Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menguat +0,13% ke level 259,4376 pada penutupan perdagangan kemarin

  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menguat +0,13% ke level 259,4376 pada penutupan perdagangan kemarin. INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) juga naik +0,13% ke level 254,6592, dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) naik +0,12% ke level 281,6749. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) berpola Rata-rata yield tenor 1-30tahun turun sebesar –1,82bps dengan penurunan terbesar terjadi pada tenor menengah (5-7tahun) yakni –3,91bps. Sementara dua kelompok tenor lain turun masing-masing sebesar: pendek (<5tahun) -3,09bps, dan panjang (>7tahun) -1,33bps. INDOBeXG-Effective Yield kemarin turun –0,0289poin ke level 7,3681. Harga ketiga seri SUN benchmark (FR0077, FR0078, FR0079) ditutup melemah pada kisaran –4,22bps hingga –17,50bps. Sedangkan harga seri FR0068 berhasil menguat sebesar +5,00bps. Oleh karenanya, rata-rata harga SUN benchmark kemarin tercatat turun sebesar –5,35bps. Meski demikian, harga seri-seri FR dan ORI secara keseluruhan didominasi penguatan dengan rata-rata naik sebesar +10,16bps. INDOBeXG-Clean Price kemarin menguat +0,11% ke level 112,8386. Aktivitas perdagangan pasar sekunder obligasi terpantau sepi. Total frekuensi turun –20,60% menjadi 844 transaksi, dan total volume turun –57,45% menjadi Rp7,60tn. Transaksi SUN benchmark bahkan terpantau lebih sepi dengan total frekuensi turun –44,08% menjadi 203 transaksi, dan total volume turun –67,03% menjadi sebesar Rp2,93tn. Pada perdagangan SBN kemarin, seri tersolid ditransaksikan dicatatkan oleh seri FR0079 dengan total volume terbesar Rp1,42tn. Sementara seri SBN teraktif ditransaksikan dicatatkan seri FR0075 sebanyak 150 kali. Pada obligasi korporasi, total volume terbesar senilai Rp431miliar dicatatkan oleh TPIA02CN2. Sementara frekuensi teraktif sebanyak 13 transaksi dicatatkan oleh TUFI03ACN2. Pada akhir sesi end of day kemarin, pasar ditutup menguat lebih tinggi dibanding sesi siang. Meredanya pelemahan SUN benchmark dari –15,42bps menjadi –5,35bps menjadi salah satu faktor semakin membaiknya performa pasar SUN ditengah situasi global yang kurang kondusif. Jerome Powel secara mengejutkan dalam pidatonya di New York menyebutkan belum akan menurunkan suku bunga acuannya dalam waktu dekat, setelah sebelumnya the Fed mengindikasikan nada dovish pada rapat FOMC di pekan lalu. Selain itu, sentimen negatif juga datang dari ketegangan AS-Iran yang semakin memanas sehingga memicu kenaikan harga minyak dunia. Meski demikian, aksi wait and see tampak membayangi pasar ditengah kinerja yang positif, tercermin dari sepinya aktivitas perdagangan di pasar sekunder. Pasar obligasi dalam negeri diprediksi bergerak mendatar sejalan dengan akan dimulainya penyelenggaraan pertemuan KTT-G20 pada hari ini. Concern pasar akan tertuju pada hasil pertemuan pemimpin kedua negara dengan ekonomi terbesar tersebut, AS-China, guna membahas kelanjutan proses damai dagang. Selain itu pasar juga menanti rilis data final GDP AS Q1-2019 yang jika ternyata lebih baik dari konsensus maka tentu saja akan mempengaruhi arah kebijakan moneter the Fed.

EKONOMI GLOBAL

  • Tuduhan Presiden Donald Trump terhadap zona euro dan China bahwa mereka terlibat dalam devaluasi kompetitif untuk “mengambil keuntungan” dari A.S. komentar tersebut petunjuk bahwa pemerintah menganggap dirinya dalam ‘perang mata uang’ dengan mitra dagang utama. Mover lainya adalah rilis data Data German Prelim CPI yang akan dirilis sepanjang hari dan data Final GDP AS yang dirilis pada pukul 19.30 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi bergerak naik menguji level resisten 1430 – 1445 di dukung ketegangan AS-Iran yang berpotensi memicu permintaan pada aset aman. Sementara itu support harga emas berada pada kisaran 1390 – 1385.

MINYAK

Rilis data cadangan minya AS yang dilaporkan oleh EIA alami penurunan berpotensi mendukung kenaikan harga minyak menguji level resisten di 60.00 – 60.50. Support harga minyak berada pada kisaran 57.40 – 57.30.

EURUSD

EURUSD berpeluang mendapatkan dukungan dari data German Prelim CPI, jika data tersbut dirilis lebih tinggi dari ekspstasi EURUSD berpotensi bergerak naik menguji level resisten di 1.1420 – 1.1450. Support EURUSD berada pada kisaran 1.1325 – 1.1300.

GBPUSD

GBPUSD berpotensi bergerak naik menguji resisten di 1.2740 – 1.2770 dalam jangka pendek, namun dolar yang berbalik menguat atas sentimen The Fed membatasi kenaikan GBPUSD, support GBPUSD berada pada kisaran 1.2620 – 1.2600.

USDJPY

USDJPY berpotensi bergerak turun menguji level support di 107.30 -107.00 karena potensi minat pelaku pasar yang meningkat pada aset aman di tengah ketegangan di Timur Tengah. Resisten USDJPY berada pada kisaran 108.00 -108.20.

AUDUSD

Terapresiasi oleh positifnya hubungan AS-China pada perundingan perdagangan AS-China AUDUSD berpotensi bergerak naik menguji level resisten 0.7020 – 0.7050. Sementara itu untuk support berada pada kisaran 0.6950 – 0.6930.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Kamis 27/06/2019 pukul 09.35WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.