Jumat, 06 September 2019

  • Survei Konsumen Bank Indonesia pada Agustus 2019 mengindikasikan optimisme konsumen tetap terjaga. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Agustus 2019 yang tetap berada dalam zona optimis (di atas 100) yaitu sebesar 123,1, meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan IKK pada bulan sebelumnya sebesar 124,8. Masih terjaganya optimisme konsumen terutama ditopang oleh persepsi konsumen yang masih tetap positif terhadap kondisi ekonomi saat ini. Persepsi konsumen tersebut didukung oleh keyakinan terhadap ketersediaan lapangan kerja dan pembelian barang tahan lama (durable goods) yang membaik. Di samping itu, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan juga masih berada pada level optimis, meskipun tidak sekuat bulan sebelumnya terutama pada perkiraan terhadap penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja pada 6 bulan mendatang. Hasil survei juga mengindikasikan tekanan kenaikan harga pada 6 bulan mendatang (Februari 2020) diprakirakan menurun. Hal ini terindikasi dari penurunan Indeks Ekspektasi Harga 6 bulan yang akan datang dari 174,9 pada bulan sebelumnya menjadi 170,0. Penurunan tersebut didukung oleh ketersediaan pasokan barang yang memadai dan kelancaran kegiatan logistik distribusi barang.
  • Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2019 tercatat sebesar 126,4 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir Juli 2019 sebesar 125,9 miliar dolar AS. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,4 bulan impor atau 7,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Peningkatan cadangan devisa pada Agustus 2019 terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa migas dan penerimaan valas lainnya. Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai dengan didukung stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik.

EKONOMI GLOBAL

  • Pasar keuangan berpotensi akan bergerak dalam tingkat volatilitas yang cukup besar pada hari Jumat (6/9) dengan pasar akan terfokus pada perilisan sejumlah data penting ekonomi AS seperti non-farm employment change, unemployment rate dan average hourly earnings yang di jadwalkan pukul 19:30 WIB. Setelah perilisan data tersebut perhatian pasar akan tertuju pada pidato ketua Fed Jerome Powell yang dijadwalkan pukul 23:30 WIB untuk mengetahui langkah selanjutnya dari bank sentral AS dalam menghadapi perkembangan ekonomi global seperti sat ini.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang naik dalam jangka pendek jika pasar melakukan aksi bargain hunting pasca kejatuhan besar semalam untuk menguji level resisten di $1523 – $1528. Namun jika pasar masih meminati aset berisiko dibalik meredanya tensi dagang AS-Tiongkok, maka harga emas berpeluang untuk bergerak turun untuk menguji level support di $1515 – $1510. Fokus hari ini tertuju pada data ekonomi AS seperti non-farm employment change, unemployment rate dan average hourly earnings yang di jadwalkan pukul 19:30 WIB dan pidato Fed Powell pukul 23:30 WIB.

MINYAK

Harga minyak berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek pada outlook meningkatnya optimisme terhadap negosiasi dagang diantara dua konsumen minyak terbesar di dunia yaitu AS dan Tiongkok untuk menguji level resisten di $56.70 – $57.20. Sementara itu jika bergerak turun, level support berada di $55.90 – $55.40.

EURUSD

EURUSD berpeluang untuk bergerak turun dalam jangka pendek jika pasar kembali mengantisipasi rencana pelonggaran moneter oleh ECB pada pekan depan untuk menguji level support di 1.1000 – 1.0950. Namun, EURUSD berpeluang untuk bergerak naik untuk menguji level resisten di 1.1070 – 1.1120 jika perilisan data produksi industri Jerman pukul 13:00 WIB dan GDP Zona Euro yang telah direvisi pukul 16:00 WIB hasilnya lebih baik dari estimasi pasar.

GBPUSD

Pernyataan terbaru dari Boris Jhonson yang mengatakan bahwa dia tidak akan pernah menunda keluarnya Inggris dari Uni Eropa pada tanggal 31 Oktober nanti berpeluang membebani GBPUSD untuk menguji level support di 1.2290 – 1.2240. GBPUSD berpeluang untuk menguat, menguji level resisten di 1.2360 – 1.2410 jika perilisan data indeks harga rumah Inggris yang dirilis oleh Halifax pukul 14:30 WIB hasilnya lebih tinggi dari estimasi.

USDJPY

Data ekonomi Jepang seperti pendapatan rata-rata dan belanja rumah tangga yang hasilnya pesimis berpotensi menopang kenaikan USDJPY dalam jangka pendek untuk menargetkan level resisten di 107.30 – 107.80. Sementara itu jika bergerak turun, level support berada di 106.70 – 106.20.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek seiring optimisnya data indeks konstruksi Australia dan meredanya tensi dagang antara AS dengan Tiongkok untuk menguji level resisten di 0.6840 – 0.6890. Namun, jika bergerak turun, level support berada di 0.6780 – 0.6730.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Jumat 06/09/2019 pukul 13.29WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.