Jumat, 03 Januari 2020

  • Hari Pertama Perdagangan 2020, Pasar Obligasi Indonesia Menguat. Pasar obligasi berlanjut catatkan positive return harian. Indeks total return obligasi konvensional dan sukuk kompak menguat. Begitu pula dengan yield obligasi Negara serta korporasi yang bergerak turun. Penguatan kinerja pasar diwarnai dengan peningkatan aktivitas transaksi di pasar sekunder yang terjadi pada seluruh kelompok tenor obligasi Negara. Katalis di pasar berasal dari respon positif pasar terhadap optimisme akan realisasi penandatanganan kesepakatan hubungan dagang AS-China fase pertama. Presiden Trump menyatakan bahwa penandatanganan draft kesepakatan akan dilakukan pada 15 Januari 2020 bertempat di White House. Penguatan pasar sejalan dengan nilai tukar Rupiah terhadap USD yang menguat sebesar 32,00poin ke level Rp13.893/US$ (kurs spot Bloomberg) dan inflasi tahun penuh 2019 berada di level 2,72%yoy. Pada perdagangan Jumat ini, pasar obligasi Indonesia berpotensi melanjutkan tren penguatan. Masih tingginya optimisme pasar terhadap kelanjutan damai dagang AS-China serta kondusifnya data domestik diperkirakan masih menjadi trigger penguatan pasar SBN.
  • Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2019 tercatat 2,72% (yoy), sehingga kembali berada dalam sasarannya selama lima tahun terakhir dimana pada 2019 sebesar 3,5%±1%. Pencapaian positif ini tidak terlepas dari konsistensi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas harga serta ditopang sinergi kebijakan yang kuat antara Bank Indonesia dan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Ke depan, Bank Indonesia tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga sehingga inflasi terjaga dalam kisaran sasaran 3,0±1% pada 2020. Pencapaian tersebut antara lain dipengaruhi inflasi IHK Desember 2019 yang terkendali. Meskipun meningkat sesuai pola musiman dibandingkan dengan inflasi bulan November 2019 sebesar 0,14% (mtm), inflasi IHK Desember 2019 sebesar 0,34% (mtm), tercatat lebih rendah dibandingkan dengan rerata inflasi IHK akhir tahun pada empat tahun terakhir sekitar 0,68% (mtm). Perkembangan ini ditopang inflasi inti yang stabil pada level 0,11% (mtm). Sementara itu, inflasi volatile food tetap terkendali, meskipun sesuai pola musiman akhir tahun naik dari bulan lalu sebesar 0,42% (mtm) menjadi tercatat 0,86% (mtm). Inflasi kelompok administered prices tetap rendah, meskipun sesuai pola musiman akhir tahun juga meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan lalu dari 0,03% (mtm) menjadi 0,63% (mtm). Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK 2019 tercatat menurun dibandingkan dengan inflasi IHK 2018 sebesar 3,13% (yoy). Kondisi ini dipengaruhi inflasi inti yang terjaga pada level rendah 3,02% (yoy), dipengaruhi konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas harga sehingga ekspektasi inflasi terjangkar sesuai dengan sasaran, permintaan agregat yang terkelola dengan baik, nilai tukar yang bergerak sesuai dengan fundamentalnya, serta pengaruh positif kenaikan harga global yang minimal. Inflasi volatile food juga terkendali pada level 4,30% (yoy), didukung oleh sinergi kebijakan Bank Indonesia dan Pemerintah sehingga ketersediaan pasokan pangan tetap terjaga, di tengah gangguan cuaca yang sempat terjadi di pertengahan 2019. Sementara itu, inflasi administered prices tercatat rendah sebesar 0,51% (yoy), sejalan minimalnya kebijakan terkait tarif dan harga barang dan jasa yang diatur Pemerintah.

EKONOMI GLOBAL

  • Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah pagi ini kembali mendukung minat beli aset aman. Mendorong kenaikan harga komoditas emas dan minyak menguat signifikan pagi ini. Serangan militer AS untuk menekan pasukan milisi di Iraq menadapat balasan dengan serangan misil dari milisi iran yang menargetkan kedutaan AS di Baghdad, Irak. Serangan juga terjadi di bandara udara Baghdad. Harga emas telah naik mencatat level tertinggi di $1538.85, dan harga minyak mencatat level tertinggi $63.25 saat penulisan. Minat beli aset aman juga disebabkan kekhawatiran pasar bahwa pembahasan kesepakatan dagang AS – Tiongkok tahap ke-dua, setelah penandatanganan perjanjian tahap pertama yang dijadwalakan pada tanggal 15 Januari mendatang. Fokus utama pasar juga pada data ISM Manufacturing PMI AS jam 22:00 WIB malam nanti, dan Crude Oil Inventories jam 23:00 WIB, yang berpeluang menggerakkan harga emas dan minyak.

 Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas telah naik mencatat level tertinggi $1538.85 setelah serangan bandara Baghdad memicu minat aset aman, masih berpotensi mendukung penguatan menguji resisten $1545. Level support pada kisaran 1530 – 1531.

MINYAK

Serangan balasan milisi Iran yang menyebabkan ledakan di bandara udara Bahdad Irak, memicu kenaikan harga minyak ke level tertinggi $63.25. Harga minyak masih berpotensi naik menguji resisten $64.00 – $65.00. Level support pada kisaran $62.00 – $62.30.

EURUSD

Pelemahan dolar atas ketegangan di Timur Tengah masih mendukung peluang kenaikan EURUSD menguji resisten 1.1200. Sebaliknya level support pada kisaran 1.1150.

GBPUSD

GBPUSD berpotensi naik menguji resisten 1.3190 – 1.3200 bila pelemahan dolar AS atas ketegangan di Timur Tengah berlanjut. Level support masih pada kisaran 1.3100 – 1.3115.

USDJPY

Penguatan aset aman setelah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah menekan USDJPY turun kelevel terendah 108.06. Yen berpotensi menguji support 107.50 bila ketegangan berlanjut. Level resisten pada kisaran 108.50 – 108.80.

AUDUSD

Pesimisme kesepakatan dagang tahap ke-dua AS – Tiongkok dapat berjalan lancar berpotensi menekan AUDUSD turun menguji support 0.6950 – 0.6965 untuk jangka pendek. Resisten pada kisaraan 0.7000.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Jumat , 03 Januari 2020 pukul 10.23 WIB :

 

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.