Jumat, 03 September 2021

  • End of Day Kamis, Harga Obligasi Dominan Terkoreksi Yield Bearish. Seluruh indeks return obligasi Indonesia ditutup melemah terbatas. Harga SUN seri fixed rate kian didominasi koreksi pada sesi Kamis sore meskipun tipis dengan rata-rata turun –6,45bps. Sementara itu, sukuk negara turun –8,57bps. Kurva yield obligasi negara, PHEI-IGSYC, berpola bearish. Yield seluruh tenor (1-30tahun) tertekan naik dan mencatatkan rata-rata sebesar +0,72bps. Transaksi obligasi di pasar sekunder berlangsung kurang semarak. Total volume turun menjadi sebesar Rp12,24tn (-38,01%) dan total frekuensi turun menjadi 1.712 transaksi (-21,68%). Pada perdagangan hari ini, aksi trading masih menjadi penggerak utama harga obligasi. Dominasi koreksi yang mewarnai harga obligasi meski tipis diperkirakan salah satunya dipicu antisipasi pasar terhadap rilis data tenaga Amerika. Hal tersebut diperkirakan juga turut mempengaruhi minat investor dalam bertransaksi. Adapun untuk kinerja Rupiah di pasar spot, sore kemarin ditutup menguat 10,0poin di level Rp14.273/US$. Today’s Outlook Pergerakan terbatas diperkirakan berlanjut mewarnai pasar obligasi hingga hari terakhir perdagangan pekan ini. Wait and see data tingkat pengangguran di AS, dan belum adanya sentimen baru yang dominan masih menjadi alasan sideways-nya pasar.
  • Sentimen tren penurunan pertumbuhan kasus covid-19 di Indonesia menjadi salah satu sentimen positif investor di Indonesia. Rata-rata pertumbuhan kasus covid-19 di Indonesia telah menyentuh di bawah angka 10 ribu kasus per hari. Sementara itu, program vaksinasi juga telah mencapai 100 juta suntikan membuat pemerintah optimis untuk mencapai target 2.3 juta dosis per hari pada bulan September. Hal tersebut membuat investor optimis pelonggaran kebijakan PPKM di Indonesia akan segera terealisasi dan berharap perekonomian di Indonesia dapat segera pulih. Investor juga tengah mencermati perkembangan rencana skema kebijakan PPN yang terdiri dari empat tarif dan berharap hal tersebut dapat juga menjadi salah satu pendorong percepatan pemulihan perekonomian Indonesia.

ECONOMIC GLOBAL

  • Pada hari Kamis (02/09) Rupiah ditutup menguat di level 14,273 (prior: 14,283) dengan kurs acuan JISDOR di level 14,281 (prior: 14,284). Sentimen yang mempengaruhi penguatan Rupiah adalah tren penurunan kasus covid-19 di Indonesia dan juga program vaksinasi di Indonesia yang optimis dapat mencapai target 2.3 juta dosis per hari. Hal tersebut membuat investor optimis dan berharap perekonomian di Indonesia dapat segera pulih. Dari luar negeri, rilis data Initial Jobless Claim AS pekan lalu sebesar 340k (prior : 353k) menyentuh angka terendah sejak Maret 2020 menjadi salah satu indikator bagi investor bahwa pasar tenaga kerja di AS sudah mulai pulih.
  • Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan hari Kamis (02/09), Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0.19% ke 35,381, Indeks S&P 500 naik 0.29% ke 4,537.14 dan Nasdaq naik 0.30% ke 15,354. Penguatan dipengaruhi oleh rilis data Initial Jobless Claim AS pada pekan lalu yang lebih baik dibandingkan dengan survei dan periode sebelumnya yakni sebesar 340k (surv : 345k; prior : 353k) serta angka tersebut merupakan yang terendah sejak Maret 2020. Hal tersebut menjadi salah satu indikator bagi investor bahwa pasar tenaga kerja di AS sudah mulai menunjukkan adanya pemulihan. Sementara itu, ketua The Fed menegaskan bahwa program pengurangan (tapering) atas pembelian obligasi di pasar akan dimulai setelah data tenaga kerja di AS mengalami penguatan dan hal tersebut menjadi salah satu perhatian investor.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.