Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menguat +0,35% ke level 261,7640

  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menguat +0,35% ke level 261,7640 pada penutupan perdagangan kemarin. Begitu pula dengan kedua indeks return lainnya yang menguat masing-masing sebesar: INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) +0,37% ke level 257,0707 dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) +0,18% ke level 283,1426. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak Rata-rata yield seluruh tenor (1-30tahun) turun sebesar –7,02bps. Penurunan yield terbesar dicatatkan tenor pendek (<5tahun) yakni sebesar –7,78bps, sedangkan rata-rata yield tenor menengah (5-7tahun) dan panjang (>7tahun) turun masing-masing sebesar –1,98bps dan –7,54bps. INDOBeXG-Effective Yield perdagangan kemarin turun –0,0602poin ke level 7,2385. Harga kelompok SUN benchmark kompak naik. Seri FR0079 mencatatkan kenaikan harga tertinggi yakni +90,33bps, sedangkan penguatan harga terendah dicatat oleh FR0077 sebesar +8,32bps. Secara keseluruhan, harga seri-seri FR dan ORI juga dominan menguat dengan rata-rata sebesar +39,75bps. Dengan demikian, INDOBeXG-Clean Price kemarin turut ditutup menguat ke level 113,7567 (+0,36%). Aktivitas perdagangan pasar sekunder obligasi terpantau meningkat dari sisi frekuensi yakni sebesar +16,78% menjadi 988 transaksi. Sementara itu total volume menurun sebesar –55,38% menjadi Rp12,19tn. Pada transaksi SUN benchmark, total volume perdagangan juga mencatatkan penurunan sebesar –63,48% dari Rp16,05tn menjadi Rp5,86tn. SBN dengan total volume transaksi terbesar dicatatkan seri FR0068 senilai Rp2,41tn. Sementara seri teraktif ditransaksikan dicatat seri FR0075 sebanyak 304 kali. Pada obligasi korporasi, seri BMTR01ACN1 meraih total volume terbesar senilai Rp80miliar sekaligus menjadi yang teraktif dengan 14 transaksi. Pada perdagangan Rabu kemarin, pasar obligasi domestik melanjutkan penguatan. Kondisi tersebut terlihat dari kenaikan mayoritas harga obligasi negara seri-seri fixed rate, ORI, hingga sukuk sehingga turut menopang penurunan imbal hasil mayoritas tenor SBN. Katalis positif diperkirakan lebih disebabkan oleh meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga acuan The Fed seiring risiko perlambatan ekonomi negara tersebut akibat ketidakpastian risiko perang dagang dan belum tercapainya target inflasi. Kebijakan lebih dovish diprediksi juga akan diikuti oleh Bank Sentral Eropa akibat masih melambatnya ekonomi di kawasan tersebut. Sebagai informasi, Presiden Bank Sentral Eropa (Mario Draghi) akan berhenti menjadi Presiden ECB selanjutnya dan calon kuat penggantinya yakni Christian Lagarde, mantan Direktur Pelaksana IMF. Pada perdagangan Kamis ini, pergerakan pasar obligasi Indonesia berpotensi menguat. Sentimen positif diperkirakan lebih dipicu oleh penurunan indeks Dollar global akibat rilis data ketenagakerjaan AS dan indeks manufaktur yang lebih rendah dibanding prediksi konsensus. Alhasil, kondisi tersebut berpeluang mengangkat nilai Rupiah terhadap USD dan turut berdampak pada penguatan pasar SBN. Pada pagi ini, kurs spot Rupiah dibuka menguat ke level Rp14.115/US$.

EKONOMI GLOBAL

  • Meningkatnya ekspektasi pasar untuk terjadinya pemangaksan suku bunga oleh Federal Reserve berpotensi memicu kenaikan pada harga emas dan pasar ekuitas setelah semalam sejumlah data ekonomi AS dirilis lebih rendah dari ekspektasi seperti data ADP Non Farm Employment Change, Trade Balance, ISM Non-Manufacturing PMI dan Factory Orders. Selanjutnya fokus hari ini akan tertuju pada perilisan data penjualan retail dari Australia pada pukul 8:30 WIB serta data penjualan retail dari zona Euro pada pukul 16:00 WIB yang berpotensi akan menggerakan mata uang dollar Australia dan euro.

Potensi Pergerakan

Emas

Harga emas berpeluang bergerak lebih tinggi dalam jangka pendek di tengah meningkatnya ekspektasi untuk adanya pengurangan suku bunga oleh Federal Reserve untuk menguji resisten di $1420 – $1425. Sebaliknya jika bergerak turun, level support terlihat di $1412 – $1407.

Minyak

Kekhawatiran perlambatan ekonomi global serta adanya kekecewaan beberapa analis bahwa OPEC+ tidak memperdalam jumlah pengurangan produksinya berpeluang mendorong turun harga minyak dalam jangka pendek untuk mengincar support di $56.80 – $56.30. Namun, jika pasar mempertimbangkan turunnya cadangan AS seperti dalam laporan EIA semalam, harga minyak berpeluang bergerak naik menguji ke $57.60 – $57.10.

EURUSD

Pergerakan EURUSD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek untuk menguji support di 1.1260- 1.1210.di tengah antisipasi pasar terhadap dinominasikannya Christine Lagarde, direktur IMF, sebagai presiden European Central Bank selanjutnya yang mana dia cenderung berpandangan dovish. Namun jika sentimen pelemahan dollar mendominasi sentimen dibalik outlook pengurangan suku bunga oleh The Fed, EURUSD berpeluang untuk bergerak naik menguji resisten di 1.1320- 1.1370.

GBPUSD

GBPUSD berpeluang masih akan bergerak turun dalam jangka pendek untuk menguji support di 1.2550 – 1.2500seiring masih adanya sentimen ketidakpastian politik Inggris serta data ekonomi Inggris yang pesimis akhir-akhir ini. Sementara itu jika bergerak naik, level resisten terlihat di 1.2610 – 1.2660.

USDJPY

USDJPY berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek di tengah sentimen pelemahan dollar AS karena outlook pengurangan suku bunga The Fed dan kekhawatiran perlambatan ekonomi global untuk menguji support di 107.50 – 107.00. Sebaliknya jika bergerak naik, level resisten terlihat di 108.10 – 108.60.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang menguat dalam jangka pendek, khususnya jika data penjualan retail Australia dirilis lebih tinggi dari estimasi untuk mengincar resisten di 0.7060 – 0.7110. Namun jika datanya pesimis, AUDUSD berpotensi turun untuk menguji support di 0.7000 – 0.6950.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Kamis 04/07/2019 pukul 09.50WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.