Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup di level 233,9382 atau turun –1,4917poin

  • Pada perdagangan Jumat kemarin, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup di level 233,9382 atau turun –1,4917poin. Demikian pula dua indeks return lainnya yang turut ditutup melemah. INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) turun –1,6075poin ke level 229,5536, dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) turun –0,6802poin ke level 254,7739. Kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak bearish dengan rata-rata yield pada tenor 1-30tahun naik sebesar +5,73bps. Kenaikan rata-rata yield paling besar terjadi pada tenor menengah (5-7tahun) yakni +12,99bps. Sementara itu tenor pendek (<5tahun) dan panjang (>7tahun) masing-masing naik sebesar +6,37bps dan +4,67bps. Dengan demikian INDOBeXG-Effective Yield ditutup naik yakni +0,1247poin ke level 8,0752. Pola koreksi mewarnai seluruh harga SUN Harga FR0065 terkoreksi paling dalam sebesar –121,32bps sedangkan harga ketiga seri lainnya kompak melemah pada rentang –43,52bps hingga –107,93bps. Harga seluruh seri SBN tipe FR dan ORI lainnya juga melemah dengan rata-rata turun –55,76bps. Dengan demikian INDOBeXG-Clean Price perdagangan kemarin ditutup di level 108,4722 (-0,8018poin). Pada perdagangan kemarin, frekuensi transaksi terpantau meningkat dari 450 kali menjadi 537 kali (+19,33%). Total volume transaksi obligasi di pasar sekunder juga meningkat dari Rp10,71tn menjadi sebesar Rp13,12tn (+22,51%). Peningkatan aktivitas trading dipicu oleh obligasi negara tenor panjang dimana volumenya meningkat Rp2,21tn dan frekuensinya meningkat 133 transaksi dalam sehari. FR0063 menjadi seri SBN yang ditransaksikan dengan total volume terbesar senilai Rp3,33tn. Sedangkan FR0075 bertahan menjadi yang teraktif dengan 79 transaksi. Untuk obligasi korporasi, seri MFIN03BCN1 menjadi yang teraktif sekaligus dengan volume terbesar yakni 4 transaksi senilai Rp180miliar. Menutup perdagangan akhir bulan Agustus pada Jumat kemarin, pasar obligasi ditutup semakin tertekan bila dibandingkan dengan sesi siangnya. Kondisi tersebut tercermin dari terkoreksinya seluruh harga obligasi negara seri FR dan ORI sehingga turut mendorong kenaikan imbal hasil SUN pada seluruh tenornya dengan perubahan rentang +0,70bps hingga +13,36bps. Pelemahan tersebut diperkirakan sebagai dampak dari meningkatnya persepsi risiko pelaku pasar terhadap maraknya sentimen negatif yang menghiasi pasar obligasi domestik seperti bayang-bayang tekanan dari krisis mata uang Argentina, indikator ekonomi US yang tumbuh lebih cepat dari perkiraan sehingga terus mendorong ekspektasi kenaikan FFR berikutnya, dan anjloknya nilai Rupiah terhadap USD ke level Rp14.710/US$. Peningkatan persepsi risiko tersebut terlihat dari naiknya indikator CDS Indonesia tenor 5-tahun ke sebesar +4,22bps pada perdagangan Jumat kemarin. Pada hari perdagangan pertama bulan September ini, pasar obligasi domestik diperkirakan masih berpotensi tertekan. Antisipasi risiko investor diperkirakan masih tinggi seiring belum munculnya sentimen positif di pasar ditengah munculnya berbagai sentimen negatif dari global seperti penguatan indeks Dollar dan bayang-bayang krisis mata uang Argentina. Investor akan concern pada inflasi Indonesia bulan Agustus yang diprediksi meningkat. Pada pagi ini, Rupiah dibuka melemah ke level Rp14.745/US$ (Bloomberg).

EKONOMI GLOBAL

  • Proposal Brexit Inggris yang ditentang oleh Uni Eropa menunjukkan bagaimana alotnya negosiasi kedua belah pihak, dan berdampak negatif terhadap GBPUSD. Pasangan mata uang ini dibuka turun lebih dari 50 pip di kisaran 1.2910, dan berpotensi melemah lebih lanjut jika data indeks aktivitas manufaktur Inggris pukul 15:30 WIB dirilis lebih rendah dari 53,9.

Potensi Pergerakan

Emas
Indeks dollar AS masih menjadi penggerak utama harga emas. Jika indeks dollar kembali menguat, harga emas berpeluang besar turun ke area 1192, terlebih jika tertahan di bawah level psikologis 1200.
Minyak Mentah

Harga minyak mentah sedang mendapat senetimen positif dari ekspektasi berkurangnya suplai global. Namun selama tertahan di bawah level 70.00, minyak mentah berpotensi turun ke area 68.70 akibat aksi profit taking.

EURUSD
Melambatnya inflasi di zona euro menjadi sentimen negatif bagi EURUSD dan berpeluang melanjutkan penurunan ke 1.1550. Resisten terdekat di kisaran 1.1620.

GBPUSD
Level 1.2840 menjadi target berlanjutnya penurunan GBPUSD pada hari ini, dengan resisten terdekat di kisaran 1.2975.

USDJPY
USDJPY bergerak di kisaran level 111.00, jika kembali ke atas level tersebut dan mampu bergera konsisten USDJPY berpeluang naik ke 111.55

AUDUSD
AUDUSD saat ini berada di level terendah sejak Januari 2017, rilis data penjualan ritel Australia yang lebih rendah dari perkiraan menambah tekanan turun. AUDUSD berpotensi turun ke area 0.7140. Resisten di kisaran 0.7200.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Senin 03/09/2018 pukul 10.43WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.