Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada sesi end of day kemarin berada di level 240,0605, atau menguat +0,37%

  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada sesi end of day kemarin berada di level 240,0605, atau menguat +0,37%. Dua indeks return lainnya, INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah), dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) masing-masing ditutup menguat sebesar +0,40% ke level 235,6087 dan +0,24% ke level 261,1410. Yield seluruh tenor (1-30tahun) pada kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak turun (bullish) dengan rata-rata sebesar –5,08bps. Rata-rata yield tenor menengah turun paling besar yakni –9,32bps, sedangkan rata-rata yield tenor pendek (<5tahun) dan panjang (>7tahun) turun masing-masing sebesar: –4,37bps dan –4,65bps. INDOBeXG-Effective Yield kemarin bergerak positif yakni turun –0,0616poin ke level 8,0140. Seluruh harga seri SUN benchmark ditutup menguat. Harga FR0075 menguat paling tinggi yakni +85,40bps sedangkan kenaikan harga terendah dicatatkan FR0063 yakni sebesar +4,37bps. Penguatan harga juga mendominasi seri-seri SBN baik tipe FR maupun ORI dengan rata-rata sebesar +31,29bps. Dengan demikian, INDOBeXG-Clean Price turut ditutup menguat yakni +0,38% ke level 109,1919. Aktivitas perdagangan pasar sekunder meningkat dari sisi total frekuensi yakni +15,38% dari 598 kali menjadi 690 kali. Sedangkan total volume turun sebesar –13,64% dari Rp11,79tn menjadi Rp10,18tn. Penurunan volume perdagangan disebabkan oleh seluruh tenor obligasi negara dengan tenor panjang mencatatkan penurunan terbesar yakni Rp845miliar dalam sehari perdagangan. FR0078 menjadi seri SBN yang ditransaksikan dengan total volume terbesar yakni Rp1,56tn. Sementara frekuensi teraktif dicatatkan seri FR0075 sebanyak 106 kali. Untuk transaksi obligasi korporasi, WSKT03ACN3 tercatat sebagai seri dengan total volume transaksi terbesar yakni Rp237miliar, sedangkan seri teraktif diraih oleh WSKT03BCN2 sebanyak 11 transaksi. Pasar obligasi Indonesia masih meneruskan tren positifnya. Penguatan pasar tercermin dari kenaikan harga mayoritas seri fixed rate dan ORI yang mendorong penurunan imbal hasil pada seluruh tenor sehingga turut mendorong peningkatan nilai indeks return obligasi pasar surat utang negara. Ditengah belum munculnya sentimen lanjutan di pasar, rally-nya kinerja pasar diperkirakan lebih didorong oleh positifnya persepsi investor, tercermin dari penurunan indikator risiko investor global terhadap pasar domestik (CDS Indonesia tenor 5-tahun) ke level 149,01. Turunnya indikator tersebut juga memicu investor asing untuk terus melakukan aksi beli bersih ke pasar SBN. Berdasarkan data DJPPR terbaru (26 Nov), asing telah mencatatkan inflow sebesar Rp12,98tn dalam sepekan terakhir ke level Rp898,63tn. Namun berbeda halnya dengan kinerja pasar SUN, IHSG bergerak melemah terbatas ke level 6.013,59 (-0,15%). Pada perdagangan Rabu, penguatan pasar obligasi berpotensi masih akan berlanjut. Namun untuk hari ini, pergerakan pasar dibayangi oleh wait and see investor terhadap rilis data GDP US untuk Q3-2018 serta bagaimana statement terbaru dari Gubernur The Fed, Jerome Powell. Pelaku pasar juga akan mencermati perkembangan terbaru terkait rencana perundingan Presiden AS dan Presiden China akhir pekan ini.

EKONOMI GLOBAL

 

  • Dollar AS kembali menunjukkan kekuatannya pada perdagangan Selasa kemarin yang berdampak pada penurunan harga emas. Penguatan dollar berpotensi berlanjut pada hari ini melihat data GDP AS yang akan dirilis pukul 20:30 WIB, dengan estimasi sebesar 3,6% atau lebih tinggi dari sebelumnya 3,5%. Selain itu pidato dari pimpinan Federal Reserve, Jerome Powell pada pukul 24:00 WIB juga berpotensi menggerakkan pasar.

Potensi Pergerakan

Emas

Jika data GDP AS dirilis lebih tinggi dari 3,6%, harga emas kemungkinan besar akan melemah. Support berada di kisaran 1210, jika ditembus emas berpotensi turun ke area 1206. Resisten terdekat di kisaran 1220.

Minyak Mentah

Setelah kembali mendekati area 50.00, harga minyak mentah rebound dan berakhir menguat, menjadi indikasi area 50.00 menjadi support yang kuat. Selama support tersebut tidak ditembus, minyak berpotensi menguat ke area 52.75 sampai 53.50.

EURUSD

Pelambatan ekonomi zona euro membuat EURUSD turun Selasa kemarin. Tanpa data ekonomi penting dari zona euro, EURUSD berpotensi melanjutkan penurunan ke area 1.1235 jika mampu menembus support 1.1270. Resisten berada di kisaran 1.1325.

GBPUSD

Hubungan dagang Inggris dan AS yang dikatakan akan sulit pasca Brexit oleh Presiden Donald Trump memberikan tekanan bagi GBPUSD. Jika support 1.2700 ditembus, GBPUSD berpotensi turun ke area 1.2660. Resisten berada di kisaran 1.2775.

USDJPY

Pasangan mata uang ini masih berpotensi naik ke level 114.00, atau lebih tinggi ke kisaran 114.20 jika data GDP AS dirilis lebih tinggi dari perkiraan. Support terdekat di kisaran 113.50.

AUDUSD

Perkembangan negosiasi dagang AS – China membuat AUDUSD bergerak volatil. Selama bertahan di atas level 0.7200 AUDUSD masih berpeluang menguat ke area 0.7270.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Rabu 28/11/2018 pukul 09.51 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.a