Hari terakhir perdagangan pekan kemarin, seluruh indeks return obligasi Indonesia seri-seri konvensional ditutup menguat

  • Hari terakhir perdagangan pekan kemarin, seluruh indeks return obligasi Indonesia seri-seri konvensional ditutup menguat. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) naik +0,28% ke level 250,1583, INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) naik +0,31% ke level 245,0043, dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) naik +0,07% ke level 276,1027. Pergerakan kurva yield PHEI-IGSYC (PHEI-Indonesia Government Securities Yield Curve) dominan Rata-rata yield tenor 1-30tahun turun sebesar –4,37bps. Rata-rata yield tenor menengah (5-7tahun) dan panjang (>7tahun) turun masing-masing sebesar –3,14bps dan –5,43bps. Sedangkan rata-rata yield tenor pendek (<5tahun) naik +0,76bps. INDOBeXG-Effective Yield Jumat kemarin turun –0,0355poin ke level 7,8906. Seluruh harga seri SUN benchmark bergerak menguat pada besaran antara +20,94bps hingga +60,00bps dan mencatatkan penguatan rata-rata sebesar +40,05bps. Harga SUN seri-seri FR dan ORI juga didominasi penguatan. Rata-rata harga SUN seri FR naik sebesar +28,75bps, sementara seri ORI naik +5,96bps. Dengan demikian, INDOBeXG-Clean Price turut ditutup menguat yakni +0,29% di level 109,2781. Aktivitas perdagangan pasar sekunder obligasi terpantau meningkat dari sisi volume dengan total nilai menjadi sebesar Rp12,40tn (+13,37%). Sedangkan total frekuensi turun –10,52% menjadi 587 transaksi. Transaksi seri-seri SUN benchmark juga mencatatkan peningkatan total volume menjadi sebesar Rp4,23tn (+14,22%) dalam 188 transaksi (-30,11%). Seri FR0078 kembali mencatat total volume transaksi terbesar yakni senilai Rp3,23tn. Sedangkan frekuensi teraktif sebanyak 71 transaksi juga kembali dicatatkan seri FR0079. Pada obligasi korporasi, total volume terbesar senilai Rp184miliar dicatatkan oleh seri BDMN01ACN1. Adapun frekuensi teraktif tercatat sebanyak 6 transaksi kembali dicatatkan seri AMRT02CN1. Mayoritas harga SUN seri FR dan ORI, termasuk seluruh seri benchmark berlanjut menguat hingga berakhirnya sesi end of day perdagangan Jumat kemarin. Kurva PHEI-IGSYC juga didominasi bullish pada tenor 5-30tahun dengan pergerakan yield diantara –1,71bps hingga –6,25bps. Ditengah situasi global yang belum kondusif yakni terkait perang dagang AS-China dan ketidakpastian Brexit, peguatan pasar Jumat kemarin lebih disebabkan oleh efek hasil pemilu. Diperkirakan setelah ketegangan politik dalam negeri mulai mereda, pasar mulai merespon positif hasil dari Pemilu kemarin. Menguatnya Rupiah di pasar spot ke level Rp14.392/US$ (+88,0poin) turut memberikan sentimen positif di pasar. Meski demikian, penguatan tersebut diprediksi akan tertahan pada hari ini paska Theresa May memutuskan mundur dari posisinya pada tanggal 7 Juni yang diyakini hanya akan menambah ketidakpastian dalam kasus Brexit. Pasar obligasi domestik berpotensi melemah pada perdagangan hari ini terpicu oleh faktor global. Tekanan global kali ini tidak hanya datang dari tensi perang dagang AS-China yang semakin memanas, tapi juga dari isu Brexit setelah Theresa May mengumumkan pengunduran dirinya sebagai PM Inggris yang efektif per tanggal 7 Juni mendatang.

EKONOMI GLOBAL

 

  • Perkembangan terakhir dalam perang perdagangan AS – Cina akan diawasi ketat oleh para investor dalam pekan ini, hasil pemilihan Uni Eropa, sejumlah data ekonomi global dan krisis kepemimpinan di Inggris, yang telah meningkatkan prospek Brexit tanpa kesepakatan. Market mover lainya datang dari BOJ Gov Kuroda Speaks pada pukul 10:00 WIB yang berpotensi menjadi penggerak USDJPY.

Potensi Pergerakan

EMAS

Harga emas berpeluang menguat menguji level resisten di 1300 – 1305 di tengah ketegangan perdagangan AS – China yang meningkatkan daya tarik aset aman, support harga emas berada pada level 1278 – 1273.

MINYAK

Meningkatnya cadangan minyak dan potensi perlambatan ekonomi global akibat perang dagang AS-China yang tak kunjung usai berpeluang menekan harga minyak menguji level support di 57.50 – 57.00. Resisten harga minyak berada pada level 60.00 – 60.30.

EURUSD

EURUSD berpotensi bergerak menguji level resisten di 1.1250 – 1.1280 karena di topang oleh Partai Buruh Belanda Frans Timmermans memenangkan Pemilu Eropa dengan kemenangan mengejutkan. Support EURUSD berada pada level 1.1170 – 1.1150.

GBPUSD

GBPUSD berpotensi alami kenaikan lebih lanjut menguji level resisten di 1.2800 – 1.2820 karena dolar yang tertekan oleh data manufaktur yang lebih rendah dari ekspektasi. Penguatan GBPUSD berpotensi terbatasi oleh krisis kepemimpinan dan Brexit yang terus berlangsung, support GBPUSD berada di level 1.2670 – 1.2650.

USDJPY

USDJPY berpeluang menjadi aset aman yang diminati investor di tengah ketidakpastian, berpotensi bergerak turun menguji support 109.00 – 108.80. Sementara itu Resisten USDJPY berada di level 109.70 – 109. 90.

AUDUSD

AUDUSD berpeluang bergerak naik menguji level resisten di 0.6970 – 0.7000 karena ditopang kenaikan harga komoditas. Support AUDUSD berada pada level 0.6890 – 0.6860.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Senin 27/05/2019 pukul 10.18 WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.