.1830 – 1.1770.

GBPUSD 

Pasca ditutup menguat 29 pips di level 1.3143 di hari Kamis, GBPUSD berpeluang untuk bergerak naik dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 1.3180 – 1.3240 di tengah outlook pelemahan dolar AS. GBPUSD berpeluang untuk bergerak turun, menguji support di 1.3100 – 1.3040 jika data Halifax HPI Inggris yang dirilis pukul 14:30 WIB hasilnya pesimis.

USDJPY 

USDJPY berpeluang melanjutkan penurunannya untuk menguji level support di 105.20 – 104.80 setelah kemarin berakhir turun 5 pips di level 105.55 karena sentimen optimisnya data ekonomi Jepang seperti average cash earnings dan household spending yang dirilis pagi ini di tengah pelemahan dolar AS. Jika bergerak naik, level resisten berada di 106.00 – 106.40.

AUDUSD 

Setelah berakhir menguat 44 pips di level 0.7236, AUDUSD berpeluang untuk bergerak turun dalam jangka pendek untuk menguji level support di 0.7200 – 0.7160 karena pernyataan kebijakan moneter terbaru dari Reserve Bank Australia yang dirilis pagi ini cenderung dovish. AUDUSD berpeluang untuk kembali bergerak naik, menguji level resisten di 0.7260 – 0.7300 jika data trade balance Tiongkok yang akan dirilis untuk waktu yang tentatif hasilnya lebih baik dari estimasi serta berlanjutnya sentimen pelemahan dolar AS.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.