Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada penutupan perdagangan Jumat berhasil menguat

  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada penutupan perdagangan Jumat berhasil menguat sebesar +0,43% ke level 229,0848. Dua indeks return lainnya turut ditutup menguat masing-masing sebesar: INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) +0,47% ke level 224,4657 dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) +0,17% ke level 251,6919. Kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) tampak berpola bullish dengan rata-rata yield pada seluruh tenornya (1-30tahun) turun sebesar –3,95bps. Rata-rata yield tenor menengah (5-7tahun) turun paling besar yakni –8,31bps. Mengikuti dibelakangnya secara berturut-turut adalah tenor panjang (>7tahun) yang turun sebesar –3,69bps dan tenor pendek (<5tahun) sebesar –2,19bps. INDOBeXG-Effective Yield Jumat kemarin ditutup di level 8,5207 (-0,0783poin). Harga seluruh seri SUN benchmark berhasil ditutup menguat setelah bergerak mixed pada sesi siangnya. Penguatan harga yang terjadi berada di rentang +68,30bps hingga +184,71bps. Rata-rata harga pada seluruh serinya tercatat naik sebesar +108,00bps. Mayoritas harga SBN tipe FR turut didominasi penguatan dengan rata-rata harga naik +36,91bps. Sementara rata-rata harga SBN tipe ORI turun sebesar –1,79bps. INDOBeXG-Clean Price di akhir sesi end of day Jumat naik sebesar +0,46% ke level 105,6759. Aktivitas pasar sekunder obligasi di Jumat kemarin tampak meningkat pada kedua sisinya. Total volume naik +12,29% dari Rp8,64tn menjadi Rp9,70tn, dan total frekuensi naik +10,06% dari 666 kali menjadi 733 kali. Kenaikan volume terjadi pada seluruh transaksi SUN dengan akumulasi kenaikan terbesar terjadi pada transaksi SUN tenor pendek yakni Rp932miliar. Pada transaksi SBN, frekuensi teraktif dan volume terbesar dicatatkan oleh 1 seri yang sama yakni FR0064 dengan 120 kali transaksi dan total volume Rp1,53tn. Untuk transaksi obligasi korporasi, frekuensi teraktif dicatatkan oleh BEXI04ACN2 sebanyak 11 kali, namun total volume terbesar dicatatkan BEXI02BCN7 sebesar Rp170miliar. Di hari terakhir perdagangan pekan kemarin, pasar obligasi domestik berhasil bertahan di zona hijau hingga penutupannya. Menurunnya persepsi risiko global menjadi penopang menguatnya mayoritas harga SBN dan meredanya tekanan naik pada tingkat imbal hasil yang diminta pelaku pasar. Investor tampak cukup optimis pada rencana negosiasi lanjutan antara AS-China yang pada akhirnya berhasil menahan laju penguatan indeks dollar AS. Dari dalam negeri, menguatnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS sebesar +33,0poin pada Jumat kemarin semakin memberikan katalis positif di pasar, sehingga sanggup mendorong CDS Indonesia tenor 5-tahun turun hingga –4,81bps. Namun demikian, penguatan yang terjadi di akhir pekan kemarin berpotensi sedikit tertahan pada perdagangan hari ini setelah Donald Trump berencana untuk tetap meneruskan pengenaan tarif baru senilai US$200miliar terhadap produk China ditengah adanya agenda negosiasi lanjutan tersebut. Pada perdagangan hari ini, pasar obligasi domestik berpotensi bergerak mendatar/sideways. Pasar akan mencermati realisasi dari agenda negosiasi lanjutan antara AS-China ditengah berbagai polemik yang terjadi diantara kedua negara tersebut. Di satu sisi, rilis berbagai data ekonomi AS yang meleset dari konsensus sedikit memberikan sentimen positif bagi investor. Dari dalam negeri, investor juga sedang menanti rilis data neraca perdagangan bulan Agustus yang diprediksi defisit sebesar US$680juta.

EKONOMI GLOBAL

 

  • Dolar AS berpeluang mempertahankan penguatannya pada hari ini setelah pada hari Jumat lalu pasar merespon baik perilisan data penjualan retail AS yang meskipun dirilis lebih rendah dari estimasi, namun untuk periode sebelumnya direvisi lebih baik serta Presiden Trump yang akan menaikan tarif impor China sebesar $200 miliar paling cepat hari Senin. Untuk data penting hari ini akan tertuju pada laporan Final CPI zona Euro pukul 16.00 WIB, Foreign Securities Purchases pukul 19.30 dan Empire State Manufactring Index AS pukul 19.30 WIB.

Potensi Pergerakan

Emas

Harga emas berpeluang lanjutkan pelemahannya di tengah sentimen penguatan dolar karena outlook kenaikan suku bunga The Fed dan eskalasi dagang AS-China di tengah rencana pemberlakuakn tarif $200 miliar dari Washington terhadap Beijing dengan menguji level support di $1187-$1185. Jika menguat, harga harus menembus atas $1200 untuk memicu tren bullish.

Minyak

Harga minyak berpeluang melemah dalam jangka pendek karena meningkatnya aktivitas rig AS di tenga kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi glolal untuk menguji level support di $68.30-$68.00. Namun jika investor kembali cemaskan sanksi AS terhadap Iran, harga minyak berpotensi untuk naik menargetkan resisten di $69.30 – $69.50.

EURUSD

Perilisan data CPI zona Euro yang dipandang pesimis oleh pasar berpotensi memperburuk pelemahan EURUSD untuk menguji support di 1.1580-1.1550 di tengah tren penguatan dolar AS. Namun jika data dipandang optimis, EURUSD berpotensi untuk berbalik naik untuk mengincar resisten di 1.1660 – 1.1700.

GBPUSD

Kembali munculnya kekhawatiran risiko Brexit pasca adanya laporan dari Financial Times bahwa partai oposisi Buruh akan mengadakan voting terhadap kesepakatan Brexit PM May berpeluang melemahkan GBPUSD untuk mengincar support di 1.3040 – 1.3000. Untuk sisi atasnya, level resisten terlihat di 1.3100 – 1.3120.

USDJPY

USDJPY berpeluang untuk menguat dalam jangka pendek di tengah pasar didominiasi sentimen penguatan dolar untuk mengincar resisten di 112.50. Namun, USDJPY dapat berbalik turun mengincar support di 111.50 jika pulihnya sentimen risk aversion di tengah ketegangan dagang AS-China.

AUDUSD

Risiko perang dagang AS-China akan menjadi faktor dominan pemicu pelemahan AUDUSD pada hari ini di tengah tidak adanya data ekonomi domestik dari Australia dan China untuk menguji support di 0.7120 – 0.7100. Untuk sisi atasnya, level resisten terlihat di 0.7170 – 0.7200.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Senin 17/09/2018 pukul 11.25 WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.