Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada sesi end of day kemarin naik +0,07% ke level 240,0041

  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada sesi end of day kemarin naik +0,07% ke level 240,0041. Begitu pula dengan INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) yang naik sebesar +0,09% ke level 235,5529. Sementara itu INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) menurun sebesar –0,04% ke level 261,0828. Kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak naik tipis. Rata-rata yield tenor menengah (5-7tahun) naik paling besar yakni +2,64bps. Sedangkan rata-rata yield tenor pendek (<5tahun) dan panjang (>7tahun) naik masing -masing sebesar +1,25bps dan +2,48bps. Namun demikian, INDOBeXG-Effective Yield kemarin masih sanggup turun tipis sebesar –0,0077poin ke level 8,0279. Mayoritas harga seri SUN benchmark ditutup menguat. Hanya harga FR0063 yang turun –10,45bps sedangkan harga ketiga seri lainnya naik pada rentang +18,05bps hingga +83,30bps. Mayoritas harga seri SBN bergerak mixed dengan rata-rata sanggup menguat sebesar +2,84bps. Sehingga, INDOBeXG-Clean Price turut ditutup menguat yakni +0,07% ke level 109,1173. Aktivitas perdagangan pasar sekunder meningkat. Total frekuensi naik +32,34% dari 538 kali menjadi 712 kali. Sedangkan total volume meningkat sebesar +16,69% dari Rp10,55tn menjadi Rp12,31tn. Volume obligasi negara tenor panjang menjadi penyumbang kenaikan transaksi kemarin dimana volume perdagangannya naik Rp2,88tn dan frekuensinya meningkat 162 transaksi dalam sehari perdagangan. FR0078 menjadi seri SBN yang ditransaksikan dengan total volume terbesar yakni Rp2,09tn. Sementara frekuensi teraktif dicatatkan seri FR0075 sebanyak 89 kali. Untuk transaksi obligasi korporasi, seri WSKT03ACN3 tercatat sebagai seri dengan total volume transaksi terbesar yakni Rp111miliar (ditransaksikan sebanyak 5 kali). Menutup perdagangan end of day Rabu kemarin, pasar obligasi sanggup melanjutkan positive return sejak sesi siangnya. Turunnya persepsi risiko investor global terhadap pasar domestik berkat statement bernada dovish dari Gubernur Jerome Powell terkait kebijakan suku bunga FFR kedepan yang ditopang oleh penguatan Rupiah terhadap USD sebesar 146poin ke level Rp14.383/US$ menjadi katalis positif di pasar. Namun demikian, penguatan tersebut tampak bergerak terbatas, hal ini diperkirakan lebih didorong oleh meningkatnya concern pasar jelang pertemuan Presiden AS dan Presiden China di sela-sela KTT G20 terkait pembahasan perang dagang. Kabar terbaru, Presiden Donald Trump memberikan pernyataan yang telah meningkatkan kewaspadaan investor. Pada perdagangan akhir pekan ini, pasar obligasi domestik diperkirakan bergerak terbatas. Pelaku pasar cenderung melakukan wait and see terhadap perkembangan pembahasan perang dagang antara Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping di Buenos Aires, Argentina malam nanti. Membuka perdagangan Jumat pagi, Kurs Spot Rupiah berlanjut terapresiasi ke level Rp14.332/US$.

EKONOMI GLOBAL

 

  • Rilis notula rapat kebijakan moneter The Fed dini hari tadi menunjukkan suku bunga akan dinaikkan pada bulan Desember, serta para anggota mulai membuka diskusi kapan periode kenaikan suku bunga akan dihentikan. Rilis tersebut masih membuat dollar tertekan dan emas mampu mempertahankan penguatan. Pertemuan G20 menjadi fokus pelaku pasar pada hari ini, dengan perhatian tertuju pada pertemuan AS – China terkait negosiasi dagang.

Potensi Pergerakan

Emas

Harga emas memiliki peluang menguat jika ada indikasi hubungan AS dan China kembali memburuk, dan selama bertahan di atas support 1219. Target penguatan ke area 1232.

Minyak Mentah

Kabar yang menyebutkan Rusia dan OPEC akan menurunkan tingkat produksi, membuat harga minyak mentah menguat meski sebelum sempat turun ke bawah 50.00. Selama tidak menembus kembali ke bawah level tersebut, minyak mentah berpeluang naik ke area 53.00.

EURUSD

Data inflasi atau CPI zona euro pukul 17:00 WIB berpotensi menguatkan EURUSD lebih lanjut ke area 1.1425 – 1.1440 jika dirilis lebih tinggi dari perkiraan. Sebaliknya jika inflasi menunjukkan pelambatan atau lebih rendah dari sebelumnya EURUSD berpotensi turun ke area 1.1335.

GBPUSD

Banyaknya anggota Parlemen Inggris yang menunjukkan penolakan terhadap proposal Brexit PM Theresa May membuat GBPUSD tertekan. Selama tidak menembus ke atas level 1.2810, GBPUSD kemungkinan besar akan melemah ke area 1.2720.

USDJPY

Dollar AS yang masih tertekan membuka peluang berlanjutnya penurunan USDJPY, jika mampu menembus 113.10, USDJPY berpeluang turun ke area 112.85. Resisten terdekat berada di kisaran 113.55.

AUDUSD

Pasangan mata uang menyentuh level tertinggi 3 bulan di kisaran 0.7345 Kamis kemarin, sehingga rentang diterpa aksi profit taking. Selama tidak menembus ke atas level tersebut, AUDUSD berpotensi turun ke area 0.7270.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Jumat 30/11/2018 pukul 10.02WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.