Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup menguat +0,5751poin di level 234,5230 pada perdagangan kemarin

  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup menguat +0,5751poin di level 234,5230 pada perdagangan kemarin. Dua indeks return lainnya masing-masing turut ditutup menguat sebesar: INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) +0,5609poin di level 230,4064, dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) +0,6486poin di level 253,5816. Kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak mixed dengan rata-rata yield pada tenor 1-30tahun turun sebesar –1,05bps. Rata-rata yield tenor pendek (<5tahun) dan menengah (5-7tahun) masing-masing turun sebesar –16,41bps dan –0,24bps. Sementara rata-rata yield tenor panjang (>7tahun) naik +1,51bps. INDOBeXG-Effective Yield turut bergerak positif yakni turun –0,0579poin ke level 7,98865. Harga seluruh seri SUN benchmark kemarin ditutup menguat pada kisaran +26,70bps (FR0065) hingga +38,57bps (FR0075). Penguatan harga penutupan tersebut lebih besar dari sesi siang dengan mencatatkan rata -rata harga +32,52bps (vs +23,99bps). Secara keseluruhan, harga SBN tipe FR dan ORI juga didominasi penguatan. Rata -rata harga SBN tipe FR naik +13,71bps, dan tipe ORI naik +25,34bps. Sehingga INDOBeXG-Clean Price kemarin turut menguat ke level 109,7730 (+0,2484poin). Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder kemarin meningkat pada kedua sisinya. Total volume naik signifikan sebesar +134,61% menjadi Rp12,88tn terpicu oleh naiknya volume transaksi seri -seri tenor pendek yang sebesar Rp5,47tn. Volume transaksi SUN tenor panjang dan menengah juga tercatat naik meski tidak setinggi tenor pendek yakni Rp1,04tn dan Rp281miliar. Seri FR0064 menjadi seri SBN yang ditransaksikan dengan total volume terbesar yakni Rp552miliar. Kemarin, FR0075 kembali menjadi seri teraktif ditransaksikan sebanyak 132 kali. Untuk obligasi korporasi, total volume terbesar dicatatkan oleh OTMA0 2B (Rp263miliar), dan frekuensi teraktif dicatatkan ADHI02CN1 (16 kali). Pada perdagangan kemarin, kinerja pasar obligasi domestik lebih di-drive oleh faktor trading. Tercermin dari pergerakan indeks return obligasi yang mencatatkan penguatan setelah pada perdagangan Senin ditutup melemah ditengah belum adanya sentimen lanjutan yang positif. Pada transaksi kemarin, investor juga cenderung menahan diri yang ditunjukkan dari relatif rendahnya t otal volume terbesar. Selain itu, total volume transaksi pada seri -seri SUN acuan juga hanya ditransaksikan di antara Rp291miliar (FR0075) hingga Rp552miliar (FR0064). Faktor volatilitas nilai tukar Rupiah terhadap Dollar US masih menjadi concern Sebagaimana diketahui, kemarin Senin Rupiah di pasar Spot sempat menyentuh ke level RP14.545/US$, meskipun pada penutupan kemarin menguat +70,0poin ke level Rp14.475/US$. Senada dengan pasar obligasi, IHSG kemarin turut ditutup menguat meskipun tipis yakni +0,03% di level 5.933,89. Faktor trading diprediksi masih akan mewarnai pergerakan pasar obligasi pada hari ini. Selain faktor Rupiah, pernyataan Gubernur BI, Perry Warjiyo, yang mengakui bahwa posisi defisit transaksi berjalan pada tahun ini dapat melebihi kisaran US$25miliar diprediksi dapat menjadi penahan laju positif pasar. Di satu sisi, akan dimulainya perundingan antara Trump dan UE diharapkan dapat menjadi katalis positif di pasar.

EKONOMI GLOBAL

 

  • EURUSD memulai penguatannya setelah semalam mendapat sentimen positif dari kesepakatan perdagangan bebas antara AS dan Uni Eropa dengan tidak saling menaikkan tarif impor. Untuk selanjutnya, investor akan fokus pada kebijakan moneter dari European Central Bank (ECB). Meskipun estimasi hari ini ECB tidak akan menaikkan suku bunga, namun sebelumnya ECB pernah mengatakan rencananya untuk mengakhiri program stimulusnya akhir tahun 2018 ini. Bahkan sempat memberikan tanda kemungkinan kenaikan suku bunga pada tahun 2019 mendatang.

Potensi Pergerakan

Emas

Harga emas bergerak menguat di awal sesi Asia karena melemahnya indeks dollar terhadap mata uang utama dunia, namun meredanya isu perang dagang antara AS dan Uni Eropa berpeluang menjadi sentimen pelemahan harga emas. Selama bergerak di bawah resisten 1236, harga emas berpotensi untuk melemah menguji support terdekat 1231 untuk selanjutnya mengincar 1228.

Minyak Mentah

Laporan dari EIA yang menyebutkan penurunan supply minyak selama sepekan merupakan penurunan terendah sejak Februari 2015. Hal ini telah menopang kenaikan harga minyak untuk menguji resisten 69.90 sebelum mengincar 70.30. Support berada di 68.70.

EURUSD

Jika ECB mengindikasikan adanya outlook kenaikan suku bunga di tahun depan dan mengkonfirmasi akan mengakhiri program stimulusnya di akhir tahun ini, maka EURUSD berpeluang menguat dari sentimen positif tersebut. Mampu menembus resisten 1.1765, EURUSD berpeluang mengincar resisten kuat di 1.1790. Support terdekat di level 1.1700.

GBPUSD

Di tengah mulai membaiknya sentimen Brexit, kesepakatan perdagangan bebas antara AS dan Uni Eropa berpeluang turut membawa GBPUSD untuk menguat. Mampu menembus level 1.3225, GBPUSD berpotensi mengincar 1.3265. Support di level 1.3150.

USDJPY

Pergerakan USDJPY berpotensi tertahan oleh sentimen investor yang memperkirakan bahwa Bank of Japan (BoJ) akan mulai membuat kebijakan moneter untuk memicu laju pertumbuhan inflasi. Hal ini berpotensi menjadi sentimen positif untuk yen dan membawa USDJPY untuk turun menguji support terdekat di 110.50 sebelum mengincar 110.20. Resisten terdekat di level 111.30.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang menguat mendapat sentimen positif dari proyeksi perubahan kebijakan fiskal China untuk mengerek penguatan mata uang yen. Terutama jika harga komoditas hari ini menguat. AUDUSD berpotensi mengincar resisten terdekat di 0.7480 dengan support terdekat di 0.7430.

 

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Kamis 26/07/2018 pukul 11.08WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.