Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada perdagangan kemarin menguat

  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada perdagangan kemarin menguat sebesar +0,21% ke level 238,0099. INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) juga mencatatkan penguatan yang tidak jauh beda yakni +0,22% ke level 233,4407. Sementara INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) naik +0,13% ke level 259,9579. Yield seluruh tenor pada kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak turun. Rata-rata yield seluruh tenor 1-30tahun turun sebesar –1,97bps. Tenor menengah (5-7tahun) mencatatkan penurunan rata-rata yield terbesar yakni –3,27bps. Mengikuti dibelakangnya secara berturut-turut adalah tenor pendek (<5tahun) yang turun –2,87bps dan tenor panjang (>7tahun) -1,65bps. INDOBeXG-Effective Yield kemarin turun –0,0307poin ke level 8,1384. Harga seluruh seri SUN benchmark kompak menguat. Harga seri FR0064 menguat paling tinggi yakni +28,31bps. Sementara penguatan harga terendah dicatatkan seri FR0063 sebesar +9,86bps. Mayoritas harga SBN tipe FR dan ORI juga didominasi penguatan. Dari 41 seri yang beredar, hanya 2 seri yang ditutup melemah. Rata-rata harga SBN (FR&ORI) kemarin naik +15,67bps. Sementara pada kelompok SUN benchmark naik +19,34bps. INDOBeXG-Clean Price kemarin berada di level 108,3184 (+0,18%). Aktivitas perdagangan pasar sekunder obligasi yang terpantau melalui data feed IDX berlangsung semarak. Total volume naik +89,25% dari Rp5,78tn menjadi Rp10,94tn, dan total frekuensi naik +30,93% dari 375 kali menjadi 491 kali. Peningkatan volume perdagangan kemarin didorong oleh pelaksanaan lelang SBN. 4 seri FR yang dilelang kemarin (FR0077, FR0078, FR0065, FR0075) mencatatkan total volume transaksi mencapai Rp6,40tn. Total volume terbesar kemarin tercatat sebesar Rp2,57tn oleh seri FR0077, dan frekuensi teraktif sebanyak 70 kali dicatatkan oleh FR0078. Pada transaksi obligasi korporasi, frekuensi teraktif dan tersolid dicatatkan oleh 1 seri yang sama yakni ISAT02BCN1 dengan 10 ditransaksikan dan total volume Rp106miliar. Performa pasar obligasi domestik ditutup menguat lebih tinggi dari sesi siangnya. Ditengah berbagai katidakpastian yang datang dari global seperti perkembangan Brexit dan memanasnya kembali hubungan AS-China, kinerja positif yang ditunjukkan pasar lebih dipicu faktor trading oleh investor asing. Awal pekan ini (per 19 Nov), asing mencatatkan inflow sebesar Rp4,30tn setelah di pekan lalu membukukan aksi jual bersih sebesar Rp540miliar. Meski demikian, menguatnya mayoritas harga SBN kemungkinan bersifat temporer mengingat ekspektasi risiko di global berada dalam tren meningkat. CDS Indonesia tenor 5-tahun Rabu kemarin tercatat naik sebesar +3,36bps setelah naik +1,84bps di awal pekan. Faktor trading diprediksi masih akan men-drive pergerakan harga SBN pada perdagangan hari ini ditengah ketidakpastian di pasar. Sentimen global, serperti Brexit, tensi AS-China, dan kenaikan FFR, masih menjadi faktor-faktor yang akan membayangi pasar. Dari dalam negeri, investor juga masih concern terhadap Rupiah yang pada penutupan kemarin melemah –15,0poin ke level Rp14.603/US$.

EKONOMI GLOBAL

  • Laporan bahwa Italia yang mungkin akan terbuka untuk meninjau rancangan anggarannya untuk 2019, berpotensi mengurangi konfrontasi dengan Uni Eropa. Komisi Eropa akan mengambil langkah pertama pada hari Rabu untuk mendisiplinkan Italia atas rancangan rencana fiskal. Hal ini berpotensi menjadi sentimen positif untuk euro. ECB Monetary Policy Meeting yang akan dirilis pada pukul 19.30 WIB Dan Consumer Confidence Zona Euro yang akan di rilis pada pukul 22.00 WIB akan menjadi fokus utama sebagai movers EURUSD.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang bergerak menguji level resisten di 1230 – 1233 karena Dolar melemah terhadap para pesaingnya Rabu karena data ekonomi AS yang negatif. Sementara itu support emas berada pada level 1221 – 1218.

MINYAK

Harga minyak berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek menguji resisten di 55.25 – 55.70 karena potensi short covering oleh para pelaku pasar setelah kejatuhan sebesar 7 persen seiring meningkatnya cadangan minyak AS. Untuk support harga minyak berada pada level 54.00 – 53.50.

EURUSD

EURUSD berpotensi naik didukung oleh laporan bahwa Italia mungkin terbuka untuk meninjau rancangan anggarannya untuk 2019 untuk menguji level resisten 1.1415 – 1.1430. kegagalan menembus level resisten ini berpeluang menekan EURUSD menguji support di 1.1355 – 1.1340.

GBPUSD

Pound diperkirakan akan diperdagangkan tertekan menguji level support di 1.2735 – 1.2715 sampai pasar mendapat kejelasan lebih lanjut tentang kemajuan dalam kesepakatan Brexit. Resisten GBPUSD berada pada kisaran 1.2815 – 1.2830.

USDJPY

USDJPY berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek menguji level support di 112.65 – 112.35 selama harga tidak mampu untuk menembus level resistennya yang berada pada kisaran 113.40 – 113.55.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang bergerak naik menguji resisten pada level 0.7270 – 0.7290 karena pelemahan dolar dan potensi kenaikan pada sektor komoditas. support AUDUSD berada pada kisaran 0.7235 – 0.7200.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Kamis 22/11/2018 pukul 13.11WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.