Indonesia Composite Bond Index (ICBI) turun –0,11% ke level 251,5951 pada perdagangan kemarin

  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) turun –0,11% ke level 251,5951 pada perdagangan kemarin. INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) juga turun –0,12% ke level 246,8152. Sementara INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) turun paling kecil yakni –0,04% ke level 274,4422. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) berlanjut bergerak Rata-rata yield tenor 1-30tahun turun sebesar –0,36bps. Hanya tenor panjang (>7tahun) yang mencatatkan penurunan rata-rata yield sebesar –1,24bps. Sementara rata-rata yield tenor pendek (<5tahun) dan menengah (5-7tahun) naik masing-masing sebesar +1,97bps dan +3,29bps. INDOBeXG-Effective Yield kemarin naik +0,0280poin ke level 7,5493. Harga kelompok SUN benchmark dominan terkoreksi dengan rata-rata harga pada seluruh serinya turun sebesar –15,87bps. Hanya harga seri FR0077 yang tercatat naik meski tipis yakni +0,72bps, sementara tiga seri lainnya turun di rentang –20,12bps hingga –22,61bps. Harga SUN secara keseluruhan (FR & ORI) juga dominan terkoreksi dengan rata-rata harga pada ke 42 serinya turun sebesar –7,85bps. INDOBeXG-Clean Price kemarin tercatat turun –0,14% ke level 111,4909. Aktivitas perdagangan pasar sekunder obligasi tampak stagnan dengan total frekuensi sebanyak 682 transaksi (+3,33%) dan total volume sebesar Rp18,22tn (+0,51%). Pada perdagangan kemarin, transaksi SUN benchmark terpantau menurun dengan total frekuensi 156 transaksi (-45,07%) dan total volume Rp7,54tn (-43,33%). FR0078 tercatat sebagai seri SBN yang ditransaksikan dengan total volume terbesar yakni Rp3,04tn. Namun frekuensi teraktif dicatatkan seri FR0075 yakni sebanyak 90 transaksi. Pada obligasi korporasi, total volume terbesar senilai Rp302miliar dicatatkan oleh seri TUFI04ACN1. Pada perdagangan kemarin, pasar kembali melemah setelah sempat rebound pada perdagangan sebelumnya. Volatilitas harga yang ditunjukkan seri-seri SBN terutama seri-seri benchmark dalam 3 hari ini mengindikasikan investor cenderung melakukan short trading ditengah isu perlambatan ekonomi AS dan kisruh politik Inggris. Melemahnya Rupiah ke pasar spot hingga ke level Rp14.208/US$ (Bloomberg) juga semakin menekan kinerja pasar. Pelemahan harga obligasi diprediksi akan berlanjut pada hari ini setelah parlemen Inggris juga gagal meraih kata sepakat pada voting yang dilakukan kemarin waktu setempat. Senada dengan pasar surat utang, IHSG kemarin juga ditutup melemah –0,39% di level 6.444,74. Mayoritas harga obligasi berpotensi melanjutkan tren pelemahannya setelah voting Brexit yang dilakukan parlemen Inggris pada Rabu kemarin waktu setempat juga tidak berhasil menemui kata sepakat. Kisruh politik yang terjadi di Inggris diprediksi akan semakin tidak menentu setelah PM Theresa May memutuskan bersedia mengundurkan diri jika kesepakatan Brexit yang dia ajukan disetujui oleh parlemen.

EKONOMI GLOBAL

 

  • Perilisan data GDP AS yang dijadwalkan pukul 19:30 WIB berpeluang menjadi katalisator buat pergerakan dollar AS setelah menguat selama dua hari terakhir di tengah pasar menantikan pidato dari sejumlah anggita FOMC seperti Randal Quarles, Richard Clarida dan Michelle Bowman untuk mencari petunjuk kebijakan moneter bank sentral AS di masa mendatang. Selain itu perilisan data indeks harga konsumen Jerman berpotensi akan menggerakan EURUSD di tengah sikap dovish Presiden ECB dalam pidatonya kemarin serta perkembangan tarik ulur parlemen Inggris terkait perkembangan Brexit.

Potensi Pergerakan

Emas

Harga emas berpeluang untuk bergerak turun dalam jangka pendek di tengah sentimen menguatnya dollar AS untuk menguji level support di $1305 – $1300. Jika bergerak naik, level resisten terdekat terlihat di $1312 – $1317. Hari ini pasar menantikan perilisan data GDP Q4 dari Amerika Serikat untuk petunjuk pergerakan dollar AS.

Minyak

Meningkatnya cadangan minyak mentah AS dalam laporan EIA semalam berpotensi memicu penurunan harga minyak dalam jangka pendek untuk menguji level support di $58.90 – $58.40. Namun, jika pasar mempertimbangkan masih berlangsungnya pembatasan suplai oleh OPEC+ dan terganggunya produksi Venezuela berpeluang menopang kenaikan harga minyak untuk menguji resisten di $59.80 – $60.30.

EURUSD

Pernyataan Presiden ECB Draghi yang terlihat dovish kemarin seta sentimen menguatnya dollar AS berpotensi membebani pergerakan EURUSD dalam jangka pendek untuk menguji support di 1.1210 – 1.1150. Jika harga naik, level resisten terlihat di area 1.1280 – 1.1340 dengan pasar hari ini nantikan data inflasi Jerman untuk petunjuk tingkat kesehatan negara dengan tingkat ekonomi terbesar di zona Euro.

GBPUSD

GBPUSD berpeluang untuk melemah dalam jangka pendek di tengah kekhawatiran pasar terhadap ketidakpastian Brexit setelah dalam laporan terakhir menunjukkan semua usulan PM May ditolak Parlemen Inggris dengan menguji support di 1.3100 – 1.3040. Untuk sisi atasnya, level resisten terlihat di area 1.3230 – 1.3300.

USDJPY

USDJPY berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek jika pasar kembali memburu aset safe haven yen di tengah kejatuhan pasar saham dengan level support di 110.00 – 109.70. Namun, jika sentimen penguatan dollar mendominasi pasar, USDJPY berpeluang bergerak naik untuk menguji resisten di 110.70 – 111.00.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang untuk melemah dalam jangka pendek di tengah outlook menguatnya dollar AS dan menjauhnya pasar dari aset berisiko untuk menguji level support di 0.7040 – 0.7000. Jika naik, level resisten terlihat di 0.7110 – 0.7150.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Kamis 28/03/2019 pukul 09.33WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.