Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menurun tipis sebesar –0,01% ke level 248,6908 pada penutupan perdagangan Senin

  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menurun tipis sebesar –0,01% ke level 248,6908 pada penutupan perdagangan Senin. Penurunan juga terjadi pada INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) sebesar –0,03% ke level 243,4609. Sementara itu kinerja INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) sanggup menguat sebesar +0,07% ke level 275,3491. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak mixed dengan rata-rata yield pada tenor 1-30 tahun naik +0,31bps. Kenaikan yield dialami oleh kelompok tenor pendek (<5tahun) dan panjang (>7tahun) masing-masing sebesar +0,48bps dan +0,45bps. Adapun yield tenor menengah (5-7tahun) turun dengan rata-rata sebesar –1,00bps. Dengan demikian INDOBeXG-Effective Yield perdagangan Senin naik +0,0124poin ke level 7,9420. Seluruh harga seri SUN benchmark kompak terkoreksi pada rentang –9,99bps (FR0077) hingga –32,65bps (FR0078). Mayoritas harga SUN seluruh seri FR cenderung melemah dengan rata-rata perubahan harga turun sebesar –6,49bps. Sementara itu rata-rata ketiga seri ORI turun sebesar –0,99bps. Pada perdagangan Senin, INDOBeXG-Clean Price ditutup turun sebesar –0,0933poin ke level 108,8213. Aktivitas perdagangan pasar sekunder obligasi terpantau meningkat. Total frekuensi naik sebesar +21,12% menjadi 843 transaksi, dan total volume meningkat sebesar +25,75% menjadi Rp11,99tn. Peningkatan volume terjadi pada seluruh tenornya dengan tenor panjang mencatatkan kenaikan volume terbesar yakni senilai Rp1,78tn dalam sehari. Sejalan dengan kondisi tersebut, seri benchmark tenor panjang (FR0078) ditransaksikan dengan total volume terbesar yakni Rp3,12tn. Sementara itu FR0079 masih menjadi SUN teraktif yang ditransaksikan yakni 185 kali. Pada obligasi korporasi, seri BAFI02A mencatat total volume terbesar senilai Rp107miliar sedangkan untuk seri teraktif diraih oleh SPSMFBTN02A2 dengan 67 transaksi. Menutup perdagangan sesi Senin, kinerja pasar obligasi Indonesia masih menunjukkan pelemahan. Tercermin dari turunnya harga mayoritas seri obligasi negara sehingga turut mendorong kenaikan imbal hasil pada sebagian besar tenornya. Tekanan pada pasar hari ini diperkirakan masih terdorong oleh respon negatif investor terhadap ketegangan perang tarif AS-China paska AS yang merealisasikan kenaikan tarif impor produk China dari 10% menjadi 25% akhir pekan kemarin ditengah proses negosiasi. Selain itu dari domestik, rilis CAD Q1-2019 yang melebar melebihi ekspektasi pasar dan kembali terdepresiasinya Rupiah ke level Rp14.423/US$ atau merupakan yang terlemah sejak perdagangan awal Januari 2019 semakin menambah tekanan di pasar SBN. Sejalan dengan pasar surat utang, kinerja pasar saham yang tercermin dari IHSG turut turun sebesar –1,19% ke level 6.135,40. Pada perdagangan Selasa ini, pasar obligasi Indonesia berpotensi kembali tertekan. Sentimen negatif hari ini lebih disebabkan oleh “serangan balasan” dari China yang berencana menaikkan bea masuk produk asal AS dari 5-10% menjadi 20-25% senilai US$60miliar mulai tanggal 1 Juni 2019. Kondisi tersebut akan mendorong investor untuk beralih ke aset yang lebih bersifat safe haven, salah satunya US Dollar. Alhasil, pada pagi ini (pukul 09.00), kurs spot Rupiah melemah ke level Rp14.455/US$. Dari domestik, pemerintah akan melaksanakan lelang sukuk negara untuk 2 seri SPN-S dan 4 seri PBS dengan target indikatif Rp8,00tn.

EKONOMI GLOBAL

  • Kisruh perdagangan antra AS-China semakin mamanas, Beijing mengindikasikan rencana untuk menaikkan tarif impor AS senilai $ 60 miliar mulai 1 Juni sebagai tanggapan atas instruksi Presiden Donald Trump kepada Perwakilan Dagang Robert Lighthizer untuk menyiapkan tarif 25% untuk hampir semua produk Cina yang diimpor ke AS. Selain itu pasar akan menanti data Average Earnings Index Inggris yang akan dirilis pada pukul 15:30 WIB yang berpotensi menjadi katalis bagi GBPUSD, data German ZEW Economic Sentiment yang akan dirilis pukul 16:00 WIB akan menjadi penggerak EURUSD.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi menguat menguji level resisten di 1306 – 1309 dalam jangka pendek karena di topang oleh ketegangan tarif perdagangan dengan China akan menaikkan tarif impor AS senilai $ 60 miliar mulai 1 Juni. Support harga emas berada pada level 1294 – 1290.

MINYAK

Harga minyak berpotensi alami penurunan lebih lanjut menguji level support di 60.50 – 60.00 karena kekhawatiran perdagangan kembali membayangi pelemahan ekonomi global, namun sentimen geopolitik Iran berpeluang menopang harga minyak menguji resisten di 61.60 – 62.00.

EURUSD

EURUSD berpotensi bergerak turun dalam jangka pendek menguji level support 1.1195 – 1.1170 jika dalam rilis data German ZEW Economic Sentiment lebih rendah dari ekspektasi, Resisten EURUSD berada pada level 1.1265 – 1.1290.

GBPUSD

Optimisme memudar bahwa pemerintah AS dan partai oposisi utama mungkin dapat mencapai konsensus pada jalan ke depan untuk meninggalkan Uni Eropa berpeluang menekan turun GBPUSD menguji level support 1.2900 – 1.2880. Sementar itu resisten GBPUSD berada pada kisaran 1.3000 – 1.3020.

USDJPY

USDJPY berpeluang melanjutkan penurunan dalam jangka pendek menguji level support di 108.70 -108.40 seiring minat investor yang meningkat di tengah ketegangan perdagangan AS-China. Resisten USDJPY berada pada kisaran 109.90 – 110.20.

AUDUSD

Kekhawatiran terhadap perang tarif perdagangan AS-China berpeluang membuat AUDUSD semakin terpuruk, dengan potensi pergerakan menguji level support di 0.6910 – 0.6880. Dam kisaran resiste yang berada pada level 0.6990 – 0.7020.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Selasa 14/05/2019 pukul 11.18WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.