Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menguat +0,17% ke level 260,8478 pada penutupan perdagangan kemarin

  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menguat +0,17% ke level 260,8478 pada penutupan perdagangan kemarin. Begitu pula dengan kedua indeks return lainnya yang menguat masing-masing sebesar: INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) +0,19% ke level 256,1119 dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) +0,09% ke level 282,6394. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak Rata-rata yield seluruh tenor (1-30tahun) turun sebesar –5,63bps. Penurunan yield dicatatkan tenor menengah (5-7tahun) dan panjang (>7tahun) dengan rata-rata masing-masing sebesar –3,86bps dan –6,87bps. Sedangkan rata-rata yield tenor pendek (<5tahun) naik sebesar +0,13bps. INDOBeXG-Effective Yield perdagangan kemarin turun –0,0254poin ke level 7,2986. Harga kelompok SUN benchmark dominan naik. Hanya harga FR0078 yang terkoreksi sebesar –1,88bps. Sedangkan ketiga seri lainnya menguat dalam rentang +2,51bps hingga +52,16bps. Secara keseluruhan, harga seri-seri FR dan ORI juga dominan menguat dengan rata-rata sebesar +18,29bps. Dengan demikian, INDOBeXG-Clean Price kemarin turut ditutup menguat ke level 113,3488 (+0,17%). Aktivitas perdagangan pasar sekunder obligasi terpantau meningkat. Total volume meningkat dengan akumulasi nilai sebesar Rp27,31tn (+88,91%), sementara total frekuensi naik sebesar +21,38% menjadi 846 transaksi. Pada transaksi SUN benchmark, total frekuensi juga meningkat sebesar +24,54% menjadi 203 transaksi, sedangkan total volume meningkat hingga +364,35% menjadi sebesar Rp16,05tn. SBN dengan total volume transaksi terbesar dicatatkan seri FR0078 (seri yang turut dilelang) dengan total nilai mencapai Rp6,75tn. Sementara seri teraktif ditransaksikan dicatatkan seri FR0075 sebanyak 246 kali. Pada obligasi korporasi, seri JPFA02CN2 raih total volume terbesar senilai Rp168miliar (frekuensi 6 transaksi). Kinerja pasar obligasi Indonesia berlanjut positif pada perdagangan Selasa kemarin. Kondisi tersebut tercermin dari penguatan mayoritas harga SBN sehingga turut menopang penurunan imbal hasil obligasi mayoritas tenor serta kenaikan seluruh indikator return obligasi domestik. Seiring meredanya euforia akan dilanjutkannya kembali negosiasi dagang antara AS-China, penguatan harga obligasi domestik kemarin diperkirakan lebih dipicu oleh semaraknya aksi beli investor pada pelaksanaan lelang SBN. Lelang kemarin menawarkan 7 seri (salah satunya seri FR terbaru FR0080) dengan total penawaran yang masuk oversubscribed hingga 4,14 kali atau senilai Rp62,09tn. Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi sejak lelang akhir Februari 2019. Senada dengan pasar surat utang, kinerja IHSG menguat ke level 6.384,90. Pada perdagangan tengah pekan ini, pasar obligasi berpotensi bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah. Concern pasar hari ini diperkirakan lebih dipicu oleh sentimen global dimana Presiden Trump yang berencana mengenakan tarif impor tambahan terhadap produk dari Uni Eropa. Alhasil, kondisi tersebut kembali meningkatkan ketidakpastian dipasar ditengah proses negosiasi dagang antara AS dengan China. Pada pagi ini, kurs spot Rupiah dibuka melemah ke level Rp14.150/US$.

EKONOMI GLOBAL

  • Kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi, ketegangan dagang antara AS dengan Uni Eropa serta pernyataan terbaru Presiden Trump yang mengatakan bahwa negosiasi dengan China perlu “sedikit menguntungkan” bagi Amerika Serikat berpeluang memicu permintaan terhadap aset safe haven seperti emas dan mata uang yen. Selain sentimen tersebut, fokus pasar hari ini akan tertuju pada perilisan data ijin membangun dan neraca perdagangan Australia pukul 8:30 WIB, data indeks jasa Inggris pukul 15:30 WIB, data ADP Non-Farm Employment Change dan Indeks sektor jasa AS pukul 19:15 WIB dan 21:00 WIB untuk masing-masing dan data neraca perdagangan Kanada pukul 19:30 WIB.

Potensi Pergerakan

Emas

Harga emas berpeluang untuk bergerak naik dalam jangka pendek di tengah meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven dibalik kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global, ketegangan dagang AS-Uni Eropa serta pernyataan terbaru Presiden Trump terkait negosiasi dengan China untuk menguji level resisten di $1435 – $1440. Namun, harga emas berpotensi terkoreksi jika data ekonomi AS seperti ADP Non- Farm Employment Change dan indeks jasa dirilis lebih baik dari estimasi untuk mengincar support di $1425 – $1420.

Minyak

Harga minyak berpotensi bergerak naik dalam jangka pendek pada sentimen turunnya cadangan minyak mentah AS dalam laporan API serta perpanjangan kesepakatan OPEC untuk pengurangan produksi minyak untuk menguji resisten di $56.90 – $57.40. Namun, harga minyak dapat bergerak turun jika data cadangan minyak dari EIA menunjukkan hasil yang tinggi dari estimasi di tengah kekhawatiran perlambatan permintaan untuk menguji support di $56.10 – $55.60.

EURUSD

EURUSD berpeluang untuk bergerak naik dalam jangka pendek dibalik pernyataan terbaru dari European Central Bank yang mengatakan bahwa mereka tidak terburu-buru untuk memangkas suku bunga di bulan Juli untuk menguji level resisten di 1.1320 – 1.1370. EURUSD berpeluang untuk bergerak turun mengincar support di 1.1260 – 1.1210 jika sejumlah data ekonomi dari negara-negara zona euro dirilis lebih rendah dari estimasi.

GBPUSD

GBPUSD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek di tengah sentimen ketidakpastian politik serta pernyataan terbaru BOE Carney yang terlihat sedikit berhati-hati pada perlambatan ekonomi Inggris untuk menguji support di 1.2570 – 1.2520. GBPUSD berpeluang untuk terdongkrak naik menguji resisten di 1.2630 – 1.2690 jika data indeks jasa Inggris dirilis lebih baik dari estimasi.

USDJPY

Sentimen meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven berpeluang mendorong penurunan USDJPY dalam jangka pendek untuk mengincar support di 107.55 – 107.00. Jika bergerak naik, level resisten berada di 108.15 – 108.70.

AUDUSD

Perilisan data ijin membangun dan neraca perdagangan Australia yang lebih tinggi dari estimasi berpeluang menjadi katalis positif bagi pergerakan AUDUSD dalam jangka pendek untuk menguji resisten di 0.7020 – 0.7070. Namun, AUDUSD berpeluang untuk bergerak turun jika sentimen hindar aset berisiko mendominasi pasar untuk mengincar support di 0.6960 – 0.6910.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Rabu 03/07/2019 pukul 10.45 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.