Indonesia Composite Bond Index (ICBI) kembali ditutup melemah

  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) kembali ditutup melemah –0,03% ke level 264,7942. Begitu pula dengan INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) yang turun –0,04% ke level 259,9069. Sedangkan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) berlanjut naik sebesar +0,03% ke level 287,5829. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak Rata-rata yield tenor 1-30 tahun naik sebesar +2,62bps dengan kenaikan tertinggi dicatatkan kelompok tenor panjang (>7tahun) yakni +2,96bps. Sedangkan rata-rata yield tenor pendek (<5tahun) dan menengah (5-7tahun) naik masing-masing sebesar +1,88bps dan +1,06bps. Dengan demikian, INDOBeXG-Effective Yield turut semakin bergerak naik yakni +0,0111poin ke level 7,1970. Harga seri-seri SUN benchmark juga berlanjut terkoreksi dan mencatatkan penurunan rata-rata sebesar –29,40bps. Harga FR0079 kembali turun paling besar yakni –65,03bps. Sedangkan penurunan harga terkecil sebesar –10,00bps juga masih dicatatkan seri FR0078. Secara keseluruhan, harga SUN baik seri FR maupun ORI juga dominan melemah dengan rata-rata harga turun sebesar –13,30bps. INDOBeXG-Clean Price kemarin turun –0,10% ke level 113,7375. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder kembali terpantau menurun. Total frekuensi turun –13,99% menjadi 615 transaksi, dan total volume turun –23,71% menjadi Rp8,98tn. Demikian pula dengan transaksi benchmark dengan total frekuensi 95 transaksi (+1,06%) dan total volume Rp2,62tn (-9,90%). Seri FR0075 kembali menjadi yang teraktif ditransaksikan yakni 108 kali. Sedangkan FR0082 mencatat total volume terbesar senilai Rp1,17tn. Adapun untuk obligasi korporasi, seri PNBN02SBCN2 menjadi yang teraktif dengan 18 transaksi. Sedang total volume terbesar senilai Rp600miliar oleh BBTN03ACN1. Pasar obligasi Indonesia mengawali pekan ini di zona merah. Dari 41 seri SUN FR yang beredar, 38 seri diantaranya mencatatkan penurunan harga di rentang –3,05bps hingga –65,03bps. Tingkat imbal hasil SBN juga tertekan naik pada seluruh tenor di rentang +0,92bps hingga +4,77bps. Tertekannya seluruh indikator pasar SUN dipicu oleh memanasnya kembali hubungan dagang AS-China. Diketahui menjelang akhir pekan kemarin, China mengeluarkan pengumuman pengenaan bea masuk bagi produk impor asal AS senilai US$75miliar sekitar 5%-10% yang akan berlaku efektif 1 September dan 15 Desember. Selain itu, China juga mengenakan bea masuk senilai 25% untuk mobil pabrikan asal AS, dan 5% untuk komponen mobil efektif per 15 Desember. Aksi China tersebut kemudian langsung direspon AS dengan meningkatkan pengenaan bea masuk senilai US$250miliar produk China dari 25% menjadi 30% yang efektif per 1 Oktober. Hubungan AS-China yang kembali memanas langsung mendorong Rupiah melemah ke level Rp14.243/US$ dan CDS Indonesia 5-tahun naik +2,40bps. Tren koreksi diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan hari ini. Concern pasar masih tertuju pada ketidakpastian hubungan dagang AS-China. Meski demikian, adanya pelaksanaan lelang SBN pada hari ini berpotensi mendorong aktivitas pasar sekunder obligasi berlangsung cukup semarak hingga akhir sesi end of day nanti.

EKONOMI GLOBAL

  Melunaknya pernyataan Trump kemarin membuka harapan negosiasi dagang AS – Tiongkok kembali, telah menguatkan dolar AS, dengan pasar masih bersikap hati-hati terhadap segala kemungkinan. Sedangkan fokus utama pasar pada data CB Consumer Confidence AS yang akan dirilis jam 21:00 WIB, bila data dirilis lebih rendah dari ekspektasi berpotensi melemahkan dolar AS dan mengangkat harga emas naik. Data-data ekonomi lainnya yang menjadi peluang penggerak pasar hari ini diantaranya adalah: Pidato wakil ketua Reserve Bank of Australia, Guy Debelle, jam 09:00 WIB; Data inflasi Jepang jam 12:00 WIB; Final GDP Jerman jam 13:00 WIB; dan pidato anggota Bank of England, Sylvana Tenreyro jam 19:00 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS

Peluang naik harga emas kembali terbentuk bila harga bergerak naik di atas level $1530-1531, berpotensi menguji resisten $1537. Sebaliknya pelemahan mungkin menguji support $1522.

MINYAK

Kendurnya sentimen perang dagang AS – Tiongkok dapat mengangkat harga minyak naik menguji resisten pada kisaran 55.00 – 55.20. Tetapi kekhawatiran penyusutan permintaan masih dapat membebani harga turun menguji kisaran $53.00.

EURUSD

Terfokus pada data GDP Jerman, EURUSD berpotensi naik bila data dirilis lebih baik dari ekspektasi, menguji level resisten 1.1160 – 1.1200. Sebaliknya, data yang lebih buruk dari ekspektasi akan mendorong EURUSD turun menguji support 1.1050 – 1.1000.

GBPUSD

Sentimen No-Deal Brexit dan rendahnya kepercayaan parlemen terhadap PM Inggris Boris Johnson masih membebani GBPUSD, berpeluang menguji support 1.2150-1.2190. Sebaliknya bila ada komentar positif dari anggota MPC bank of England, mungkin menguatkan GBPUSD mencoba level 1.2300.

USDJPY

Meredanya ketegangan perang dagang AS – Tiongkok melepas minat aset safe haven yen Jepang,USDJPY berpeluang menguji level 106.50 – 106.75. Sedangkan kembali menguatnya Yen mungkin mendorong USDJPY turun ke level 105.00 – 105.50. Fokus pasar pada data BOJ Core CPI jam 12:00 WIB.

AUDUSD

Sentimen perang dagang AS – Tiongkok yang mereda membantu penguatan AUDUSD menguji resisten 0.6800. Tetapi sentimen dovish RBA dapat melemahkan menguji level 0.6725.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Selasa 27/08/2019 pukul 11.05WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.