Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup menguat +0,24% di level 259,0978 pada perdagangan kemarin

  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup menguat +0,24% di level 259,0978 pada perdagangan kemarin. INDOBeXG-Total Return (return obligasi negara) dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) turut menguat masing-masing sebesar +0,26% ke level 254,3222 dan +0,06% ke level 281,3340. Kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) dominan bullish (tenor 2-30 tahun) dengan rata-rata yield seluruh tenornya turun sebesar –2,55bps. Masing-masing kelompok tenor mencatatkan penurunan rata-rata yield sebesar: pendek (<5tahun) -0,63bps, menengah (5-7tahun) -0,56bps, dan panjang (>7tahun) -3,14bps. Dengan demikian, INDOBeXG-Effective Yield turut bergerak positif yakni turun –0,0389poin ke level 7,3971. Harga seluruh seri SUN benchmark kompak ditutup menguat pada rentang +12,23bps (FR0077) hingga +88,95bps (FR0068) dan mencatatkan kenaikan rata-rata sebesar +52,87bps. Harga seri-seri FR secara keseluruhan juga didominasi penguatan dengan rata-rata naik sebesar +23,32bps. Sementara harga seluruh seri ORI kompak turun dengan rata-rata –9,43bps. INDOBeXG-Clean Price kemarin menguat +0,25% ke level 112,7108. Aktivitas perdagangan pasar sekunder obligasi terpantau meningkat pada transaksi kemarin. Total frekuensi naik +50,35% menjadi 1.063 transaksi, dan total volume naik +205,89% menjadi Rp17,85tn. Transaksi SUN benchmark juga terpantau semarak dengan total frekuensi tercatat menjadi 363 transaksi (+124,07%) dan total volume menjadi sebesar Rp8,90tn (+337,02%). Pada perdagangan SBN kemarin, seri teraktif dan tersolid ditransaksikan dicatatkan oleh 1 seri yang sama yakni FR0078 dengan 141 transaksi dan total volume terbesar Rp5,16tn. Pada obligasi korporasi, total volume terbesar tercatat sebesar Rp172miliar oleh BBRI02DCN2. Sementara frekuensi teraktif sebanyak 15 transaksi dicatatkan oleh WSKT03ACN2. Performa pasar obligasi domestik berbalik menguat pada perdagangan kemarin. Harga kelompok SUN benchmark berhasil rebound, demikian pula seri FR secara keseluruhan yang juga didominasi Menguatnya mayoritas harga SUN benchmark turut berhasil mendorong tingkat imbal hasil SBN juga didominasi penurunan di antara –0,40bps hingga –4,89bps. Ditengah wait and see pidato Jerome Powell, pertemuan Trump-Jinping di KTT G-20, dan rilis data GDP, menguatnya harga obligasi negara kemungkinan lebih ditopang oleh optimisme pasar terhadap fundamental dalam negeri. Optimisme tersebut juga tercermin dari pelaksanaan lelang sukuk negara kemarin yang berhasil mencatatkan oversubscribed hingga 6,70 kali atau tertinggi selama pelaksanaan sukuk negara dari awal tahun 2019. Senada dengan pasar surat utang, IHSG kemarin juga ditutup menguat +0,51% di level 6.320,45. Pasar obligasi dalam negeri berpotensi bergerak melemah pada perdagangan hari ini terpicu oleh nada hawkish Jerome Powell dalam pidatonya kemarin. Powell menyebutkan bahwa the Fed belum akan merubah instrumen kebijakan utamanya yakni suku bunga acuan dalam waktu dekat ini.

EKONOMI GLOBAL

 

  • Penurunan tajam yang tak terduga dalam indeks kepercayaan konsumen AS terbaru, yang turun dari 134,1 menjadi 121,5 pada Juni akan terus memberikan tekanan terhadap dolar dan membuka peluang semakin lebar bagi The Fed untuk memangkas suku bunga. Movers lainnya adalah rilis data Data Core Durable Goods Orders AS yang akan dirilis pada pukul 19.30 WIB, selain itu laporan cadangan minyak AS juga akan dirili malam ini pukul 19.30 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpotensi bergerak naik menguji level resisten di 1425 – 1435 karena dolar yang tertekan pasca data kepercayaan konsumen AS dirilis lebih rendah dari ekspektasi. namun aksi ambil untung berpotensi memberikan tekanan terhadap harga emas untuk uji level support di 1405 – 1400.

MINYAK

Harga minyak berpotensi bergerak naik menguji resisten di 59.50 – 60.00 karena ditopang oleh data cadangan minyak AS versi API yang menunjukkan adanya penurunan dalam jumlah cadangan minyak AS. Tetapi jika EIA melaporkan jumlah yang meningkat pada cadangan minyak AS, harga minyak berpeluang uji support 57.50 – 56.00.

EURUSD

EURUSD berpeluang bergerak naik menguji resisten di 1.1415 – 1.1440 karena dolar yang berpotensi tertekan oleh lemahnya data AS yang semakin membuka peluang pemangkasan suku bunga. Namun ECB yang juga melonggar dalam kebijakan moneter berpotensi tekan EURUSD menguji support di 1.1310 1.1280.

GBPUSD

GBPUSD berpeluang bergerak naik menguji level resisten di 1.2755 – 1.2775 seiring dolar yang melamah. Namun kekhawatiran politik berpotensi menyeret GBPUSD menguji support di 1.2630 – 1.2600.

USDJPY

Permintaan pada aset aman seperti yen Jepang karena ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan dolar yan tertekan oleh ekspektasi pemangkasn suku bunga AS berpotensi menakan turun USDJPY menguji support di 106.55 106.30. Resisten USDJPY berada pada kisaran 107.50 – 107.80.

AUDUSD

Optimisme pada pertemuan AS-China disela-sela pertemuan G20 berpotensi memberikan dukungan pada kenaikan AUDUSD menguji level resisten di 0.6980 – 0.7000. Gagal menembus level resisten AUDUD berpotensi berbalik menguji support di 0.6930 – 0.6900.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Rabu 26/06/2019 pukul 09.45 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.