Jumat, 05 Juni 2020

  • All Bond Return Indexes Dropped, Market Strengthening Rate Stalled. Indonesia’s bond return indexes both conventional and sukuk turned to weaken on Thursday’s trading. Majority fixed rate SBN series noted price corrections with average drop by –23.63bps. SBN yields were mixed with average of all tenors (1-30year) increased by +1.24bps. Yield rises occured on short and middle tenor groups. Total trading volume at secondary market increased to IDR22.66tn (+18.91%). However, total frequency dropped to 1,601 transactions (-13.69%). Along with lacked of continued dominating sentiments at the market, the weakening performance of Indonesia’s bond market today was estimated mainly due to market profit taking action in using the moment of price hikes for 3 consecutive days. Same condition also happened at the stock exchange where JCI performance turned to weaken by +0.49% to level 4,916.70. At the end of this week’s trading, the domestic bond market potentially moves sideways. However, the latest policy related with the implementation of transitional PSBB restrictions in Jakarta that is believed to be able to raise the economy is expected to be a positive sentiment at the market. For tomorrow’s trading, the market is also predicted to concern on the release of US employment data including monthly unemployment rate.

EKONOMI GLOBAL

  • Data ekonomi AS akan menjadi fokus utama pasar di hari terakhir perdagangan pekan ini, seperti Average Hourly Earnings, Non-Farm Employment Change dan Unemployment Rate yang dirilis bersamaan pukul 19:30 WIB. JIka data-data tersebut dirilis lebih baik dari estimasi berpotensi memicu penguatan dolar AS, setelah mata uang negeri paman Sam tertekan turun akhir-akhir ini karena kerusuhan yang meluas dan data ekonomi yang kurang baik. Namun, jika dirilis lebih buruk dari estimasi berpotensi membebani lebih lanjut dolar AS. Sementara itu untuk sektor komoditas. Harga emas berpeluang bergerak naik jangka pendek karena sentimen pelemahan dolar AS dan outlook jatuhnya indeks saham yang dipicu memburuknya ketegangan AS-Tiongkok. Dan untuk harga minyak berpotensi naik dalam jangka pendek di tengah isu akan berlanjutnya pengurangan produksi terbesar oleh OPEC+, setidaknya sebulan lagi.

Potensi pergerakan 

EMAS
Harga emas berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek di tengah sentimen pelemahan dolar AS dan outlook kejatuhan indeks saham untuk menguji level resisten di $1722 – $1730. Harga emas berpeluang berbalik turun, menguji support di $1708 – $1700 jika dolar AS menguat pada perilisan data ekonomi AS yang optimis.

Minyak 
Harga minyak berpotensi naik dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di $38.00 – $39.60 di tengah spekulasi bahwa OPEC+ akan memperpanjang waktu pengurangan produksi yang sebesar 9.7 juta barel di pekan ini, setidaknya untuk sebulan lagi. Harga minyak berpotensi berbalik turun, menguji support di $36.60 – $35.00 jika pasar dapatkan perkembangan yang kurang baik menjelang pertemuan OPEC+ serta meningkatnya aktivitas rig AS yang akan dilaporkan oleh Baker Hughes pukul 00:00 WIB/Sabtu. 

EURUSD 
EURUSD berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek di tengah euforia stimulus terbaru dari ECB yang meningkat lebih besar dari perkiraan pasar untuk menguji level resisten di 1.1380 – 1.1450. EURUSD berpeluang berbalik turun, menguji support di 1.1300 – 1.1230 jika data Factory Orders Jerman yang dirilis pukul 13:00 WIB hasilnya lebih buruk dari estimasi. 

GBPUSD
Outlook no-deal Brexit setelah tidak adanya terbosan dalam negosiasi hubungan dagang antara Inggris dan Uni Eropa di pekan ini berpotensi membebani pergerakan GBPUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.2570 – 1.2500. GBPUSD berpeluang bergerak naik jika data Halifax HPI Inggris yang dirilis pukul 14:30 WIB hasilnya lebih baik dari estimasi untuk menguji level resisten di 1.2650 – 1.2720. 

USDJPY
Optimisnya data belanja rumah tangga Jepang serta sentimen hindar aset berisiko karena ketegangan AS-Tiongkok berpotensi memicu penurunan USDJPY dalam jangka pendek untuk menguji level support di 108.80 – 108.30. Jika bergerak naik, level resisten terlihat di 109.40 – 109.90. 

AUDUSD 
Perilisan data indeks jasa Australia yang lebih tinggi dari periode sebelumnya serta tingginya harga komoditas berpotensi memicu kenaikan AUDUSD dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 0.6980 – 0.7040. Namun, jika pasar kembali cemaskan outlook ketegangan AS-Tiongkok, tidak menutup kemungkinan AUDUSD dapat bergerak turun untuk menguji level support di 0.6880 – 0.6820.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa TengahPerhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.