HUT Ke 56 Bank Jateng Gelar Wayangan Di Balai Kota Solo

Dirut Bank Jateng Supriyatno didampingi Sekda Provinsi Jateng Sri Puryono menyerahkan tokoh wayang kulit Brotoseno kepada dalang K Warseno Sleng, mengawali pergelaran wayang kulit di halaman Balai Kota Surakarta, Minggu (9/4).

SOLO-Bank Jateng menggelar wayangan di halaman Balai Kota Surakarta, Minggu (7/4). Lakon Kridhaning Sang Brotoseno diambil, kata direktur utama Supriyatno, karena dinilai selaras dengan perjalanan Bank Jateng yang sudah berusia 56 tahun.

“Berbagai rintangan dan tantangan telah dilalui dan sekarang ini Bank Jateng bisa ‘mrantasi’ persoalan yang ada dan menjadi mitra masyarakat dalam pemberdayaan ekonomi di Jawa Tengah,” kata dia dalam sambutannya.

Pentas wayang kulit semalam suntuk diawali penyerahan wayang Brotoseno dari Supriyatno kepada dalang Ki Warseno Sleng, setelah sebelumnya disampaikan sambutan Sekda Provinsi Sri Puryono dan Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo. Jajaran direksi dari Semarang dan para pimpinan cabang Bang Jateng dari berbagai kabupaten/kota ikut menyaksikan pergelaran itu, termasuk kepala cabang koordinator Surakarta Aris Setiawan.

Selain memberi hiburan sebagai tontonan dan tuntunan bagi masyarakat umum yang menyaksikan, pergelaran wayang kulit dalam rangka puncak perayaan ulang tahun Bank Jateng itu, kata Supriyatno, juga untuk “nguri-uri” budaya Jawa yang adiluhung dan penuh makna.

Dalam kesempatan itu diserahkan hadiah bagi pemenang berbagai lomba antar karyawan yang digelar Bank Jateng. Diserahkan pula CSR kepada Pemkot Surakarta senilai Rp 1,25 miliar yang diperuntukan bagi pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) senilai Rp 750 juta dan Rp 500 juta untuk mendukung pembangunan Masjid Agung di Sriwedari.

Lebih lanjut Supriyatno mengatakan, Bank Jateng adalah bank pembangunan daerah kategori buku tiga dan masuk peringkat sehat dalam penilaian OJK. Per 31 Desember, asetnya mencapai Rp 66,85 triliun atau tumbuh 8,75 persen dari tahun sebelumnya. Dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun Rp 45,19 triliun atau tumbuh 1,24 persen dibanding tahun sebelumnya. Pembiayaan yang disalurkan Rp 45,89 triliun atau tumbuh 8,13 persen. Dan laba yang didapat Rp 1,7 triliun, tumbuh sekitar 5,29 persen dibanding 2017 senilai Rp 1,6 triliun

“Saya melihat teman-teman yang hadir di sini, eseme ombo. Sebab dengan peningkatan laba maka bonus yang akan diterima para karyawan juga akan naik,” ungkap dia.

Dalam sambutannya, Sekda Sri Puryono mengapresiasi kinerja badan usaha milik daerah itu. Menurut dia, keberadaan Bank Jateng sangat membantu peningkatan ekonomi masyarakat percepatan pembangunan di Jawa Tengah.

“Saya kira para bupati dan wali kota bisa tidur nyenyak. Sebab sebagai pemegang saham, jatah dari pembagian keuntungan Bank Jateng bagi kabupaten/kota tahun ini meningkat dibanding sebelumnya,” kata sekda berseloroh.

Selain mengucapkan selamat ulang tahun ke 56 dan mengapresiasi pergeleran wayang kulit di halaman Balai Kota Surakarta, Wali Kota FX Hadi Rudyatmo berterima kasih atas bantuan CSR senilai Rp 1,25 miliar yang diberikan Bank Jateng. “Bantuan CSR dari Bank Jateng ini akan kami teruskan pada yang berhak,” kata wali kota yang akrab disapa Rudy.