Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada sesi end of day kemarin berada di level 239,1683, atau menguat +0,14%

  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada sesi end of day kemarin berada di level 239,1683, atau menguat +0,14%. Dua indeks return lainnya, INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah), dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) masing-masing ditutup menguat sebesar +0,15% ke level 234,6812 dan +0,09% ke level 260,5204. Yield mayoritas tenor pada kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak turun (bullish) dengan rata-rata yield turun –0,62bps. Rata-rata yield tenor menengah naik sebesar +0,55bps, sedangkan rata-rata yield tenor pendek (<5tahun) dan panjang (>7tahun) turun masing-masing sebesar: -0,22bps dan –0,84bps. INDOBeXG-Effective Yield kemarin bergerak positif yakni turun –0,0138poin ke level 8,0755. Mayoritas harga seri SUN benchmark ditutup menguat. Hanya harga FR0064 yang terkoreksi sebesar –16,62bps. Sedangkan ketiga seri lainnya menguat pada rentang +0,47bps hingga +36,33bps. Penguatan harga juga mendominasi seri-seri SBN baik tipe FR maupun ORI dengan rata-rata sebesar +7,18bps. Dengan demikian, INDOBeXG-Clean Price turut ditutup menguat yakni +0,09% ke level 108,7803. Aktivitas perdagangan pasar sekunder meningkat. Total frekuensi naik +3,64% dari 557 kali menjadi 598 kali, dengan total volume meningkat sebesar +4,03% dari Rp11,33tn menjadi Rp11,79tn. Peningkatan aktivitas kemarin lebih disebabkan oleh transaksi SUN tenor pendek dimana volumenya meningkat sebesar Rp132miliar dan frekuensinya naik sebanyak 38 seri dalam sehari. FR0078 menjadi seri SBN yang ditransaksikan dengan total volume terbesar yakni Rp1,19tn. Sementara frekuensi teraktif dicatatkan seri FR0075 sebanyak 64 kali. Untuk transaksi obligasi korporasi, WSKT03BCN2 tercatat sebagai seri dengan total volume transaksi terbesar yakni Rp175miliar sekaligus menjadi yang teraktif dengan 15 transaksi. Pergerakan pasar obligasi Indonesia berhasil ditutup menguat pada perdagangan Senin kemarin. Kondisi tersebut terlihat dari kenaikan mayoritas harga obligasi negara sehingga turut menopang penurunan imbal hasil mayoritas tenor obligasi negara. Alhasil, seluruh indeks return obligasi konvensional maupun sukuk turut mencatatkan kinerja positif. Performa positif pasar seiring belum munculnya sentimen dominan lanjutan di pasar diperkirakan lebih terdorong oleh sentimen meredanya ketidakpastian di pasar berkat Brexit dan tren penguatan Rupiah terhadap USD. Pada perdagangan kemarin, Rupiah bergerak menguat sebesar 69poin ke level Rp14.475/US$. Pasar diperkirakan juga akan memfokuskan perhatian pada pertemuan KTT G20 di Argentina dimana Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping akan bertemu untuk membahas kesepakatan perang tarif dagang. Senada dengan pasar obligasi, IHSG turut menguat ke level 6.022,78. Pada perdagangan Selasa ini, pasar obligasi Indonesia diperkirakan bergerak menguat terbatas. Kondisi tersebut lebih disebabkan karena belum munculnya sentimen lanjutan dominan di pasar. Potensi penguatan perdagangan hari ini diprediksi masih berasal dari inflow asing dan berlanjutnya tren penguatan Rupiah terhadap USD.

EKONOMI GLOBAL

  • Presiden ECB, Mario Draghi, dalam testimoninya di hadapan Parlemen Uni Eropa mengkonfirmasi jika perekonomian di zona euro melambat sejak bulan September. Pernyataan tersebut membuat EURUSD berbalik melemah pada perdagangan Senin kemarin, meski Draghi menegaskan tetap akan mengakhiri stimulus moneter di akhir tahun ini. Data tingkat keyakinan konsumen AS malam ini pukul 22:00 WIB berpotensi menjadi penggerak pasar pada hari ini.

Potensi Pergerakan

Emas
Harga emas sedang mendapat tekanan dari penguatan bursa saham global, jika menembus ke bawah support 1220, emas berpeluang turun ke area 1216. Disisi lain logam mulia ini juga memiliki peluang menguat jika data tingkat keyakinan konsumen AS dirilis lebih rendah dari 136,2. Target kenaikan masih di area 1230.

Minyak Mentah

Aksi short covering membuat harga minyak menguat Senin kemarin. Selama tidak menembus ke bawah level 50.00, minyak mentah masih memilki peluang menguat dengan target ke 52.75.

EURUSD
Sentimen negatif yang membayangi EURUSD berpotensi membawa EURUSD turun ke kisaran 1.1280, dengan resisten terdekat di kisaran 1.1360.

GBPUSD

Penurunan EURUSD Senin kemarin turut menyeret GBPUSD yang sebelumnya menguat ke 1.2862. Support berada di kisaran 1.2775. Jika ditembus, GBPUSD berpotensi turun ke area 1.2735.

USDJPY

Pulihnya minat terhadap aset berisiko pada pelaku pasar membuat permintaan yen berkurang yang berdampak pada kenaikan USDJPY Senin kemarin. Jika mampu menembus level tertinggi Senin 113.65, USDJPY berpeluang melanjutkan kenaikan ke area 114.00. Support terdekat di kisaran 113.15.

AUDUSD

Sempat naik ke level 0.7275, AUDUSD berbalik melemah pada hari Senin akibat penurunan harga bijih besi (komoditas ekspor utama Australia). Penurunan lebih lanjut perlu konformasi penembusan ke bawah area 0.7200, dengan target ke area 0.7165. Resisten di kisaran 0.7235.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Selasa 27/11/2018 pukul 10.42WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.