Jumat, 06 Oktober 2020

  • Pasar Obligasi Menguat Tajam Terpicu Efek Joe Biden. Seluruh indeks return obligasi domestik ditutup menguat. ICBI dan INDOBeXG-TR naik hingga +0,36% dan +0,39%. Harga kelompok SUN seri Fixed Rate dominan naik. 2 seri SUN acuan (FR0082, FR0080) bahkan mencatat kenaikan diatas +100,0bps. Yield obligasi negara tenor 3-30tahun kompak turun. Rata-rata yield seluruh tenor turun sebesar –3,49bps. Aktivitas perdagangan obligasi berlangsung semarak. Total volume naik hingga +173,75% menjadi Rp38,65n dan total frekuensi naik +58,87% menjadi 1.989 transaksi. Harga lebih digerakkan oleh respon positif pasar terhadap potensi kemenangan Joe Biden dalam Pemilu Capres AS ke 46 yang kian menguat. Optimisme tersebut bahkan mampu menahan dampak dari ekonomi Indonesia yang resmi masuk resesi. PDB Q3 tercatat minus sebesar 3,49%yoy. Kurs spot Bloomberg juga langsung menguat hingga 185,0poin ke level 14.380/US$. IHSG pada penutupan sesi kedua juga naik hingga +3,04% ke level 5.260,33. Pasar obligasi berpotensi semakin menguat jika peluang Joe Biden menjadi Presiden AS ke 46 kian nyata. Ditengah concern pasar terhadap hasil Pilpres AS, sentimen lain yang turut membayangi pasar esok hari adalah rilis cadangan devisa Indonesia bulan Oktober serta FOMC statement.
  • Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III 2020 membaik, didorong meningkatnya realisasi stimulus Pemerintah serta mulai membaiknya mobilitas masyarakat dan permintaan global. Ekonomi Indonesia pada triwulan III 2020 tumbuh tinggi sebesar 5,05% (qtq), setelah mengalami kontraksi sebesar 4,19% (qtq) pada triwulan sebelumnya. Secara tahunan, perbaikan ekonomi domestik juga terlihat dari berkurangnya kontraksi pertumbuhan menjadi 3,49% (yoy) dari kontraksi pada triwulan II 2020 sebesar 5,32% (yoy). Ke depan, Bank Indonesia melalui bauran kebijakannya terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah dan otoritas terkait agar berbagai kebijakan yang ditempuh makin efektif mendorong pemulihan ekonomi. Perbaikan ekonomi domestik terjadi pada hampir semua komponen PDB sisi pengeluaran. Meningkatnya realisasi stimulus Pemerintah, terutama berupa bantuan sosial, belanja barang dan jasa lainnya, serta transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) berpengaruh kuat pada konsumsi pemerintah yang pada triwulan III 2020 tumbuh tinggi sebesar 9,76% (yoy), setelah sebelumnya terkontraksi sebesar 6,9% pada triwulan II 2020. Dorongan stimulus tersebut dan membaiknya mobilitas masyarakat turut menopang perbaikan kontraksi konsumsi rumah tangga menjadi sebesar 4,04% (yoy). Kinerja investasi juga membaik dengan kontraksi yang berkurang menjadi 6,48% (yoy), terutama didorong investasi nonbangunan. Selain itu, kinerja ekspor mengalami kontraksi yang lebih kecil sebesar 10,82% (yoy) sejalan meningkatnya mobilitas penduduk dan membaiknya kinerja mitra dagang utama Indonesia, terutama Tiongkok. Di sisi Lapangan Usaha (LU), sebagian besar Lapangan Usaha (LU) mengalami perbaikan, terutama LU yang terkait dengan kesehatan dan aktivitas work from home dan school from home yang tercatat tetap tumbuh positif, seperti LU Informasi dan Komunikasi, LU Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial, serta LU Jasa Pendidikan. Meningkatnya mobilitas masyarakat turut mendorong perbaikan kinerja LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum serta LU Transportasi dan Pergudangan yang mencatat kontraksi yang lebih kecil. Selain itu, LU Industri Pengolahan, LU Konstruksi, dan LU Perdagangan menunjukkan perbaikan.
  • Ekonomi nasional resmi masuk resesi yang ditandai dengan pertumbuhan negatif ekonomi nasional selama 2 kuartal berturut-turut secara year-on-year. Badan Pusat Statistik menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2020 berada pada level-3.49% (yoy) . Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan ekonomi Indonesia kuartal III membaik daripada pertumbuhan ekonomi pada kuartal II yang terkontraksi 5.32% (yoy). Perbaikan ekonomi ditunjukkan oleh adanya pemulihan dalam aktivitas ekonomi nasional yang ditandai dari peningkatan baik dari sisi pengeluaran maupun produksi. Selain i tu, peran stimulus fiskal juga terbukti mampu mendongkrak kinerja perekonomian Indonesia ditengah penanganan Covid-19 melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

FOREIGN OWNERSHIP EQUITY VS IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Kamis (05/11) ditutup menguat sebesar 3.04% ke level 5,260.33. Tercatat 320 saham menguat, 140 saham melemah dan 150 saham tidak mengalami perubahan harga dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Volume perdagangan tercatat sebesar Rp. 9.90 Triliun. Adapun investor asing net buy sebesar Rp. 711.03 Milyar.

BONDS

  • Pada hari Kamis (05/11), harga obligasi pemerintah seri benchmark bergerak menguat pada seluruh tenor. SBN tenor 10 tahun mengalami penurunan yield sebesar 18bps. Pergerakan harga obligasi pemerintah salah satunya dipengaruhi oleh ketatnya persaingan pada pemilihan Presiden AS. Prediksi kemenangan oleh Biden membuat pasar kembali optimis terhadap proyeksi perekonomian global. Di sisi lain, perbaikan ekonomi Indonesia dikuarta lIII yang tercatat tumbuh -3.49% secara tahunan (prior:-5.32%) dan perkembangan uji klinis tahap akhir vaksin Astra Zeneca memberi stimulus bagi pergerakan harga obligasi pemerintah.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada perdagangan hari Kamis (05/11), Rupiah ditutup menguat terhadap Dollar AS di level 14,380 (prior:14,565) dengan kurs acuan JISDOR di level 14,439 (prior:14,557). Di pasar obligasi, harga SBN ditutup menguat pada seluruh seri benchmark. Perbaikan perekonomian Indonesia pada kuartal III dibandingkan kuartal II membuat pasar kembali optimis pada percepatan pemulihan ekonomi Indonesia, meskipun Indonesia telah resmi mengalami resesi yang ditandai oleh kontraksi ekonomi selama 2 kuartal berturut-turut. Di sisi lain, prediksi kemenangan Joe Biden berdasarkan keunggulan sementara total electoral votes yang di peroleh Biden di bandingkan dengan Donald Trump meningkatkan keyakinan pelaku pasar terhadap ekonomi global.
  • Indeks saham Asia ditetapkan untuk bertahan di dekat puncak tiga tahun sementara dolar AS tetap lesu pada hari Jumat (6/11/2020) karena prospek legislatif AS yang terpecah meredupkan kemungkinan perubahan kebijakan besar, mengangkat minat terhadap risiko. Mengesampingkan ketidakpastian pemilihan presiden AS yang sangat dekat, investor semalam mengambil aset berisiko seperti dolar Australia, yang melonjak ke level tertinggi enam minggu sebelum mengalami aksi ambil untung di awal perdagangan Asia. Bahkan emas, sebagai aset safe haven, menguat dalam semalam karena investor menantikan penyelesaian pemilu AS yang sebelumnya telah didukung oleh banyak stimulus fiskal di ekonomi terbesar dunia. Demokrat Joe Biden  mendekati kemenangan atas Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis dengan memimpin dengan selisih tipis di beberapa negara bagian di mana suara masih dihitung. Meskipun tidak jelas siapa yang akan muncul sebagai pemenang dalam pemilihan presiden, para analis mengatakan lebih banyak stimulus fiskal AS sedang disiapkan, terlepas dari hasil pemilihan.

Peluang Pergerakan:

EMAS

Harga emas kembali mencetak penguatan di hari Kamis, berakhir naik $ 46.56  di level $1949.68  seiring melemahnya dolar AS dibalik potensi kemenangan Joe Biden dalam pilpres AS serta dovishnya kebijakan The Fed. Harga emas berpeluang beli dengan target kenaikan menguji level resisten $1960 karena ditopang oleh outlook pelemahan dolar AS lebih lanjut. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia $1930 – $1960.

MINYAK

Abaikan  pelemahan dolar AS dan outlook bahwa OPEC+ akan perpanjang waktu pemangkasan produksi telah memicu penguatan harga minyak di hari Kamis, ditutup melemah $0.63 di level $38.51. Harga minyak berpeluang jual dengan target penurunan menguji level support $37.20 selama harga tidak mampu menembus level resisten $39.10. di atas level $39.10 harga minyak berpeluang beli dengan target $39.75. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia $37.20 – $39.75.

EURUSD

Dominasi sentimen pelemahan dolar AS karena potensi kemenangan Joe Biden dalam pilpres AS telah mendorong naik EURUSD di hari Kamis hingga berakhir menguat 107 pips di level 1.1830 meskipun data pesanan pabrik Jerman dan penjualan retail zona Euro hasilnya pesimis. EURUSD berpeluang beli dengan target kenaikan menguji level resisten 1.1925 selama harga tidak mampu menembus level support 1.1780. di bawah level 1.1780 EURUSD berpeluang jual dengan target 1.1745. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 1.1745 – 1.1925.

GBPUSD

GBPUSD berakhir naik 159 pips di level  1.3148 pada hari Kamis karena sentimen pelemahan dolar AS serta diperpanjangnya skema furlough di Inggris.

GBPUSD berpeluang beli dengan target kenaikan menguji level resisten 1.3225 selama harga tidak mampu menembus level support 1.3100. di bawah level 1.3100 GBPUSD berpeluang jual dengan target 1.3070. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 1.3070 – 1.3225.

USDJPY

USDJPY ditutup turun 101 pips di level 103.51 pada hari Kamis seiring melemahnya dolar AS karena potensi kemenangan Joe Biden dalam pilpres AS serta sikap dovish The Fed.

USDJPY berpeluang jual dengan target penurunan menguji level support  102.70 selama harga tidak mampu menembus level  resisten 103.95. di atas level 103.95 USDJPY berpeluang beli dengan target 104.45. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia 102.70 – 104.45.

AUDUSD

Optimisnya data neraca perdagangan Australia, melemahnya dolar AS dan tingginya harga komoditas seperti emas dan tembaga telah berimbas positif terhadap pergerakan AUDUSD  di hari Kamis, berakhir naik 106 pips di level 0.7284. AUDUSD berpeluang beli dengan target kenaikan menguji level resisten 0.7340 selama harga tidak mampu menembus level support 0.7225. Di bawah level 0.7225 AUDUSD berpeluang jual dengan target 0.7185. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia  0.7185 – 0.7340.

NIKKEI

Ditopang reli Wall Street karena pulihnya permintaan aset berisiko di tengah potensi kemenangan Joe Biden telah mendorong naik indeks Nikkei di hari Kamis, ditutup menguat 245 poin di level 24185.

Indeks Nikkei berpeluang beli dengan target kenaikan menguji level resisten 24495 selama harga tidak mampu menembus level support 23960. Di bawah level 23960 Indeks Nikkei berpeluang jual dengan target 23805. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia  23805 – 24495.

HANG SENG

Kenaikan Wall Street serta menguatnya saham di sektor teknologi telah menopang kenaikan indeks Hang Seng di hari Kamis, hingga ditutup menguat 404 poin di level 25882. Indeks Hang Seng berpeluang beli dengan target kenaikan menguji level resisten 26350 selama harga tidak mampu menembus level support 25625. Di bawah level 25625 Indeks Hang Seng berpeluang jual dengan target 25320. Rentang perdagangan potensial di sesi Asia  25320 – 26350.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.