Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup di level 235,8083, menguat +0,17% dari penutupan sebelumnya

  • Pada perdagangan Selasa, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup di level 235,8083, menguat +0,17% dari penutupan sebelumnya. INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) turut ditutup menguat +0,19% di level 231,5880, dan INDOBeXC -Total Return (return obligasi korporasi) ditutup menguat +0,02% di level 255,5011. Kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) didominasi Rata-rata yield seluruh tenor 1-30tahun turun sebesar –2,66bps. Rata-rata yield pada tenor menengah (5-7tahun) dan dan panjang (>7tahun) berlanjut turun, masing-masing sebesar –0,76bps dan –3,55bps. Namun, tenor pendek (<5tahun) berbalik tertekan naik sebesar +1,04bps. INDOBeXG-Effective Yield Selasa kemarin ditutup turun –0,0232poin ke level 7,8757. Harga seluruh seri SUN benchmark berhasil ditutup menguat setelah pada sesi siangnya sempat bergerak mixed. Penguatan harga seri SUN acuan berada di rentang +18,80bps hingga +38,43bps dengan rata-rata harga naik +28,92bps. Harga seri-seri SBN (FR & ORI) juga masih didominasi penguatan dengan rata-rata harga pada ke 40 serinya naik sebesar +15,83bps. INDOBeXG-Clean Price Selasa kemarin turut ditutup positif yakni naik +0,17% ke level 109,6962. Total volume transaksi obligasi di pasar sekunder pada Selasa kemarin tampak meningkat +22,17% menjadi sebesar Rp9,88tn dari Rp8,09tn. Namun total frekuensi turun tipis –1,65% dari 606 kali menjadi 596 kali. Setelah sempat menurun tajam pada perdagangan Senin hingga Rp5,49tn, total volume transaksi SUN tenor panjang di Selasa kemarin berhasil meningkat sebesar Rp1,26tn. FR0059 menjadi seri SBN yang ditransaksikan dengan total volume terbesar yakni Rp1,49tn. Sementara frekuensi teraktif dicatatkan seri FR0075 sebanyak 71 kali. Pada obligasi korporasi, total volume terbesar dicatatkan seri PNBN02CN3 ya kni Rp1874miliar, sementara frekuensi teraktif oleh ADMF04ECN3 sebanyak 16 kali. Performa positif kembali ditunjukkan pasar obligasi domestik pada perdagangan Selasa. Pelaku pasar tampak mengapresiasi berlangsungnya perundingan dua negara adidaya, AS dan China, di Washington yang ditunjukkan dari penurunan CDS Indonesia tenor 5-tahun sebesar –1,47bps. Katalis positif lain datang dari penguatan Rupiah di pasar Spot hingga +14,0poin ke level Rp14.574/US$, meskipun penguatan tersebut terpicu oleh melemahnya indeks Dollar AS paska Donald Trump kembali mengkritisi kebijakan the Fed terkait kebijakan suku bunga acuannya. Hari ini, laju positif pasar obligasi domestik berpotensi tertahan paska rilis minuta FOMC Rabu kemarin yang menyatakan bahwa the Fed mulai mempertimbangkan kenaikan suku bunga lanjutan. Sebagaimana diketahui, the Fed berencana masih akan menaikkan suku bunga acuannya sebanyak 2 kali hingga akhir tahun ini, sementara pada FOMC Meetings Juni kemarin the Fed masih mempertahankan FFR di level +1,75%-2,00%. Pada perdagangan hari ini, laju positif pasar obligasi berpotensi tertahan terpicu oleh keputusan the Fed yang mulai mempertimbangkan kenaikan suku bunga lanjutannya dengan segera. Selain itu, memanasnya kembali trade war antara AS-UE paska Donald Trump memutuskan untuk mengenakan tarif sebesar 25% pada mobil yang berasal dari Uni Eropa turut berpotensi menahan laju positif obligasi. Hari ini, investor juga sedang menanti hasil akhir perundingan antara AS-China.

 EKONOMI GLOBAL

  • Sentimen penguatan dolar yang dipicu oleh outlook kenaikan suku bunga Fed dalam waktu dekat berpotensi akan menjadi penggerak pasar pada awal perdagangan hari Rabu di tengah penantian investor terhadap perkembangan pertemuan perwakilan dagang antara AS dan China. Selain itu, serangkaian data ekonomi dari zona Euro serta perilisan notula pertemuan terakhir ECB yang dirilis sore hari akan menjadi penggerak bagi pasangan mata uang euro di tengah sikap dovish mereka dalam pertemuan terakhir sebelum fokus akan tertuju pada pertemuan para bankir bank sentral di simposium Jackson Hole.

Potensi pergerakan

Emas

Harga emas berpeluang melemah dalam jangka pendek di tengah menguatnya dolar AS yang merespon hasil minutes FOMC yang indikasikan kenaikan suku bunga AS dalam jangka pendek dengan menguji support di 1190 – 1185. Sementara itu jika bergerak naik, level resisten terlihat di 1195 – 1200.

Minyak

Perilisan data cadangan minyak mentah AS yang menunjukkan penurunan yang lebih besar dari perkiraan serta outlook sanksi AS terhadap Iran berpotensi menopang kenaikan harga minyak dalam jangka pendek untuk membidik resisten di 68.50-69.00. Sementara itu jika harga melemah, level support terlihat di area 67.50- 67.00

EURUSD

EURUSD berpeluang bergerak lesu pada awal perdagangan di tengah menguatnya dolar AS dengan menguji level support di 1.1550 – 1.1500. Sementara itu untuk jika bergerak naik, level 1.1640 – 1.1700 akan menjadi level resisten. Fokus investor akan tertuju pada serangkaian data ekonomi zona Euro dan perilisan notula ECB.

GBPUSD

Sentimen penguatan dolar AS berpotensi akan memicu pelemahan GBPUSD dalam jangka pendek untuk menguji support di 1.2860 – 1.2820. Namun, jika menguatnya outlook untuk kesepakatan Brexit, GBPUSD berpotensi berbalik naik untuk mengincar resisten di 1.2950 – 1.3000 di tengah tidak adanaya data ekonomi domestik.

USDJPY

Perilisan data manufaktur Jepang yang pesimis serta menguatnya dolar berpeluang topang kenaikan USDJPY lebih lanjut dengan menguji level resisten di 111.00 – 111.50. Jika harga berbalik melemah, harga berpeluang turun untuk menguji support di 110.20 – 109.80.

AUDUSD

Kejatuhan harga komoditas seperti tembaga dan emas berpeluang menjadi beban pergerakan AUDUSD dalam jangka pendek di tengah solidnya pergerakan dolar AS untuk menguji support di 0.7250 – 0.7220. Untuk sisi atasnya, jika harga bergerak naik berpeluang untuk membidik resisten di 0.7320 – 0.7350.

 

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Kamis 23/08/2018 pukul 10.24WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.