Indonesia Composite Bond Index (ICBI) melemah

  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) melemah –0,13% ke level 264,2229 pada perdagangan Selasa. Pelemahan juga terjadi pada kinerja INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) yang turun –0,14% ke level 259,4308 serta kinerja INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) yang turun –0,08% ke level 286,2528. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) terpantau bearish dengan rata-rata yield pada tenor 1-30tahun naik sebesar +1,31bps. Adapun kenaikan rata-rata yield pada masing-masing kelompok tenor adalah: pendek (<5tahun) +3,05bps; menengah (5-7tahun) +3,61bps; dan panjang (>7tahun) +0,71bps. Perdagangan kemarin, INDOBeXG-Effective Yield berada di level 7,1464 (+0,0329poin). Harga kelompok SUN benchmark kompak terkoreksi. Harga seri FR0078 turun paling besar yakni –36,65bps sedangkan koreksi harga terendah dicatatkan FR0068 sebesar –20,43bps. Harga SUN seri FR dan ORI secara keseluruhan juga dominan melemah dengan rata-rata turun sebesar –11,71bps. Dengan demikian, INDOBeXG-Clean Price turut melemah sebesar –0,1822poin ke level 114,1744. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder meningkat. Total volume meningkat +16,20% menjadi sebesar Rp12,70tn. Sementara itu total frekuensi naik sebesar +13,82% menjadi 881 transaksi. Peningkatan volume lebih didorong oleh volume perdagangan obligasi tenor panjang dengan akumulasi kenaikan sebesar Rp2,00tn dalam sehari. Seri SUN yang ditransaksikan dengan total volume terbesar dicatatkan oleh FR0078 dengan total nilai Rp2,88tn. Sementara frekuensi teraktif dicatatkan seri FR0075 sebanyak 150 transaksi. Pada obligasi korporasi, total volume terbesar diraih oleh seri BBTN03CCN2 senilai Rp400miliar dan frekuensi teraktif dicatatkan oleh seri BEXI04DCN5 dengan 17 kali transaksi. Senada dengan sesi siangnya, pergerakan pasar obligasi dalam negeri berlanjut melemah secara terbatas hingga sesi penutupan. Kondisi tersebut terlihat dari tipisnya kenaikan imbal hasil obligasi negara seluruh tenor dengan rentang perubahan hanya sebesar +0,10bps hingga +3,96bps. Tren sideways yang tengah terjadi di pasar diperkirakan lebih dipicu oleh meningkatnya antisipasi dan concern investor pasar surat utang terhadap faktor eksternal antara lain hasil negosiasi dagang lanjutan antara AS-China yang dijadwalkan berlangsung 2 hari di Beijing dan rilis FOMC Meeting. Walaupun FFR diproyeksikan turun ke level 2,0%-2,25%, namun pelaku pasar juga akan menunggu bagaimana kebijakan moneter terbaru yang disampaikan The Fed dalam menyikapi isu-isu perlambatan ekonomi global. Sebagai informasi, pemerintah telah melaksanakan lelang SBN Selasa kemarin dengan penawaran masuk sebesar Rp43,27tn dan dana yang berhasil diserap pemerintah mencapai Rp21,45tn. Perdagangan Rabu ini, pasar obligasi Indonesia berpotensi meneruskan tren sideways. Terbatasnya pergerakan pasar hari ini diperkirakan lebih dipicu oleh sentimen global dimana pelaku pasar akan wait and see terhadap hasil pelaksanaan FOMC Meeting yang diprediksi menurunkan FFR ke level 2,0% – 2,25% serta hasil perundingan lanjutan negosiasi dagang AS-China yang tengah berlangsung di Beijing. Pada pagi ini, kurs spot Rupiah dibuka menguat tipis ke level Rp14.020/US$.

EKONOMI GLOBAL

  • Federal Open Market Committee akan mengumumkan hasil rapat tentang kebijakan suku bunga mereka malam nanti, hari Kamis 1 Agustus 2019 jam 01.00 WIB, diikuti konferensi pers 30 menit setelahnya, yang akan ditunggu pelaku pasar untuk arah kebijakan The Fed selanjutnya. Ekspektasi pemotongan 0.25% menjadi <2.25% oleh bank sentral AS sudah dipandang pasti oleh pasar, dan masih mengharapkan kebijakan pelonggaran yang lebih agresif dari Federal Reserve AS kedepannya. Bila pada konferensi pers-nya menyatakan kesiapan memotong suku bunga lebih jauh di tahun 2019 ini, berpotensi melemahkan dolar AS lebih dalam. Data ekonomi lainnya yang juga berpotensi menggerakkan pasar adalah: Data manufaktur dan jasa Tiongkok pada jam 08:00 WIB, diikuti data inflasi Australia jam 08:30 WIB, keduanya berpotensi menggerakkan mata uang dolar Australia. Data inflasi Zona Euro dirilis jam 16:00 WIB, berpotensi menggerakan mata uang Euro. Data tenaga kerja AS versi ADP pada jam 19:15 WIB, dapat menggerakkan harga emas dan mata uang utama lainnya. Data GDP Kanada pada jam 19:30 WIB, berpeluang mempengaruhi pergerakan dolar Kanada. Dan laporan cadangan minyak mentah AS versi EIA dirilis jam 21:30 WIB, yang akan menjadi etunjuk arah harga minyak.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas akan sangat terfokus pada data kebijakan The Fed dan tenaga kerja versi ADP AS malam nanti dengan peluang naik bila data-data tersebut bernada dovish. Peluang naik menguji resisten $1434 – $1440, sedangkan bila bergerak turun berpeluang menguji support pada kisaran $1420 – $1423.

MINYAK

Selain oleh sentimen pemotongan suku bunga, harga minyak juga menantikan laporan persediaan versi EIA malam nanti. Peluang naik bila data melaporkan menyusutan cadangan, berpotensi uji level resisten pada kisaran $59.15 – $60.00. Sedangkan laporan cadangan bertambah dapat mendorong turun, menguji support pada kisaran $56.50 – $56.95.

EURUSD

Data Inflasi Zona Euro yang diekspekasikan lebih rendah berpotensi lemahkan mata uang euro, menguji level support 1.1080 – 1.1100. Tetapi fokus utama pasar pada pemangkasan suku bunga The Fed berpotensi angkat euro menguji level resisten 1.1185 – 1.1200.

GBPUSD

Sentimen negatif terhadap PM baru Inggris, Boris Johnson, masih menjadi beban bagi poundsterling, dengan pelemahan berpeluang mencoba level support 1.2050 – 1.2110. Sedangkan peluang naik dibantu oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga AS, mencoba level resisten 1.2225 – 1.2270.

USDJPY

Mata uang Yen berpotensi menguat, mendorong USDJPY turun menguji level support pada kisaran 108.00 – 108.20 di tengah ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Data kepercayaan konsumen Jepang akan dirilis jam 12:00 WIB, berpeluang angkat USDJPY bila dirilis lebih rendah dari ekspektasi.

AUDUSD

Berpotensi naik menguji level resisten pada kisaran 0.6915 – 0.6930, Dolar Australia didukung rilis data manufaktur Tiongkok dan inflasi Australia yang positif. Sebaliknya bila sentimen pasar negatif dapat mencoba melemah ke level support 0.6800 – 0.6835.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Rabu 31/07/2019 pukul 09.58 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.