Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada sesi end of day Jumat berada di level 238,8280, menguat +0,25%

  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada sesi end of day Jumat berada di level 238,8280, menguat +0,25% dari penutupan Kamis. Dua indeks return lainnya, INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah), dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) masing-masing ditutup menguat sebesar +0,28% ke level 234,3262 dan +0,07% ke level 260,2926. Yield seluruh tenor (1-30tahun) pada kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak turun (bullish) dengan rata-rata yield turun –3,50bps. Adapun rata-rata yield pada masing-masing kelompok tenor turun sebesar: pendek (<5tahun) -0,60bps; menengah (5-7tahun) -1,78bps; dan panjang (>7tahun) -4,23bps. INDOBeXG-Effective Yield Jumat kemarin semakin bergerak positif yakni turun –0,0355poin ke level 8,0893. Harga seluruh seri SUN benchmark ditutup menguat pada sesi end of day pada rentang –13,72bps (FR0063) hingga +104,65bps (FR0075). Penguatan harga juga mendominasi seri-seri SBN baik tipe FR maupun ORI. Rata-rata harga SBN (FR & ORI) Jumat kemarin tercatat sebesar +21,44bps, sementara rata-rata harga SUN benchmark naik +58,72bps. Dengan demikian, INDOBeXG-Clean Price turut ditutup menguat yakni +0,26% ke level 108,6860. Aktivitas perdagangan pasar sekunder cenderung bergerak mendatar. Total frekuensi turun –3,99% dari 601 kali menjadi 577 kali, dengan total volume naik tipis +5,55% dari Rp10,74tn menjadi Rp11,33tn. Pada transaksi SUN, hanya seri-seri tenor pendek yang mencatatkan akumulasi peningkatan volume yakni sebesar Rp1,81tn. FR0063 (TTM 4,48tahun) menjadi seri SBN yang ditransaksikan dengan total volume terbesar yakni Rp2,18tn. Sementara frekuensi teraktif dicatatkan seri FR0075 sebanyak 85 kali. Untuk transaksi obligasi korporasi, NISP03ACN1 yang tercatat sebagai seri dengan total volume transaksi terbesar yakni Rp140miliar, sementara IMFI03ACN2 tercatat sebagai yang teraktif yakni 8 kali. Pasar obligasi domestik semakin menunjukkan performa yang positif pada penutupan perdagangan Jumat. Tingkat imbal hasil SBN semakin bergerak turun dibanding sesi siang dengan rata-rata yield turun sebesar –3,50bps (vs –1,45bps), terpicu oleh rata-rata harga SBN yang juga menguat lebih tinggi dari sesi siangnya yakni +21,44bps (vs +9,65bps). Disepakatinya draft perjanjian transisi Brexit menjadi penopang utama performa positifnya pasar Jumat kemarin. Paska kesepakatan tersebut persepsi risiko di global juga langsung mereda, tercermin dari CDS Indonesia tenor 5-tahun yang turun –0,78bps ke level 151,90. Dari dalam negeri, terapresiasinya Rupiah di pasar spot ke level Rp14.544/US$ (+36,0poin) semakin memberikan angin segar bagi pasar obligasi domestik. Senada dengan pasar obligasi, IHSG Jumat kemarin juga ditutup menguat +0,26% di level 6.006,20. Rally harga berpotensi berlajut pada perdagangan hari ini. Euforia sentimen Eropa dan apresiasi Rupiah masih akan menjadi katalis positif pasar obligasi hari ini. Meski demikian, laju positif pasar ada kemungkinan sedikit tertahan terpicu wait and see hasil pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di sela-sela KTT G20 akhir bulan ini.

EKONOMI GLOBAL

  • Inggris dan Uni Eropa yang mengadakan pertemuan pada hari Minggu kemarin akhirnya sepakat mengenai proposal Brexit. Meski demikian kabar bagus tersebut tidak langsung direspon positif oleh pelaku pasar, mengingat PM Inggris Theresa May harus mendapat persetujuan juga dari Parlemen Inggris. Voting proposal Brexit di Parlemen Inggris rencananya akan dilakukan pada 12 Desember mendatang. Diperkirakan akan banyak anggota Parlemen, termasuk beberapa anggota dari partai PM May akan menolak proposal tersebut. Hal ini yang terlihat masih menghambat penguatan GBPUSD. Selain faktor Brexit, data iklim bisnis Jerman dan testimoni Presiden ECB, Mario Draghi, mengenai perekonomian dan kebijakan moneter akan menjadi penggerak pasar hari ini, khususnya pasangan EURUSD.

Potensi Pergerakan

Emas

Bursa saham Asia yang menguat pada perdagangan hari ini memberikan tekanan bagi emas. Jika turun dan menembus support 1220, emas berpeluang besar melanjutkan penurunan ke area 1216. Namun jika mampu bertahan di atas 1220, emas memiliki peluang naik ke area 1230.

Minyak mentah

Harga minyak mentah saat ini berada dekat level psikologis 50.00, jika mampu menembus ke bawah level tersebut besar kemungkinan minyak akan turun ke area 48.80. Sebaliknya jika bertahan di atas 50.00, minyak berpotensi naik ke level 52.75 akibat aksi short covering.

EURUSD

Jika data dari Jerman pukul 16:00 WIB dirilis lebih rendah dari 102,3 dan testimoni Draghi pukul 21:00 WIB mengindikasikan pelambatan ekonomi di zona euro, EURUSD berpotensi melemah ke area 1.1280. Resisten terdekat berada di kisaran 1.1360.

GBPUSD

Dibuka gap up di kisaran 1.2821, GBPUSD berbalik turun ke kisaran 1.2800. Support 1.2775 berpotensi menahan penurunan, selama tidak ditembus GBPUSD berpotensi menguat ke area 1.2860.

USDJPY

Pasangan mata uang ini naik dan menembus ke atas level 113.00 pagi ini akibat penguatan bursa saham Asia. Kenaikan kemungkinan akan berlanjut ke area 113.55 selama bertahan di atas 113.00.

AUDUSD
Penguatan bursa saham menjadi indikasi pulihnya sentimen terhadap risiko dan menjadi sentimen positif bagi AUDUSD. Selama tidak menembus support 0.7215, AUDUSD berpeluang naik ke area 0.7270.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Senin 26/11/2018 pukul 11.02 WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.