Indonesia Composite Bond Index (ICBI) turun –0,05% ke level 247,2688 pada perdagangan kemarin

  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) turun –0,05% ke level 247,2688 pada perdagangan kemarin. INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) juga melemah –0,05% ke level 242,4552. Sedangkan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) melemah sebesar –0,07% ke level 270,6344. Kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak Rata-rata yield tenor 1-30tahun naik tipis +0,77bps. Seluruh kelompok tenor mencatatkan kenaikan rata-rata yield masing-masing sebesar: tenor pendek (<5tahun) +1,31bps; menengah (5-7tahun) +5,02bps; dan panjang (>7tahun) +0,13bps. Dengan demikian INDOBeXG-Effective Yield kemarin ditutup naik sebesar +0,0145poin ke level 7,8052. Kelompok SUN benchmark diwarnai koreksi dengan rata-rata –7,67bps. Hanya harga FR0068 yang naik +0,26bps sedangkan sisanya kompak melemah pada kisaran –1,22bps hingga –20,00bps. Secara keseluruhan, harga SBN tipe FR dan ORI juga dominan terkoreksi dengan rata-rata harga turun –8,59bps. Oleh karenanya, INDOBeXG-Clean Price kemarin turut bergerak turun yakni –0,07% ke level 110,0101. Aktivitas perdagangan pasar sekunder obligasi meningkat. Total frekuensi naik +30,68% dari 541 transaksi menjadi 707 transaksi dan total volume juga meningkat sebesar +141,09% dari Rp7,99tn menjadi Rp19,27tn. Peningkatan aktivitas perdagangan terjadi pada seluruh kelompok tenor obligasi negara dimana tenor panjang mencatatkan kenaikan volume terbesar yakni Rp6,33tn dan kenaikan frekuensi sebesar 83 transaksi dalam sehari. Seri FR0078 menjadi SBN yang ditransaksikan dengan total volume terbesar yakni Rp4,10tn. Sementara frekuensi teraktif dicatatkan seri ORI015 dengan 62 transaksi. Pada obligasi korporasi, total volume terbesar tercatat Rp116miliar oleh BBKP02SBCN1 dan frekuensi teraktif sebanyak 23 transaksi oleh PNBN02SBCN2. Negative return harian dicatatkan oleh pasar obligasi Indonesia pada perdagangan Selasa kemarin. Kondisi tersebut terlihat dari mayoritas seri-seri obligasi negara tipe fixed rate, ORI, serta sukuk yang mencatatkan pelemahan harga sehingga mendorong kenaikan yield mayoritas tenor SBN. Alhasil, seluruh indeks return pasar obligasi konvensional dan sukuk turut mencatatkan penurunan kinerja. Ditengah belum adanya sentimen positif lanjutan di pasar, sentimen negatif diperkirakan berasal dari meningkatnya persepsi risiko investor seiring diturunkannya proyeksi pertumbuhan ekonomi negara China untuk tahun 2019 pada kisaran 6,0%-6,5%, hal itu akan membuat China mencatatkan pertumbuhan ekonomi terendah selama 3 dekade terakhir. Pelemahan pada pasar kemarin tidak hanya terjadi di dalam negeri namun juga terjadi pada kawasan regional. Senada dengan kinerja pasar SUN, pasar saham domestik (IHSG) turut melemah sebesar –0,73% ke level 6.441,28. Pada perdagangan Rabu ini, pergerakan pasar obligasi Indonesia berpotensi meneruskan tren pelemahan dalam kondisi terbatas diperkirakan karena minimnya sentimen penggerak lanjutan di pasar. Pelaku pasar masih akan concern pada ancaman perlambatan ekonomi negara China menyusul pemangkasan target pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2019.

EKONOMI GLOBAL

 

  • Dollar AS berpeluang menjaga tren penguatannya dalam jangka pendek di tengah optimisnya data ekonomi AS semalam dan kenaikan yield Treasury dengan fokus pasar hari ini akan tertuju pada perilisan data tenaga kerja AS versi ADP dan neraca perdagangan AS untuk petunjuk perekonomian Amerika Serikat. Fokus lainnya akan tertuju pada perilisan suku bunga oleh Bank of Canada dengan analis perkirakan mereka tidak merubah level suku bunga acuan saat ini dan perilisan data cadangan minyak mentah AS dari Energy Information Administration untuk petunjuk jumlah permintaan minyak domestik AS.

Market Movers Hari Ini

Potensi Pergerakan

Emas

Harga emas berpeluang melemah dalam jangka pendek di tengah sentimen menguatnya dollar AS dan kenaikan yield Treasury AS akhir-akhir ini dengan menguji level support di $1282 – $1278, jika menguat harga emas berpeluang menguji level resisten di $1292 – $1295. Hari ini fokus pasar akan tertuju pada perilisan data tenaga kerja AS versi ADP pukul 20:15 WIB dan neraca perdagangan AS pukul 20:30 WIB.

Minyak

Harga minyak berpotensi melemah dalam jangka pendek pada sentimen kembali beroperasinya kilang minyak di Libya dan meningkatnya cadangan minyak mentah AS dalam laporan American Petroleum Institute pada akhir perdagangan Selasa untuk menguji level support $55.80 – $55.80, jika menguat level resisten berada di $56.60 – $56.00. Hari ini pasar nantikan data cadangan minyak AS dari Energy Information Administration pukul 22:30 WIB.

EURUSD

Pergerakan EURUSD berpeluang melemah dalam jangka pendek pada sentimen menguatnya dollar AS dan ekspektasi pasar bahwa ECB akan menunda kenaikan suku bunga sampai tahun depan pada keputusan moneter mereka besok untuk menguji level support di 1.1275 – 1.1235. Jika bergerak naik, level resisten berada di 1.1335- 1.13370.

GBPUSD

Sentimen menguatnya dollar AS dan ketidakpastian Brexit berpeluang membebani GBPUSD jangka pendek untuk mengincar support di 1.3110 – 1.3070, jika bergerak naik level resisten terlihat di area 1.3210 – 1.3260. Hari ini pasar nantikan pidato Deputi Gubernur BOE Jon Cunliffe pukul 19:15 WIB dan anggota MPC Michael Saunders pukul 0:30 WIB/ Kamis untuk petunjuk ekonomi Inggris.

USDJPY

USDJPY berpeluang lanjutkan penguatannya dalam jangka pendek pada sentimen penguatan dollar AS untuk membidik resisten di 112.15 – 112.60. Jika bergerak turun, level support berada di 111.60 – 111.30.

AUDUSD

Perlisan data GDP Australia Q4 pagi ini yang pesimis berpotensi menjadi katalis negatif bagi pergerakan AUDUSD jangka pendek di tengah kekhawatiran terhadap outlook perlambatan ekonomi China untuk menguji level support di 0.7050 – 0.7020. Jika harga naik, berpotensi menguji level resisten di 0.7120 – 0.7150.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Rabu 06/03/2018 pukul 11.12 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.