Inflasi pada Maret 2019 tetap rendah dan terkendali

  • Inflasi pada Maret 2019 tetap rendah dan terkendali. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Maret 2019 tercatat sebesar 0,11% (mtm), setelah bulan lalu mengalami deflasi sebesar 0,08% (mtm). Inflasi bulan ini dipengaruhi kenaikan inflasi administered price, sedangkan inflasi kelompok inti melambat dan kelompok volatile food kembali mencatat deflasi. Dengan perkembangan ini, inflasi IHK secara tahunan mencapai 2,48% (yoy), melambat dari inflasi bulan lalu sebesar 2,57% (yoy). Ke depan, Bank Indonesia tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna memastikan inflasi tetap rendah dan stabil dalam kisaran sasaran inflasi sebesar 3,5±1% pada 2019. Inflasi kelompok administered prices meningkat didorong kenaikan tarif angkutan udara. Kelompok administered prices pada bulan Maret 2019 mengalami inflasi sebesar 0,08% (mtm), sedikit meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,06% (mtm). Peningkatan inflasi tersebut terutama bersumber dari kenaikan tarif angkutan udara sedangkan kelompok bensin dan tarif listrik mencatat deflasi. Secara tahunan, kelompok administered prices mencatat inflasi sebesar 3,25% (yoy), melambat dibandingkan dengan 3,38% (yoy) pada bulan sebelumnya. Inflasi inti pada Maret 2019 melambat dari 0,26% (mtm) pada Februari 2018 menjadi 0,16% (mtm). Komoditas utama penyumbang inflasi kelompok inti adalah kontrak rumah, emas perhiasan, dan upah pembantu rumah tangga. Secara tahunan, inflasi inti tercatat 3,03% (yoy), melambat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 3,06% (yoy). Inflasi inti yang terkendali tidak terlepas dari konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi, termasuk dalam menjaga pergerakan nilai tukar sesuai fundamentalnya. Kelompok volatile food kembali mencatat deflasi pada Maret 2019 sesuai pola musimannya. Kelompok volatile food Maret 2019 mencatat deflasi sebesar 0,02% (mtm), setelah pada bulan sebelumnya mengalami deflasi sebesar 1,30% (mtm). Deflasi volatile food terutama bersumber dari komoditas daging ayam ras, beras, ikan segar, telur ayam ras, tomat sayur dan wortel. Sementara itu, kelompok bawang merah, bawang putih, pepaya dan cabai merah mencatat inflasi. Secara tahunan, inflasi kelompok volatile food tercatat 0,16% (yoy), melambat dibandingkan dengan kondisi bulan sebelumnya sebesar 0,33% (yoy).

EKONOMI GLOBAL

  • Dolar mencapai level tertinggi dua minggu pada hari Selasa, karena kekhawatiran yang meluap tentang ekonomi global mendorong imbal hasil obligasi AS naik ke level 15 bulan. Treasury AS dijual dan imbal hasil mereka melonjak semalam karena didorong oleh bagusnya data Manufaktur China dan AS. Selain itu market movers lainya datang dari rilis data tingkat suku bunga dan data Building Approval Australia yang berpeluang menjadi katalis AUDUSD, AS akan merilis data Core Durable Goods Orders pada pukul 19:30 WIB yang berpotensi menggerakkan harga emas.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi bergerak turun menguji level support di 1282 – 1280 karena minat pelaku pasar yang meningkat terhadap aset beresiko di tengah bagusnya laporan data manufaktur AS dan China, Harga emas berpotensi mendapatkan dukungan jika laporan data Core Durable Goods Orders dirilis lebih rendah dari ekspektasi, resisten emas 1293 – 1295.

MINYAK

Harga minyak berpotensi bergerak naik menguji level resisten di 62.45 – 62.70 karena Optimisnya data manufaktur China dan AS serta turunnya produksi minyak OPEC di periode Maret. Support minyak 60.95 – 60.60.

EURUSD

EURUSD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek menguji level support di 1.1160 – 1.1130 karena dolar yang menguat di topang oleh menguatnya data manufaktur AS, resisten EURUSD berada pada kisaran 1.1250 – 1.1280.

GBPUSD

Kekhawatiran Brexit masih menjadi tekanan terhadap GBPUSD, pasangan mata uang ini berpeluang bergerak menguji levle support di 1.3000 – 1.2950. Sementara itu resisten GBPUSD berada pada kisaran 1.3135 – 1.3170.

USDJPY

Meningkatnya minat pada aset beresiko karena ditopang oleh bagusnya data manufaktur AS dan China berpotensi menopang USDJPY menguji level resisten di 111.75 – 112.00. Waspadai aksi ambil untung para pelaku pasar yang dapat menekan USDJPY menguji level support di 111.00 – 110.80.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang bergerak menguji level resisten di 0.7150 – 0.7180 selama jika dalam rilis tingkat suku bunga Australia RBA memberikan kejutan. Namun jika RBA berbalik menurunkan suku bunga Australia AUDUSD berpotensi menguji level support di 0.7065 – 0.7030.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Selasa 02/04/2019 pukul 10.53WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.