Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menguat +0,12% ke level 265,8726 pada perdagangan kemarin

  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menguat +0,12% ke level 265,8726 pada perdagangan kemarin. Dua indeks return lainnya, INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) masing-masing juga mencatatkan kenaikan sebesar +0,12% ke level 261,2253 dan +0,11% ke level 286,5948. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak Rata-rata yield tenor 1-30tahun turun sebesar –2,04bps dengan penurunan terbesar terjadi pada tenor menengah (5-7tahun) yakni –3,27bps. Sedangkan rata-rata yield tenor pendek (<5tahun) dan panjang (>7tahun) turun masing-masing sebesar –2,91bps dan –1,72bps. Olah karenanya, INDOBeXG-Effective Yield kemarin turun ke level 6,9628 (-0,0162poin). Harga seri-seri SUN benchmark bervariasi. Harga FR0077 dan FR0078 terkoreksi masing-masing sebesar –7,65bps dan –1,63bps. Sedangkan harga FR0068 dan FR0079 naik +57,61bps dan +1,41bps. Secara keseluruhan, harga SUN seri FR dan ORI juga bervariasi dengan rata-rata naik +9,95bps. Dengan demikian kinerja INDOBeXG-Clean Price Senin kemarin ditutup naik ke level 115,3151 atau naik +0,10% dari penutupan perdagangan kemarin. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder terpantau meningkat. Total frekuensi naik +9,63% menjadi 1.389 transaksi sedangkan sisi volume meningkat +74,58% menjadi Rp31,82tn. Peningkatan transaksi kemarin juga disebabkan oleh semaraknya pelaksanaan lelang SBN dengan nilai mencapai Rp53,14tn. Seri SBN yang ditransaksikan dengan total volume terbesar dicatatkan oleh FR0078 dengan total nilai Rp9,95tn. Sementara frekuensi teraktif dicatatkan seri FR0075 yakni sebanyak 212 kali. Pada obligasi korporasi, total volume terbesar tercatat sebesar Rp165miliar oleh seri SMFP05ACN1. Sementara frekuensi teraktif yakni sebanyak 15 transaksi dicatatkan BMTR01ACN1. Kinerja pasar obligasi bergerak menguat hingga penutupan perdagangan Selasa kemarin. Kondisi tersebut tercermin dari turunnya imbal hasil mayoritas tenor obligasi negara sehingga turut menopang kenaikan indeks return obligasi konvensional maupun sukuk. Faktor penguatan diprediksi masih datang dari optimisme pasar terhadap program kerja pemerintahan Jokowi untuk lima tahun kedepan serta tren Rupiah yang masih bertahan di bawah level Rp14.000/US$. Selain itu, semaraknya lelang kemarin diprediksi juga mendorong penguatan pasar SBN. Namun demikian, penguatan yang terjadi pada perdagangan Selasa kemarin tampak mereda dibandingkan perdagangan sebelumnya akibat bayang-bayang perlambatan ekonomi China dan potensi kembali meningkatnya tensi dagang antara AS-China. Pergerakan pasar obligasi hari Rabu ini berpotensi terbatas seiring belum ada sentimen lanjutan di pasar. Pelaku pasar diprediksi tengah concern dan wait and see terhadap pelaksanaan RDG-BI yang dirilis Kamis besok. Pada pagi ini, kurs spot Rupiah dibuka melemah ke level Rp13.943/US$.

EKONOMI GLOBAL

  • Pasca tidak adanya kejutan dalam pidato ketua Fed Jerome Powell semalam, fokus pasar hari ini akan tertuju pada perkembangan terbaru dalam negosiasi dagang antara AS dengan Tiongkok setelah Presiden Trump mengatakan bahwa negosiasi masih miliki jalan yang panjang, dan ada kemungkinan saya menaikan tarif tambahan baru. Selanjutnya fokus pasar akan tertuju pada data inflasi dari Inggris, zona Euro dan Kanada yang dijadwalkan dirilis pukul 15:30 WIB, 16:00 WIB dan 19:00 WIB untuk masing-masing yang berpeluang akan memicu pergerakan GBPUSD, EURUSD dan USDCAD. Setelahnya perhatian akan tertuju ke data cadangan minyak mentah AS pukul 21:30 WIB yang diperkirakan akan kembali mengalami penurunan sebesar 3.6 juta barel pada pekan lalu.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek jika sentimen penguatan dollar AS pasca perilisan data penjualan retail AS yang optimis masih mendominasi pasar untuk menguji level support di $1401 – $1396. Sebaliknya, jika pasar khawatirkan perkembangan terbaru antara AS dengan Tiongkok, yang dapat memicu permintaan aset safe haven berpotensi menopang kenaikan harga emas ke level $1409 – $1414.

MINYAK

Harga minyak berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek jika pasar mempertimbangkan turunnya cadangan minyak mentah AS dalam laporan API untuk menguji resisten di $57.90 – $58.40. Namun, jika pasar mempertimbangkan meredanya ketegangan di Timur Tengah setelah Iran bersedia negosiasi berpotensi memicu penurunan harga minyak menguji support di $57.10 – $56.60. Hari ini pasar nantikan data cadangan minyak AS dari EIA pukul 21:30 WIB.

EURUSD

Outlook menguatnya dollar AS dan potensi pelonggaran kebijakan moneter dari European Central Bank berpotensi memicu penurunan EURUSD dalam jangka pendek untuk menguji support di 1.1180 – 1.1130. Namun jika data inflasi zona euro dirilis optimis berpeluang memicu kenaikan EURUSD untuk mengincar resisten di 1.1240 – 1.1290.

GBPUSD

Outlook kekhawatiran Brexit dan pertarungan kursi Perdana Menteri di Inggris berpotensi memicu penurunan GBPUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.2380 – 1.2330. Namun, jika data inflasi Inggris dirilis lebih baik dari estimasi berpeluang mendorong kenaikan GBPUSD untuk mengincar resisten di 1.2440 – 1.2490.

USDJPY

USDJPY berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek jika sentimen penguatan dollar AS mendominasi sentimen untuk menguji resisten di 108.50 – 109.00. Sebaliknya, jika pasar meningkatkan permintaan aset safe haven yen di tengah perkembangan dagang AS-Tiongkok yang memburuk berpeluang memicu penurunan USDJPY untuk mengincar support di 107.90 – 107.40.

AUDUSD

Kekhawatiran tehadap perkembangan negosiasi AS-Tiongkok yang memburuk serta potensi menguatnya dollar AS berpeluang menekan turun AUDUSD dalam jangka pendek untuk menguji support di 0.6985-0.6935. Sebaliknya jika bergerak naik level resisten berada di 0.7045 – 0.7100 

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Rabu 17/07/2019 pukul 10.27 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.