Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup melemah

  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup melemah sebesar –0,12% di level 228,1039. INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) juga turun sebesar –0,16% ke level 223,4086. Namun demikian, INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) sanggup menguat sebesar +0,06% ke level 251,2649. Kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) pada perdagangan Kamis berpola bearish. Rata-rata yield seluruh tenor 1-30tahun naik +19,03bps. Hanya rata-rata yield tenor menengah (5-7tahun) yang turun sebesar –3,78bps. Sedangkan rata-rata yield pada tenor pendek (<5tahun) dan panjang (>7tahun) naik masing-masing sebesar +0,93bps dan +25,15bps. INDOBeXG-Effective Yield kemarin ditutup di level 8,5990, naik +0,0146poin dari sebelumnya. Harga seri SUN benchmark bergerak mixed pada penutupan kemarin. Harga seri FR0063 dan FR0065 turun masing-masing sebesar –1,11bps dan –12,64bps. Sedangkan harga FR0064 dan FR0075 naik masing-masing sebesar +62,56bps dan +25,29bps. Secara keseluruhan, harga seri SBN tipe FR dan ORI turut didominasi koreksi dengan rata-rata turun –51,65bps. Dengan demikian kondisi tersebut turut mendorong penurunan pada INDOBeXG-Clean Price di akhir sesi end of day sebesar –0,18% ke level 105,1883. Aktivitas pasar sekunder obligasi kemarin menurun. Total frekuensi turun –1,62% dari 677 transaksi menjadi 666 transaksi. Sementara itu total volume turun sebesar –28,96% dari Rp12,16tn menjadi Rp8,64tn. Penurunan volume perdagangan kemarin dipicu oleh sepinya transaksi obligasi negara seluruh tenor dengan tenor pendek menyumbang penurunan terbesar yakni Rp2,59tn dalam sehari. FR0064 mencatatkan total volume terbesar yakni Rp1,35tn sedangkan FR0072 menjadi SBN teraktif dengan 120 transaksi. Untuk obligasi korporasi, seri SMSMII01ACN1 mencatat total volume terbesar yakni Rp180miliar sekaligus menjadi yang teraktif dengan 13 transaksi. Negative return masih terjadi pada pasar obligasi Indonesia Kamis kemarin. Kondisi tersebut terlihat dari turunnya performa ICBI akibat koreksi harga mayoritas seri-seri obligasi negara khususnya tenor panjang dan kenaikan imbal hasil pada mayoritas tenor SUN. Ditengah sentimen meredanya tensi perang dagang antara AS-China, tekanan pada pasar obligasi diperkirakan karena faktor trading investor sekaligus antisipasi risiko terhadap kembali meningkatnya imbal hasil obligasi global. Pada perdagangan kemarin, yield US Treasury tenor 10-tahun semakin naik mendekati level psikologisnya yakni pada level 2,97%. Turunnya aktivitas perdagangan di pasar sekunder kemarin juga mengindikasikan bahwa pasar tengah menahan diri untuk bertransaksi lebih aktif dan menunggu bagaimana rilis inflasi bulanan dan jumlah pengangguran mingguan Amerika. Pasar obligasi dalam negeri berpotensi berbalik menguat secara terbatas pada perdagangan Jumat ini. Meredanya tensi perang dagang AS-China paska kedua belah pihak sepakat untuk bernegosiasi dan rilis inflasi AS yang meleset dari prediksi diperkirakan menjadi tenaga untuk penguatan Rupiah serta untuk pasar obligasi Indonesia. Pada Jumat pagi ini, Rupiah dibuka menguat ke level Rp14.806/US$ (Bloomberg).

EKONOMI GLOBAL

  • Pada sesi sebelumnya, dollar kembali mendapat katalis negatif setelah data inflasi AS dirilis stagnan di angka 0,2% dengan ekspektasi di angka 0,3%. Hari ini pergerakan dollar kembali diuji pada rilis data penjualan ritel bulanan AS. Jika data ini kembali dirilis lebih rendah dari estimasi, maka dollar berpotensi kembali melemah.

Potensi Pergerakan

Emas

Di tengah melemahnya dollar, harga emas memang belum mampu menembus jauh ke atas area resisten kuat di 1206 – 1208. Hingga hari ini harga emas masih berpotensi konsolidasi di area tersebut. Jika mampu menembus ke atas area tersebut, maka penguatan berpeluang mengincar area 1212. Support di area 1197 – 1199.

Minyak Mentah

Harga minyak mentah melemah tajam setelah kemarin International Energy Agency (IEA) memperingatkan tentang masalah perekonomian global yang berdampak pada berkurangnya permintaan. Terutama di negara-negara emerging market dan negara-negara yang sedang krisis. Sentimen tersebut berpotensi masih menekan harga minyak ke level 67.00 selama harga belum mampu menembus ke atas resisten 69.40.

EURUSD

Memanfaatkan pelemahan dollar, EURUSD membukukan penguatan selama sepekan ini. Jika katalis tersebut berlanjut, maka penguatan selanjutnya menguji resisten terdekat di 1.1730 sebelum mengincar 1.1780. Namun peluang pelemahan pun masih ada setelah kemarin European Central Bank (ECB) memberikan sinyal terkait pembelian obligasi yang dipertimbangkan untuk menopang inflasi. Potensi pelemahan mengincar support 1.1620.

GBPUSD

Meski kemarin Bank of England (BoE) kembali mengkhawatirkan tentang dampak Brexit, pelemahan dollar juga berhasil menopang GBPUSD. Jika pelemahan dollar mendominasi sentimen penggerak pasar, maka GBPUSD berpeluang lanjutkan penguatan mengincar resisten terdekat di 1.3155 sebelum mengincar 1.3200. Potensi arah berbalik melemah mengincar level support 1.3030.

USDJPY

Pergerakan pasangan ini masih berpotensi dalam sentimen bagaimana risk appetite investor terhadap aset berisiko. Melihat pasar ekuitas AS dan Asia yang menguat, USDJPY berpeluang melanjutkan kenaikan jika mampu menembus ke atas level psikologis 112.00. Selama level tersebut belum mampu ditembus, maka USDJPY ada kecenderungan untuk terkoreksi ke support terdekat di 111.60 sebelum mengincar 111.30.

AUDUSD

Berita mengenai akan bertemunya kembali AS-China terkait hubungan dagang, telah direspon positif oleh investor dan berhasil menopang AUDUSD untuk keluar dari level terendah tahunannya. Penguatan lebih lanjut masih menguji area resisten 0.7225. Support di area 0.7145.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Jumat 14/09/2018 pukul 13.52WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.