Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada perdagangan kemarin ditutup menguat +0,32% di level 253,9462

  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada perdagangan kemarin ditutup menguat +0,32% di level 253,9462. INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) juga ditutup menguat masing-masing ke level 248,9535 (+0,34%) dan ke level 278,3129 (+0,13%). Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) tampak dominan Rata-rata yield tenor 1-30tahun turun sebesar –4,51bps. Rata-rata yield tenor menengah (5-7tahun) dan panjang (>7tahun) terpantau turun masing-masing sebesar –6,51bps dan –5,04bps. Sementara untuk tenor pendek (<5tahun) bergerak naik meski sangat tipis yakni +0,004bps. INDOBeXG-Effective Yield kemarin turun –0,0478poin ke level 7,7089. Penguatan harga kelompok SUN benchmark mulai mereda yakni bergerak pada rentang +20,00bps hingga +60,30bps dan mencatatkan kenaikan rata-rata sebesar +40,60bps. Penguatan harga SUN seri-seri FR secara keseluruhan dan seri ORI juga mulai mereda dengan rata-rata pada ke 41 serinya naik sebesar +31,65bps. Pada perdagangan kemarin, INDOBeXG-Clean Price terpantau naik +0,33% ke level 110,6278. Aktivitas perdagangan pasar sekunder obligasi masih terpantau meningkat tajam dari sisi total frekuensi yakni sebesar +161,49% menjadi 4.359 transaksi. Sedangkan total volume naik +4,20% menjadi Rp15,87tn. Meski demikian, transaksi SUN benchmark kemarin terpantau menurun dengan total volume sebesar Rp4,37tn (-19,40%) dalam 211 transaksi (-13,52%). SR011 berlanjut menjadi seri SBN teraktif ditransaksikan yakni mencapai 3.765 kali dan sekaligus mencatatkan total volume terbesar yakni Rp3,39tn. Pada obligasi korporasi, total volume terbesar dan frekuensi teraktif kembali dicatatkan oleh 1 seri yang sama namun kali ini oleh seri WOMF03ACN2 dengan total volume Rp519miliar dalam 24 transaksi. Senada dengan sesi siang, penguatan harga yang mewarnai seri-seri FR termasuk kelompok SUN benchmark pada akhir sesi end of day kemarin tampak tidak setinggi penutupan Senin. Bahkan tingkat imbal hasil SBN tenor 1 dan 2-tahun terpantau bearish atau tertekan naik masing-masing sebesar +2,79bps dan +1,29bps. Meredanya penguatan harga obligasi kemarin dipicu oleh faktor trading setelah pada perdagangan Senin mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Euforia sinyal penurunan suku bunga the Fed diperkirakan juga mulai mereda, sehingga pasar mulai kembali concern pada isu-isu lain yang beredar di pasar seperti isu perang dagang, Brexit, maupun rilis berbagai data ekonomi baik global maupun dalam negeri ditengah wait and see langkah riil FFR. Sebagai informasi, China berhasil menunjukkan kinerja neraca perdagangan yang lebih tinggi dari konsensus yakni sebesar US$41,65miliar ditengah tekanan perang dagang dengan Amerika. Rally harga diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan hari ini. Ditengah belum adanya sentimen dominan dan wait and see pidato Presiden ECB, Mario Draghi, esok hari waktu setempat, faktor trading diperkirakan akan menjadi faktor penggerak pasar pada hari ini.

EKONOMI GLOBAL

  • Di tengah masih adanya dan kuatnya ekspektasi pemangkasan tingkat suku bunga The Fed, rilis data inflasi AS pukul 19.30 WIB nanti akan menjadi perhatian. Dari rilis data ini diperkirakan akan menentukan apakah ekspektasi pemangkasan tingkat suku bunga The Fed masih kuat atau tidak. The Fed dijadwalkan akan mengumumkan kebijakan moneternya 20 Juni mendatang. Selain itu, Presiden European Central Bank (ECB) Mario Draghi dijadwalkan akan memberikan pidatonya pukul 15.15 WIB. Ini bisa menjadi perhatian setelah adanya laporan yang kembali menyebutkan bahwa ECB bisa saja turut ikut memangkas tingkat suku bunga. Padahal pada pengumuman kebijakan sebelumnya ECB mengatakan akan lebih mengusahakan pada kenaikan tingkat suku bunga.

Potensi Pergerakan

Emas

Pergerakan harga emas berpotensi dalam volatilitas tinggi setelah rilis data inflasi AS. Jika data menunjukan adanya perlambatan ekonomi yang menguatkan ekspektasi pemangkasan tingkat suku bunga The Fed, maka peluang penguatan menguji level 1332 sebelum mengincar 1335. Sebaliknya, potensi pelemahan jika mampu konsisten bergerak di bawah 1322, selanjutnya mengincar level 1319.

Minyak Mentah

Rilis laporan persediaan minyak di AS dari Energy Information Administration (EIA) pukul 21.30 WIB masih akan menjadi perhatian di tengah kuatnya outlook berlanjutnya pemangkasan produksi OPEC. Potensi penguatan harga minyak selama harga bergerakan di atas 51.80 mengincar resisten terdekat 53.65. Sebaliknya, jika persediaan minyak di AS masih melonjak potensi pelemahan mengincar 51.00 jika mampu tembus 51.80.

EURUSD

Selain pidato Presiden ECB Draghi jadi fokus, rilis data inflasi AS juga berpotensi menambah volatilitas pada EURUSD. Jika dollar kembali mendapat sentimen negatif dari rilis data tersebut, peluang penguatan EURUSD akan menguji 1.1355 sebelum mengincar level 1.1380. Sebaliknya, potensi pelemahan perlu menembus level 1.1300 sebelum mengincar level 1.1260.

GBPUSD

Setelah mendapat sentimen positif dari bagus data rata-rata pendapatan Inggris, rilis data inflasi AS juga berpotensi menambah volatilitas pada GBPUSD. Terutama jika data dirilis lebih buruk yang berpotensi memberi sentimen negatif pada dollar. Peluang penguatan GBPUSD perlu konsisten bergerak di atas 1.2735 sebelum mengincar level 1.2760. Jika gagal menembus 1.2735, GBPUSD berpotensi terkoreksi dengan support terdekat di 1.2670

USDJPY

Meski bergerak naik dengan terbatas, namun USDJPY masih dalam kecenderungan untuk naik dan menguji kembali level tertinggi kemarin di 108.80 selama harga bergerak konsisten di atas 108.35. Hal ini ditopang oleh sentimen risk appetite pasar setelah adanya kesepakatan dagang antara AS-Meksiko. Support terdekat di level 108.20.

AUDUSD

Bagusnya rilis data inflasi China berpotensi menjadi sentimen positif AUDUSD mengincar level 0.6985. Namun jika ternyata AUDUSD menembus konsisten ke bawah 0.6950 potensi pelemahan AUDUSD mengincar support terdekat di 0.6930.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Rabu 12/06/2019 pukul 10.20 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.