Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup menguat

  • Jumat kemarin, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup menguat +0,31% di level 232,4314. Dua indeks return lainnya turut ditutup menguat. INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) naik +0,34% di level 228,0203; sementara INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) naik +0,15% di level 253,5220. Kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) didominasi bullish. Penurunan yield terjadi pada tenor 1-20tahun. Rata-rata yield tenor 1-30tahun tercatat turun sebesar –1,86bps. Sementara rata-rata yield pada ketiga kelompok tenornya masing-masing tercatat turun sebesar: pendek (<5tahun) -3,91bps; menengah (5-7tahun) -4,78bps; dan panjang (>7tahun) -1,13bps. INDOBeXG-Effective Yield akhir perdagangan Jumat kemarin turun –0,0482poin ke level 8,2995. Rally harga berlanjut mewarnai keempat seri SUN Rata-rata harga SUN bencmark menguat sebesar +69,39bps dengan penguatan harga tertinggi tercatat sebesar +175,00bps oleh FR0075. Mayoritas harga SBN baik tipe FR maupun ORI juga masih didominasi penguatan. Rata-rata harga SBN tipe FR naik sebesar +26,79bps, dan tipe ORI naik +6,59bps. Sehingga INDOBeXG-Clean Price ditutup meningkat ke level 107,2052 (+0,32%). Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder Jumat kemarin tampak semarak. Total frekuensi naik +31,73% dari 520 kali menjadi 685 kali, dan total volume naik +71,40% dari Rp8,77tn menjadi Rp15,04tn. Seri-seri SUN tenor panjang menjadi yang paling solid ditransaksikan dengan mencatatkan akumulasi kenaikan volume hingga Rp5,51tn dalam sehari. Total volume transaksi terbesar tercatat sebesar Rp5,45tn oleh FR0072 (TTM 17,66tahun), namun untuk frekuensi teraktif tetap dicatatkan oleh FR0075 yakni sebanyak 114 kali. Untuk transaksi obligasi korporasi, total volume terbesar tercatat sebesar Rp300miliar oleh SIBMTR01ACN1, dan frekuensi teraktif tercatat sebanyak 9 kali oleh BMRI01CN3. Penguatan harga yang mewarnai seri-seri SBN baik tipe FR dan ORI berhasil bertahan hingga di hari terakhir perdagangan pekan kemarin. Pekan ini, investor cenderung melakukan aksi beli ditengah meningkatnya kembali isu perang tarif antara AS-China dan tren kenaikan yield US-Treasury. Faktor penguatan Rupiah, terutama pada kurs Jisdor BI, diperkirakan menjadi salah satu alasan investor melakukan aksi beli menjelang semakin mendekatinya kenaikan FFR. Pekan kemarin, kurs Jisdor BI terus menunjukkan penguatannya dari tanggal 18 September hingga di akhir pekan kemarin yakni di kisaran Rp14.824/US$ hingga Rp14.908/US$. Sementara di pasar Spot, nilai tukar Rupiah tampak lebih volatil meski berhasil ditutup menguat Rp14.814/US$ pada Jumat kemarin. Senada dengan pasar obligasi, IHSG pada akhir sesi kedua Jumat kemarin turut ditutup menguat sebesar +045% di level 5.957,74. Dengan adanya pelaksanaan rapat FOMC dan RDG-BI di pekan ini, pasar obligsi berpotensi bergerak mendatar. Pelaku pasar diprediksi lebih menanti atau wait and see efek dari kenaikan FFR, yang diyakini sudah pasti akan dinaikkan ke level 2,00-2,25% pada rapat FOMC pekan ini, terhadap pergerakan yield US-Treasury dan penguatan indeks Dollar AS.

 EKONOMI GLOBAL

 

  • Dua negara dengan dua ekonomi terbesar di dunia yang membuka front baru dalam sengketa perdagangan bilateral bernilai miliaran dolar mereka, risikonya telah meningkat tajam bahwa AS akhirnya akan menjatuhkan tarif pada semua impor dari China, Goldman Sachs mengatakan pada hari Minggu. Fokus pasar akan tertuju pada rilis data Jerman Ifo Businnes Climate yang berpotensi menjadi katalis bagi EURUSD dan data ini akan dirilis pada pukul 15.00 WIB.

Potensi pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang bergerak melemah pada jangka pendek untuk menguji level support pada kisaran $1190 – $1188 seiring kekhawatiran yang terus-menerus tentang perdagangan meningkat antara Amerika Serikat dan China dalam seminggu.

MINYAK

Harga minyak berpotensi bergerak turun menguji level support di $70.30 – $69.90 karena laporan bahwa OPEC dan sekutu-sekutunya sedang mempertimbangkan peningkatan terkoordinasi dalam produksi minyak mentah.

EURUSD

EURUSD berpotensi bergerak melemah dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.1710 – 1.1690. kegagalan dalam menembus level ini berpeluang menopang kembali EURUSD untuk uji resisten di 1.1790 – 1.1810.

GBPUSD

Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan Jumat bahwa Uni Eropa dan Inggris berada pada “kebuntuan” dalam pembicaraan tentang Brexit berpeluang menekan EURUSD pada level support di kisaran 1.3010 – 1.2990.

USDJPY

Presiden Donald Trump memerintahkan biaya tambahan baru untuk barang-barang Cina senilai $ 200 miliar minggu lalu, dengan China membalas dengan $ 60 miliar barang-barang AS berpeluang meningkatkan kembali investor terhadap dolar dan berpotensi mendorong kenaikan USDJPY pada level resisten 112.80 – 113.05.

AUDUSD

Sentimen ketegangan perdagangan AS-China dimana Trump yang memerintahkan biaya tambahan baru untuk barang-barang Cina senilai $ 200 miliar minggu lalu, dengan China membalas dengan $ 60 miliar barang-barang AS berpeluang melemahkan AUDUSD menguji support di 0.7255 – 0.7245.

 

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Senin 24/09/2018 pukul 09.53 WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya